10 March 2011
STD. SILIWANGI,(GM)-
Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar mengatakan, Persib dan Komite Penyelamatan Persepakbolaan Nasional (KPPN), sudah menyiapkan nama baru yang akan diusungnya menjadi calon Ketua Umum PSSI jika FIFA benar-benar melarang George Toisutta (GT) dan Arifin Panigoro (AP) untuk dicalonkan kembali. Namun Umuh masih merahasiakan nama baru di luar GT dan AP ini.
"Sejauh ini, kita masih tetap akan memperjuangkan Pak George atau Pak Arifin untuk bisa dicalonkan kembali jadi Ketua Umum PSSI. Kalau FIFA benar-benar melarangnya, kita sudah siapkan calon baru. Tapi saya belum mau sebutkan namanya sekarang," kata Umuh usai menyaksikan sesi latihan sore Persib di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (9/3).
Pernyataan Umuh yang merupakan salah seorang anggota KPPN ini disampaikan untuk menanggapi kabar larangan FIFA terhadap 4 kandidat Ketua Umum PSSI yang sudah dianulir Komisi Banding, yaitu Nurdin Halid, Nirwan D. Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro. Kabar tersebut disampaikan Ketua KONI/KOI, Rita Soebowo dan Duta Besar RI untuk Swiss, Djoko Susilo usai bertemu Presiden FIFA, Sepp Blater di Zurich, Swiss, Selasa (8/3) malam waktu setempat.
Dikatakan Umuh, untuk menyikapi kabar tersebut, seluruh anggota KPPN yang mengusung GT dan AP, pada Rabu (9/3) mengadakan pertemuan di Jakarta. "Karena kondisi kesehatan saya yang kurang bagus, saya tidak hadir di Jakarta. Tapi pada intinya, pertemuan itu akan tetap memperjuangkan, paling tidak satu di antara Pak George atau Pak Arifin bisa dicalonkan kembali," katanya.
Dijelaskan Umuh, pertimbangan Persib dan KPPN tetap mencalonkan GT dan AP, karena keduanya dinilai tidak memiliki motivasi lain kecuali memajukan sepak bola di Indonesia.
Kabar burung
Sementara itu, karena belum ada surat resmi dari FIFA, PSSI menganggap pernyataan Blatter yang melarang Nurdin Halid kembali maju dalam pencalonan ketua umum sebagai sebuah kabar burung.
"Soal pelarangan empat nama seperti yang ramai beredar, itu sulit karena kita (PSSI) tidak ada dalam pertemuan. Kalau ada di situ kita bisa menyimak. Ini kabar burung," ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes dalam jumpa pers di kantor PSSI, seperti dikutip detiksport.
Karena itu, PSSI tetap menunggu surat resmi dari FIFA. "PSSI tak bisa bilang benar atau tidak benar (apa yang diungkapkan Djoko Susilo dan Rita Subowo, red). Yang dipercaya PSSI adalah surat yang dibawa dari hasil pertemuan Nirwan Bakrie dan Dali Taher dengan FIFA (pada tanggal 7 Maret, red)," ujarnya.
Balik menyindir
Menanggapi pernyataan PSSI, Djoko Susilo balik menyindir. "Saya ini Dubes, kalau membuat pernyataan publik karena harus punya dasar, bisa tertulis, verbal, dalam rekaman atau apa pun. Tapi semua harus ada cantolannya. Karena selain bicara kepada publik, saya juga harus melapor ke pemerintah," tegas Djoko dalam perbincangan via telepon dengan detiksport.
Setelah bertemu Blatter hari Selasa kemarin di Zurich, Djoko mengatakan, orang nomor satu di badan sepak bola dunia itu menjawab "tidak" ketika ia bertanya, apakah Nurdin Halid masih bisa mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI.
PSSI mereaksi pernyataan Dubes dengan kesan sangsi, karena antara lain tidak ada perwakilan mereka yang berada di sana waktu itu. Oleh karena itu mereka mengesampingkan pernyataan Djoko dan tetap mengacu pada surat FIFA per 3 Maret, usai sidang Komite Eksekutif FIFA.
Djoko juga menceritakan, saat bertemu dengan Blatter, ada oknum FIFA yang mencoba melakukan "intervensi" dan terkesan menghalang-halangi. "Ketika saya mau angkat soal Kode Etik FIFA dan Nurdin tak bisa jadi ketua, tiba-tiba ada oknum FIFA menginterupsi dalam bahasa Prancis," ungkap Djoko.
"Untung ada kawan saya yang segera menerjemahkan ucapan oknum FIFA tersebut. Setelah tahu ada yang membahas omongan dia, oknum FIFA itu tidak berani melanjutkan interupsinya," katanya.
Saat ditanya perasaannya bahwa PSSI menyangsikan kebenaran pernyataan dirinya, Dubes yang mantan wartawan dan anggota DPR itu itu menjawab, "Kalau yang ngomong seperti itu adalah orang-orang yang biasa berbohong, ya saya sih biasa-biasa saja. Tidak perlu tersinggung. Tapi kalau yang ngomong itu terkenal komitmennya pada kejujuran pada kebenaran, dan konsisten, saya tentu akan mencatat itu." (B.82)**
Sumber: Galamedia
By: BP
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment