
PENYERANG Persib Bandung Pablo Frances (tengah) berebut bola dengan tiga pemain Sriwijaya FC Palembang, pada pertandingan Djarum Inter Island Cup 2010, di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Rabu (1/9) malam. Persib kalah telak, 0-6.* ADE BAYU INDRA/"PR"
PALEMBANG, (PR).-
Persib kalah memalukan dan gagal melaju ke final Djarum Inter Island Cup (DIIC) 2010 setelah dikalahkan Sriwijaya FC 0-6 (0-4), di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Rabu (1/9). Dengan hasil tersebut, Sriwijaya FC lolos ke final karena tampil sebagai juara Grup B dan akan berhadapan dengan Persiwa Wamena pada 5 September di Stadion Gelora Sriwijaya.
Wartawan Pikiran Rakyat, Novianti Nurulliah dan Ade Bayu Indra melaporkan dari Palembang, tuan rumah Sriwijaya FC yang memiliki waktu pemulihan lebih lama dari Persib, mampu mendominasi permainan. Gol Sriwijaya FC pada babak pertama masing-masing dicetak melalui hattrick Budi Sudarsono pada menit ke-11, ke-13, dan ke-23. Gol keempat Sriwijaya FC dicetak Park Jung Hwan pada menit ke-25.
Pelatih Daniel Darko Janackovic mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Padahal, permainan berjalan sangat sederhana, tetapi Persib kecolongan enam gol.
"Sriwijaya begitu meledak-ledak menyerang Persib. Gol terjadi begitu cepat. Dalam waktu 25 menit kami sudah kebobolan empat gol. Hasil yang sangat memalukan," ucap Janackovic seusai pertandingan.
Menurut dia, para pemainnya terlihat kebingungan selama bermain, dan dia tidak mengerti hal itu bisa terjadi, terutama pemain muda. "Saya harus melakukan evaluasi dan nanti akan bisa lebih baik," katanya.
Ia berharap kekalahan tersebut dapat terpecahkan setelah datangnya lima pemain Persib yang kini tergabung dalam timnas. Janackovic akan melakukan analisis pemain, salah seorangnya Baihakki Khaizan.
Persib membuka peluang melalui serangan Jejen Zaenal dari sektor kanan Persib pada menit kedua, digagalkan barisan belakang Sriwijaya FC. Pada menit ke-6 Octavianus Maniani nyaris membobol jala Dedi Haryanto, tetapi Wildansyah dengan sigap langsung memuntahkan bola ke luar lapangan.
Budi berhasil mencetak gol perdana bagi tuan rumah. Ia mampu memanfaatkan bola muntah tepisan Dedi hasil tendangan keras Octavianus. Dua menit kemudian, Budi kembali menambah keunggulan tuan rumah setelah mengeksekusi tendangan bebas dari sisi kanan Persib. Gol ini kesalahan Dedi yang salah mengantisipasi bola.
Persib mendapat tendangan bebas dari jarak 25 meter . Cristian Gonzales gagal memanfaatkan peluang karena bola dapat ditepis Fauzal Mubaraq. Bola muntahan Mubaraq yang ditendang Siswanto pun masih bisa diselamatkan.
Pelatih Daniel Darko Janackovic mengganti Wildansyah oleh Gilang Angga pada paruh babak pertama. Pada babak kedua, Janackovic menurunkan Rahmat Affandi dan menarik Siswanto, Jejen diganti Rendi Saputra. Persib kembali dipermalukan oleh gol Octavianus pada menit ke-58 dan skor menjadi 5-0. Oktavianus kembali mencetak gol pada menit ke-71 setelah menerima umpan dari Park Jung Hwan.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Daniel karena di lini belakang dan tengah masih menyimpan banyak kelemahan. Hariono yang menempati posisi gelandang bertahan harus bekerja sendirian karena Esteban Viscarra lemah dalam menjaga pemain lawan. Esteban yang bertipikal playmaker, sering terlambat membantu pertahanan ketika Persib mendapat tekanan. Begitu juga di lini belakang, Baihakki Khaizan dan Abdul Rahman tidak memiliki komunikasi yang baik karena mereka baru main bersama. Begitu juga bek sayap kiri dan kanan yang ditempati Isnan Ali dan Wilandanyah terlalu mudah ditembus trio penyerang Oktavianus, Park Jung Hwa, dan Budi Sudarsono. ***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment