Pada dua laga tandang, pemain yang akrab disapa Fandi ini hanya sebatas menjadi pengganti. Pada laga perdana kontra Persela Lamongan, Fandi diturunkan pelatih menggantikan Pablo Frances. Sedangkan pada pertandingan melawan Deltras Sidoarjo, dia turun menggantikan Atep.
Peluang Fandi untuk bisa menjadi starter dan bersanding dengan Cristian Gonzales memang terbuka. Pasalnya, selama dua laga, tandem Gonzales yakni Pablo tampil jauh dari harapan. Jajaran pelatih sendiri memang tengah melakukan evaluasi atas duet di semua lini, termasuk lini depan.
Fandi mengaku, jika memang diberi kepercayaan, maka dirinya siap tampil all out. Apalagi, selama ini dia melihat performa tim Maung Bandung belum maksimal. “Pasti greget melihat tim tampil belum bagus. Makanya saya siap tampil full time jika dibutuhkan,” ungkap Fandi, Kamis (7/10/2010).
Eks pilar Arema Indonesia ini mengaku, persoalan komunikasi dan kerjasama tim masih menjadi persoalan pada dua laga tersebut. Selain itu, dia melihat masih ada jarak antar lini yang kurang padu. Makanya, jarak tersebut bisa dimanfaatkan lawan.
Pemain asal Jakarta ini mengaku, soal formasi 4-4-2 yang diterapkan pelatih Jovo Cuckovic sebetulnya tidak ada masalah. Malahan, kata Fandi, tim modern harus menerapkan strategi modern pula. Di Arema musim lalu, pelatih Robert Rene Alberts pun menerapkan pola 4-4-2 atau bisa menjadi 4-2-3-1. “Dan ternyata kita sukses karena semua pemain saling mengerti dan mau membantu di lapangan,” jelasnya.
Sumber: BolaIndo
By: BP

0 comments:
Post a Comment