Namun, seiring perjalanan waktu, Maung Bandung kemudian dicela akibat kekalahan 0-6 dari Sriwijaya FC (SFC). Beruntung kekalahan itu terjadi di pramusim. Jika di kompetisi sebenarnya, tekanan tentu akan lebih besar. Namun, hasil di IIC tetap mesti dijadikan bahan evaluasi, termasuk mengukur efektivitas kebijakan menyangkut proses pembelian pemain yang diterapkan Pelatih Persib Daniel Darko Janckovic yang terasa berbelit-belit.
IIC 2010 memang akhirnya menjadi ajang sarat pelajaran seperti yang diharapkan Darko. Secara tim Maung Bandung belum memiliki skuad tangguh dan belum memiliki keseimbangan antara pemain utama dan pelapis. ”Bhaihaki (Kaizan) terlalu dipaksakan bermain. Padahal, dia baru bergabung. Organisasi pertahanan adalah titik paling lemah Persib,” ucap mantan pemain Persib Asep Semantri, mengomentari kekalahan telak Persib dari SFC.
Asep menyatakan tak mempersoalkan apa yang dilakukan Darko yang terlihat ingin melakukan sejumlah eksperimen. Tapi, dia menyayangkan kekalahan dengan skor telak yang dialami Persib dari SFC. ”Meskipun hanya turnamen pemanasan, nama baik Persib tetap harus dijaga. Idealnya, pertandingan pramusim, seperti IIC,dimaksimalkan sebagai ajang mematangkan tim, bukan lagi dijadikan tahap seleksi,” kata Asep.
Terlepas dari absennya lima pilar utama yang dipanggil timnas dan padatnya jadwal pertandingan, Darko menyatakan malu melihat pasukannya dipermalukan Laskar Wong Kito dengan skor begitu mencolok.Apa yang dilakukan Darko selama turnamen adalah cerminan kesiapan Maung Bandung saat ini. Jika pada laga pertama para pemain sukses menjalankan instruksi yang diberikan pelatih asal Prancis itu, di laga kedua rotasi pemain, terutama di lini belakang, berjalan tidak mulus. (mohamad taufik)
IIC 2010 memang akhirnya menjadi ajang sarat pelajaran seperti yang diharapkan Darko. Secara tim Maung Bandung belum memiliki skuad tangguh dan belum memiliki keseimbangan antara pemain utama dan pelapis. ”Bhaihaki (Kaizan) terlalu dipaksakan bermain. Padahal, dia baru bergabung. Organisasi pertahanan adalah titik paling lemah Persib,” ucap mantan pemain Persib Asep Semantri, mengomentari kekalahan telak Persib dari SFC.
Asep menyatakan tak mempersoalkan apa yang dilakukan Darko yang terlihat ingin melakukan sejumlah eksperimen. Tapi, dia menyayangkan kekalahan dengan skor telak yang dialami Persib dari SFC. ”Meskipun hanya turnamen pemanasan, nama baik Persib tetap harus dijaga. Idealnya, pertandingan pramusim, seperti IIC,dimaksimalkan sebagai ajang mematangkan tim, bukan lagi dijadikan tahap seleksi,” kata Asep.
Terlepas dari absennya lima pilar utama yang dipanggil timnas dan padatnya jadwal pertandingan, Darko menyatakan malu melihat pasukannya dipermalukan Laskar Wong Kito dengan skor begitu mencolok.Apa yang dilakukan Darko selama turnamen adalah cerminan kesiapan Maung Bandung saat ini. Jika pada laga pertama para pemain sukses menjalankan instruksi yang diberikan pelatih asal Prancis itu, di laga kedua rotasi pemain, terutama di lini belakang, berjalan tidak mulus. (mohamad taufik)
Sumber: SINDO
By: BP

0 comments:
Post a Comment