8 February 2011
AHMAD YANI,(GM)-
Pelatih Persib Bandung, Daniel Roekito dipastikan tidak bisa menurunkan Siswanto saat pasukannya menjamu Semen Padang pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (9/2).
Gelandang yang pernah berkostum Persekabpas Pasuruan, Persmin Minahasa, dan Persema Malang ini terpaksa absen karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.
"Kartu kuning yang didapatkan Siswanto kemarin (lawan Pelita Jaya, red) merupakan yang kedua. Jadi Siswanto tidak main lawan Semen Padang," kata pelatih penjaga gawang Persib, Anwar Sanusi di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (7/2).
Kartu kuning pertama Siswanto didapatkannya ketika Persib bermain imbang 1-1 dengan Persela Lamongan pada laga pertama LSI 2010/2011 di Stadion Surajaya Lamongan, 28 September 2010 lalu.
Sejauh ini, tim pelatih Persib belum menentukan pemain yang akan mengisi pos Siswanto di sayap kanan. Namun ada kemungkinan, Shahril Ishak atau Hilton Moreira yang duduk di bangku cadangan pada saat menghadapi Pelita Jaya bakal menggantikannya.
Berbeda dengan Siswanto, Hariono yang juga diganjar kartu kuning oleh wasit Olehadi (Tangerang) pada laga melawan Pelita Jaya, Minggu (6/2), masih tetap bisa dimainkan. Sebab, kartu kuningnya itu merupakan yang pertama setelah ia menjalani hukuman akumulasi kartu kuning pada saat menghadapi Persisam Putra Samarinda di Stadion Segiri Samarinda, 20 Januari lalu.
Butuh Bagja
Selain Siswanto, Persib juga masih menghadapi krisis penjaga gawang pada laga melawan Semen Padang. Sebab dua penjaga gawang utama Persib, Markus Horison dan Cecep Supriyatna masih belum bisa diturunkan pada saat menghadapi Semen Padang.
"Markus dan Cecep sepertinya belum bisa dimainkan. Markus masih dalam pemulihan, sedangkan Cecep masih merasakan sakit jika jongkok. Karena itu, kita masih akan meminjam (Rizki) Bagja dari Persib U-21 untuk mendampingi Dadang (Sudrajat)," kata Away, sapaan akrab Anwar Sanusi.
Belum bisa dimainkannya Markus dan Cecep diamini dokter tim Persib, dr. Rafi Ghani. "Keduanya masih sangat riskan jika dimainkan," kata Rafi. (B.82)**
Sumber: Galamedia
By: BP
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment