RASA nyaman dan tenang dirasakan pemain belakang Persib Bandung Baihakki Khaizan. Ia sudah sekitar dua bulan merumput bersama tim Maung Bandung. Atmosfer tersebut diakuinya tidak didapatkannya di negara asalnya, Singapura.
"Di sini membuat saya betah. Anak-anak (para pemain), manajemen, suasana Bandung, semuanya," ujar pria kelahiran 31 Januari 1984 itu.
Dia bercerita, di negaranya kerap dirinya merasa stres karena kondisi kota yang sangat sibuk dan penduduknya gila bekerja.
"Oleh karena itu, waktu juga terasa sangat cepat. Segala sesuatu kayanya harus cepat. Kalau di sini, hari-harinya kerasa lebih panjang. Jadi enggak menambah beban pikiran. Saya juga jadi lebih tenang," ujarnya.
Ditambah lagi, saat ini anak dan istrinya sudah berada di Kota Bandung sehingga hari-hari yang dihabiskannya di Bandung terasa lebih lengkap dengan kehadiran keluarga.
Ketika bermain di lapangan dengan skuad Persib lainnya, ayah dari satu anak itu sering terlihat vokal di antara pemain lainnya. Suaranya sering terdengar berteriak seperti "Balik ke posisi", "Dikit lagi tadi tuh," "Ambil, ambil", dan teriakan lainnya.
Baihakki mengaku hal tersebut sudah menjadi kebiasaan dalam gaya bermainnya. "Bukan artinya banyak ngomong. Saya dari mulai junior memang lebih vokal di lapangan daripada yang lain. Semakin saya senior dan matang bermain sepak bola, secara natural hal itu sudah ada di dalam diri saya," katanya.
Dia percaya dengan melakukan hal seperti itu, komunikasi antarpemain bisa terjalin dan dengan sendirinya kekompakan akan terbangun. Dia menuturkan, tidak menjadi masalah jika ada yang tidak suka dengan gaya permainannya. "Akan tetapi, alhamdulillah sampai saat ini enggak ada yang menjelek-jelekan saya karena itu. Saya orangnya di lapangan ya di lapangan, di luar beda lagi. Saya lebih tenang dan santai," ucap pria yang sedang menunggu kehadiran anak keduanya itu.
Baihakki bahkan bersyukur karena dengan sifat yang dimilikinya itu justru menjadi salah satu alasan banyak orang yang senang untuk berteman dengannya. Seperti ketiga temannya yang telah menjadi sahabat kental selama empat belas tahun bersama-sama meniti karier di sepak bola.
Mereka adalah Shahril Ishak (Persib), Muhammad Ridhuan (Arema), dan penjaga gawang timnas Singapura Hassan Sunny. Keempatnya sudah bersama bermain sepak bola sejak usia 12 tahun. "Saya mulai karier dengan mereka dari nol, dari hidup kosong hingga ada sekarang, alhamdulilah. Kami sudah sama-sama mengerti satu sama lain," katanya.
Meskipun saat ini hanya dirinya dan Shahril yang bermain di klub yang sama, Baihakki mengatakan, kedekatan mereka tidak akan berubah. Lagi pula, keempatnya masih akan bertemu kembali saat berlatih bersama Timnas Singapura nanti.
"Sekarang yang saya dan teman-teman fokuskan adalah untuk mendapatkan kemenangan pertama di laga kandang. Mudah-mudahan dari situ, kami akan mulai enak mainnya dan terus meraih kemenangan," katanya. (Siska Nirmala Puspitasari/"PR")***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment