SUASANA GEMBIRA BERUBAH DUKA

3 September 2010

ISNAN ALI, "PEMAIN PERSIB TIDAK SIAP MENGHADAPI TEKANAN"

GELANDANG Persib Esteban G. Vizcarra tertunduk lesu. Sementara itu, gelandang Sriwijaya FC Dirga Lasut mengangkat tangan, setelah pertandingan Djarum Inter Island Cup 2010, di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Rabu (1/9). Persib dikalahkan Sriwijaya FC 0-6.* ADE BAYU INDRA/"PR"

PALEMBANG, (PR).-
Suasana gembira berubah duka ketika Persib yang sempat unggul pada pertandingan pertama Djarum Inter Island Cup (DIIC) 2010, harus pulang lebih cepat setelah dikalahkan tuan rumah Sriwijaya FC 0-6, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (1/9). RombonganPersib bertolak ke Bandung dari Palembang Kamis (2/9) siang. Wajah para pemain terlihat lesu seakan tidak percaya bisa kalah dengan skor telak.

Pelatih Daniel Darko Janackovic tak banyak memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (1/9) malam lalu. Ia pun lebih memilih menenangi diri. Terlihat dari pukul 1.00 WIB, dia keluar meninggalkan Hotel Aryaduta, tempat tim menginap, bersama asisten Jovo Cuckovic. Wartawan yang menunggu hingga jelang makan sahur, tak melihat sosok pelatih asal Prancis itu.

Persib pada akhirnya finis di posisi terakhir. Padahal hal itu sebelumnya dihindari Janackovic. Pada ajang DIIC, Janackovic menargetkan Persib tidak terhenti pada posisi juru kunci. Namun pada akhirnya Persib terpuruk dengan total kemasukan delapan gol dan memasukkan tiga gol. Sementara itu, Persiba kemasukan tiga gol dan memasukkan lima gol ke gawang lawan.

Hariono yang saat pertandingan dipercaya mengenakan ban kapten, ingin melupakan sejenak kekalahan yang memalukan tersebut. "Sudahlah, sementara dilupakan dulu masalah bolanya. Akan tetapi saya akan belajar terus. Kekalahan tersebut merupakan pengalaman dan pelajaran buat saya dan pemain lain," ucap pemain asal Sidoarjo itu melalui pesan singkatnya kepada wartawan "PR".

Mantan pemain Deltras itu menambahkan, dirinya mewakili rekan-rekannya, meminta maaf kepada semua yang mencintai Persib atas kekalahan tersebut.

Mantan pemain Sriwijaya, Isnan Ali, pun tak menyangka tim yang dibelanya saat itu dengan mudah dikalahkan dengan jumlah gol yang banyak. Padahal sebelumnya Sriwijaya kalah 0-3 atas Persiba dan Persib lebih percaya diri setelah menekuk Persiba.

Sebelumnya, Isnan mengingatkan kebangkitan Sriwijaya perlu diwaspadai setelah kalah dari Persiba 0-3. Motivasi mereka untuk menang lebih besar. "Mereka pasti main all out dan terus menerus menekan Persib, sedangkan kita tidak siap," ucapnya.

Menurut Isnan, kelelahan merupakan salah satu faktor kekalahan yang dialami Persib. Seusai melawan Persiba, Senin (30/8), Persib hanya memiliki waktu pemulihan kurang dari dua kali 24 jam, waktu ideal pemulihan. "Kalau cuma sehari, recovery tidak cukup buat main 2x45 menit," katanya. Persib akan kembali berlatih mulai Sabtu, (4/9) petang di Bandung.

Mantan pelatih Persib U-21, Mustika Hadi mengatakan bahwa kekalahan Persib dari Sriwijaya tidak bisa menyalahkan pemain muda. "Mereka memang masih memerlukan jam terbang," katanya, Kamis (2/9).

Menurut dia, kekalahan Persib merupakan kesalahan pelatih yang kurang fokus ketika melatih masalah taktik. Selain itu, dia juga menilai bahwa pelatih kurang tanggap dalam memadukan pemain.

"Kalau kualitas permainan mereka cukup bagus, tetapi pemain kurang terskema. Sangat kelihatan, lini belakang paling gampang ditembus lawan. Abdul Rahman tidak bisa mengikuti permainan Baihakki yang cepat. (A-183/A-197) ***

Sumber: PR

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger