ENAM KOMPONEN NUTRISI BELUM TERPENUHI

21 October 2010

BANDUNG, (PR).-
Enam komponen dasar nutrisi makanan pemain Persib belum terpenuhi secara utuh, yakni karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air destilasi (disuling). Meskipun begitu, sudah ada kemajuan signifikan selama berjalannya program tersebut.

Dokter nutrisi tim Persib Bandung, dr. Phaidon L. Toruan mengatakan, tanda-tanda perkembangan fisik pemain sebenarnya mulai terlihat sejak bertanding melawan Persela, akhir September lalu. Namun, kemajuan signifikan sangat terlihat saat tim "Maung Bandung" menggilas Persiba, akhir pekan kemarin.

Dokter Phaidon menjelaskan, saat itu Eka Ramdani dkk. terlihat sangat percaya diri dan tampil dengan kekuatan penuh. Aksi mereka di lapangan hijau terlihat tidak cepat lelah. Terlepas dari dukungan penuh bobotoh, penampilan prima pemain juga ditunjang program nutrisi makanan yang berkelanjutan.

"Coba lihat menu mereka akhir-akhir ini, konsumsi protein dinaikkan, minimal sepuluh butir telur setiap hari. Pesepak bola sudah seharusnya mengonsumsi protein dua kali lebih banyak daripada orang biasa," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Bandung, Selasa (19/10).

Ia melanjutkan, menu asupan nutrisi dibagi ke dalam dua sesi, yaitu sebelum dan sesudah latihan. Sebelum latihan, nutrisi tetap berpegang pada pemberian karbohidrat kompleks, protein tinggi, serta rendah lemak.

Asupan lemak tetap diperlukan, terutama lemak baik (asam lemak essensial) untuk menahan radang pada otot akibat porsi latihan yang berat. Sementara konsumsi daging, terutama sapi, sebelum latihan tetap dihindari karena dapat meningkatkan rasa lelah hingga 20 persen.

Sementara itu, menu seusai latihan, dr. Phaidon mengutarakan, pemain masih bisa mendapat jenis makanan yang "agak enak" seperti masakan dari daging. "Namun, mereka tetap harus mengonsumsi banyak telur, tetapi kuningnya dibuang. Untuk memadatkan otot," katanya.

Untuk selanjutnya, ia akan mencoba memberi asupan buah dan sayuran mentah lebih banyak kepada pemain Persib. "Terutama pisang dan jeruk. Di dalamnya terkandung komponen mineral tinggi yang diperlukan untuk menjaga ketahanan stamina pemain di lapangan," ujarnya.

Dengan progres seperti ini, dr. Phaidon optimistis pemain Persib akan mampu meningkatkan standar kekuatan fisiknya. Oleh karena itu, pada November mendatang ia akan mencoba mengukur fisik pemain melalui "Bleep Score".

Dikatakan, Bleep Score Test digunakan untuk mengukur kemampuan pemain terutama kemampuan anaerobik yang dominan. Berbeda dengan tes VO2Max yang mengukur kemampuan aerobik yang dominan.

Dokter Phaidon menilai, kekuatan fisik pemain Persib berpotensi disamakan dengan atlet internasional lainnya. Saat ini standar "Bleep Score" di Australia adalah 15, sedangkan pemain Premier League 18.

"Kami optimistis karena ada beberapa pemain Persib yang Bleep Score-nya mencapai 14. Targetnya, akhir tahun bisa mencapai 15," kata dr. Phaidon.

Ditemui terpisah, Pelatih Persib Jovo Cuckovic menuturkan program nutrisi makanan sudah seharusnya diterapkan kepada anak buahnya. "Itu bagus. Pemain-pemain di Eropa sana juga menerapkan hal seperti itu," katanya. Namun, dia menuturkan bahwa ada baiknya program tersebut juga tidak dijalankan sendiri-sendiri, tetapi berkesinambungan dengan program latihan yang dia terapkan. (A-176/A-197) ***

Sumber: PR

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger