Di luar persoalan sepak bola, pemain lini tengah Persib, Siswanto tengah bersiap menantikan kehadiran bayi pertamanya. Suami dari Dora Bonawati ini mengatakan, kehamilan istri yang dipersunting pada Juni 2009 itu tengah memasuki usia dua bulan.
Dengan raut wajah berseri, pemain yang juga pernah memperkuat dengan Persib pada LSI musim 2008-2009 ini meluapkan kegembiraannya. Dikatakan, sang istri rupanya mengalami tahapan ngidam juga. Meski begitu, jenis yang diidamkan istrinya tidak yang aneh-aneh. Hanya seputar makanan. Misalnya saja beberapa waktu lalu, Dora, istrinya, sempat menginginkan jambu air.
Agak sulit bagi Siswanto mengabulkan keinginan istrinya itu. "Soalnya jarang ada di toko atau di supermarket. Jalan satu-satunya ya musti ke pasar. Untunglah, mintanya jarang malam-malam. Paling pas pagi hari saja," katanya terbahak.
Ditemui selepas latihan di Lapangan UPI Setiabudhi, Senin (25/10), pemain bernomor punggung 22 ini melanjutkan ada lagi keinginan istrinya yang harus segera diwujudkan pria kelahiran Pasuruan itu. Istrinya ingin agar Siswanto bisa kembali setangguh saat membela Persib dua tahun lalu.
"Sebetulnya adaptasi kembali dengan Persib tidak terlalu sulit. Namun karena pelatihnya ganti, jadi terasa (perbedaannya). Saya lihat pelatih saat ini belum berpadu penuh dengan pemain. Sepertinya harus bisa saling mengenal lagi karakter dan kemauan masing-masing," katanya yang pada LSI musim lalu memperkuat Persema Malang.
Siswanto sudah tak sabar ingin segera menjadi skuad inti Maung Bandung dalam menghadapi Persija, Sabtu (30/10) mendatang. "Sewaktu kemarin tanding melawan PSM Makassar, sebetulnya saya ingin dimainkan. Namun, pelatih belum memberikan kesempatan itu," ujarnya.
Ia juga mengetahui beberapa kelemahan pemain PSM. Namun, pelatih dan asistennya belum percaya sehingga ia hanya bisa duduk di bangku cadangan.
Pria yang baru saja berulang tahun ke-26 pada 9 Oktober lalu ini berharap besar bisa segera bertarung melawan Persija. Meski diakuinya, tidak gampang mengalahkan Persija karena kolektivitas pemainnya bagus. "Mungkin titik lemahnya adalah tingkat semangat tim kami. Kalau Persib bersemangat tinggi, pasti Persija kewalahan. Jika saya diberi kepercayaan membela tim berhadapan dengan Persija, saya ingin "duet" dengan Ismed Sofyan (bek kanan Persija)," katanya tersenyum.
Ia percaya, kekalahan skuadnya kemarin Sabtu tidak akan menjalar ke pertandingan selanjutnya. Bahkan, pertemuan dengan Persija yang berdasarkan sejarah merupakan rival abadi Persib tidak membuatnya gentar. "Tidak masalah kemarin kalah dan besok harus lawan Persija. Karena saya yakin teman-teman di Persib akan bangkit dan mulai menata strategi baru dan meningkatkan kualitas permainan," kata Siswanto.
Lebih lanjut lagi, Siswanto memperkirakan pemain Persija pasti menganggap Persib sedang terpuruk akibat kekalahan kemarin. Untuk itu, ia menyemangati rekan-rekannya agar membuktikan bahwa anggapan Persija salah tentang Persib. "Saya yakin, dalam waktu beberapa hari ke depan, semangat tim akan kembali muncul," ujarnya. (Eva Fahas/"PR") ***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment