Sweeping Bobotoh!

23 October 2010 BLK. FACTORY,(GM)-
Untuk mengantisipasi aksi anarkistis oknum suporter yang akan memberikan dukungan pada laga Persib melawan PSM Makassar di Stadion Siliwangi, Sabtu (23/10), PT KA Daop 2 Bandung akan memperketat penjagaan di setiap stasiun pemberhentian. Tidak hanya itu, PT KA Daop 2 Bandung juga akan menempatkan sejumlah personel kepolisian di atas kereta api.

Kepala Humas PT KA Daop 2 Bandung, Bambang S. Prayitno, Jumat (22/10) mengatakan, upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya aksi anarkistis oknum bobotoh yang melakukan perusakan fasilitas KA lokal Cibatu-Purwakarta. Akibat kerusakan tersebut PT KA mengalami kerugian cukup besar.

"Kita sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, untuk menambah personel dua kali lipat dari biasanya. Termasuk menempatkan aparat kepolisian di setiap stasiun dan di atas kereta api," jelasnya.

Rencananya personel kepolisian akan diterjunkan di Stasiun KA Purwakarta sebanyak 25 orang, Stasiun KA Ciroyom 20 personel, 5 personel lagi di Stasiun KA Padalarang, 10 personel di Stasiun KA Bandung, 17 personel di Stasiun KA Cikudapateuh, dan 20 personel di Stasiun KA Kiaracondong.

"Itu belum termasuk petugas dari polsuska (polisi khusus kereta api), satpam, dan TNI. Pokoknya semua stasiun akan dijaga ketat. Sehingga bila ada oknum suporter yang melakukan aksi anarkistis, petugas kepolisian pun akan langsung menangkapnya," katanya.

Terlebih ada beberapa titik rawan tawuran antara suporter dengan masyarakat yang dilalui jalur kereta api. Seperti di wilayah Andir, Cimindi, Ciroyon, dan Cikudapateuh. "Bentrokan dengan masyarakat pernah terjadi di daerah tersebut, sehingga perlu diantisipasi juga," katanya.

Diharapkan tertib

Bambang menjelaskan, sebagai moda transfortasi layanan publik, PT KA Daop 2 Bandung tidak bisa melarang para suporter dari Purwakarta yang akan datang ke Bandung menggunakan kereta api. Namun pihaknya berharap mereka bisa tertib agar tidak mengganggu penumpang lainnya serta merugikan PT KA.

"Pada awalnya, untuk mengantisipasi terulangnya kembali kejadian itu, PT KA Daop 2 Bandung berencana membatalkan keberangkatan kereta api lokal Cibatu-Purwakarta, tapi hal tersebut tidak kita lakukan karena kita harus melayani masyarakat. Apalagi para suporter juga bagian dari masyarakat. Tapi dalam hal ini kita meminta mereka bersikap tertib dan membeli tiket," katanya.

Rugi Rp 264 juta

Diungkapkan Bambang, aksi perusakan fasilitas KA lokal Cibatu-Purwakarta yang terjadi Minggu lalu membuat PT KA rugi sekitar Rp 35 juta. Sedangkan kerugian akibat peristiwa sebelumnya, yaitu saat para suporter Persib Bandung terlibat perang batu dengan masyarakat di Solo, mencapai Rp 179 juta. Kalau diakumulasikan jumlah kerugian akibat aksi oknum bobotoh dari Januari sampai Mei 2010 mencapai Rp 264 juta. Akibat rangkaian kejadian ini tidak ada seorang pun yang berani menanggung kerugian.

Oleh karena itulah terkait perusakan pada Minggu lalu, pihaknya berencana melayangkan surat kepada pihak panpel dan manajemen Persib. Sehingga diharapkan mereka pun dapat ikut bertanggung jawab. "Kejadian kemarin tetap akan kita proses melalui jalur hukum," katanya. (B.99/B.115)**

Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger