Kemenangan PSPS ini diwarnai aksi kiper Persib, Markus Haris Maulana, yang mengamuk usai pertandingan.
Ya, ketika wasit Maslah Ikhsan meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, kiper nomor satu timnas Indonesia ini langsung berlari ke tengah lapangan mengejar sang pengadil. Markus melakukan protes ke wasit dan ia dibantu asisten pelatih Persib, Roby Darwis, manajer Umuh Muchtar, dan pemain Persib lainnya.
Tapi, wasit tetap pada keputusannya dan berjalan meninggalkan lapangan menuju ruang ganti sambil diamankan panitia pelaksana. Tak puas karena protesnya diabaikan wasit, lantas Markus masuk menuju ruang ganti dan sempat menendang pagar pembatas menuju ruang ganti. Pagar tersebut akhirnya jebol.
Aksi tak terpuji Markus mendapat ejekan dari salah satu penonton yang berdiri di tangga VIP. Ejekan tersebut membuat Markus semakin brutal, ia langsung keluar dan mengejar sang penonton. Untung, panitia dan aparat keamanaan sigap dan suasana bisa dikendalikan.
Pelatih Persib, Jovo Cuckovic tak mau bicara banyak terkait aksi Markus ini. ‘’Saya sudah ingatkan dia agar tenang, tapi dia tidak peduli,’’ ujarnya. Wali Kota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM mengecam aksi Markus ini.
‘’Dia pemain nasional harusnya memberikan contoh yang baik. Kalah dan menang itu biasa,’’ ujarnya. Hal senada juga disampaikan manajer tim PSPS, Dastrayani Bibra. Dia sangat menyayangkan perilaku brutal Markus itu.
"Sangat tidak terpuji. Kami sangat menyayangkan aksinya. Bila perlu PSSI menilik kembali soal pemain timnas yang diambil memperkuat Indonesia,’’ ujar Dastrayani.
Sumber: BolaIndo
By: BP

0 comments:
Post a Comment