Asisten pelatih Robby Darwis mendapat sorotan karena lini belakang Persib tergolong rapuh. Maklum, sebagai pemain yang pernah menempati posisi libero dan stopper, Robby diharapkan bisa menularkan ilmunya dan membenahi lini belakang "Maung Bandung". Melalui jejaring sosial "fasebuk bobotoh" yang dikelola Desk Olah Raga Pikiran Rakyat, bobotoh memiliki kesempatan bertanya langsung kepada Robby Darwis.
Desri-Kebonkalapa Bandung
Kang Robby, saya cuma mau tanya, sebenernya apa sih yang diperlukan untuk jadi juara?
Pelatihnya atau pemainnya? Soalnya tiap Persib kalah, kenapa yang dipersalahkan pelatihnya?
Ya kalau memang untuk juara, dari segi manajemennya harus kompak, terus pelatihnya juga harus kompak, pemainnya pun begitu. Kalau satu kalah ya kalah semua, jangan terbiasa saling menyalahkan. Dalam pengambilan pemain pun harus benar-benar objektif terutama harus bisa memenuhi kekurangan tim Persib sebelumnya di sektor mana misalnya, itulah pemain yang harus diambil. Kalau yang sudah bagus mungkin tinggal dibina dan menambahkan sedikit motivasi, jangan sampai rekrutmen itu masing-masing punya pemain didatangkan. Kalau begitu selamanya enggak akan kompak dan terutama jadi saling menyalahkan. Selama ini kalau menang engak masalah, kalau kalah yang kecil jadi besar. Bagi saya kalah itu tanggung jawab semua mulai dari manajemen, pelatih dan pemain.
Rofi-Ciamis
Kang, kenapa Persib teh maennya jadi jelek gitu. Menurut akang kekurangan apa sih Persib ini hingga sulit untuk mencapai kemenangan?
Saya rasa kalau permainan memang sedikit menurun dari yang terdahulu. Untuk mencapai kemenangan kita tidak mengandalkan satu atau dua orang pemain. Kalau ingin menang ya kita kompak di lapangan, jangan sampai ada main individu, kalau begitu kita pasti kerepotan. Makanya di sini perlu adanya kerja sama tim setiap hari, pada pertandingan dan setelah latihan.
Niclas Rai-Bandung
Kang Robby menurut Anda bagaimana kinerja kepelatihan Mr.Jovo?
Menurut saya, terlepas dari Darko atau Jovo, yang namanya ngelatih harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dulu. Jadi harus bisa menyesuaikan, jangan memang seperti angkuh. Ya harus bisa membedakan antara Eropa dan Bandung. Kalau tidak bisa adaptasi bisa kerepotan, karena cara kita terlebih dengan pendekatan. Dengan demikian latihan bisa enjoy dan variatif, karena kita butuh kekompakan terutama komunikasi dari individu maupun tim. Saya rasa komunikasinya (Jovo) kurang.
Muhammad Imran- Bandung
Kang Robby seandainya dijadikan pelatih apakah Anda sudah siap dan bisa bawa Persib juara?
Insya Allah saya bisa kalau memang kebutuhan pemain sesuai dengan yang diharapkan oleh pelatih dipenuhi. Saya dibesarkan di Persib, secara prestasi sudah bisa dilihat buktinya. Apa pun itu seorang pemain seorang legenda harus bisa menularkan ilmunya dan insy Allah bisa membawa nama baik Persib. Bisa bikin juara Persib yang selama sepuluh tahun lebih enggak juara. Mudah-mudahan sekuat tenaga bisa bikin Persib juara di Liga Super.
Ryzad-Ciranjang
Kang Robby saya mau nanya, apakah manis dan pahitnya setelah beberapa tahun mengarsiteki Persib?
Suka dan duka, mungkin udah pada tahu, kalau menang itu suka, gembira, pemain rasa enak, bicara enak. Nah dukanya sepeti ini kita kalah berturut-turut kita susah membangkitkannya. Sekarang meramu dan membangkitkan mental dari keterpurukan. Mau ngomong susah, Persib ditanya terus kenapa kalah.***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment