Jovo Cuckovic Pelatih Persib

25 September 2010

BANDUNG, (PR).-
Persib melepas Daniel Darko Janackovic sebagai pelatih kepala musim kompetisi 2010-2011. Kursi kepelatihan Persib untuk sementara disepakati jatuh kepada asisten pelatih yang dibawa Janackovic dari Serbia, Jovo Cuckovic. Keputusan tersebut merupakan hasil rapat jajaran Direksi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kamis (23/9) malam.

Direktur Utama PT PBB sekaligus Manajer Persib Umuh Muchtar menuturkan hal itu ketika ditemui di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani Jumat (24/9) pagi. Menurut Umuh, tertutup peluang untuk mempertahankan Janackovic di tubuh Persib. "Kalau dipertahankan, anak-anak (pemain) mau dikemanakan," ucap Umuh.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh Umuh, Glenn Sugita (konsorsium), Muhammad Farhan (Wakil Direktur PT PBB), Kuswara S. Taryono (komisaris), dan Zainuri Hasyim (komisaris utama) tersebut, kata Umuh, sepakat untuk mengangkat Jovo sebagai pengganti Janackovic. Lelaki 61 tahun itu dinilai lebih kompromis dibandingkan dengan pelatih asal Prancis itu. Selain itu, para pemain Persib lebih nyaman menerima instruksi Jovo dibandingkan dengan Janackovic.

"Jovo pun telah menyatakan kesediaannya untuk melatih Persib. Hal itu sudah dikonfirmasikan oleh Farhan (Wakil Direktur PT PBB) kepada Jovo katanya dia bersedia. Dia dipastikan akan segera datang ke Bandung. Kami tinggal mengurus administrasinya," ujar Umuh.

Menurut Umuh, Jovo terpilih atas beberapa pertimbangan. Ia merupakan pelatih yang berlisensi A UEFA sama halnya dengan Janackovic meski dirinya belum melihat wujud sertifikat kepelatihan milik Jovo.

"Kalau syarat-syaratnya memenuhi ya tidak masalah, Jovo akan diresmikan sebagai pelatih kepala Persib. Namun, apabila Jovo batal, kami pun telah mempersiapkan beberapa pelatih alternatif lainnya yang sudah disetujui oleh jajaran direksi juga. Akan tetapi, saya tidak akan menyebutkan siapa pelatih yang dimaksud untuk menjaga agar individu yang kami sebutkan itu jadi terlalu berharap," kata Umuh yang sempat menuturkan pelatih asal Inggris sebagai salah satu kandidatnya.

Menurut Umuh, apabila Jovo sudah berada di Bandung, Sabtu (25/9) pagi ini, sosoknya akan terlihat di Stadion Siliwangi untuk memantau pemain sebelum bertolak ke Lamongan, Minggu (26/9) untuk menghadapi laga perdana melawan Persela, Selasa (28/9). Kehadiran Jovo akan dibantu oleh seorang penerjemah yang sebelumnya mendampingi Janackovic, Ino Imran. Kepada Ino pun, diultimatum untuk memperbaiki sikapnya.

Mengenai nilai kontrak yang akan ditawarkan Persib terhadap Jovo, Umuh dengan tegas menyatakan tidak akan ada perubahan dari nilai kontrak sebagai asisten pelatih. Jovo yang dipatok harga Rp 600 juta untuk satu musim.

Umuh menambahkan, meski Janackovic batal menjadi Pelatih Persib, pihaknya tetap memberikan kompensasi terhadap kontribusi pelatih berdarah Serbia itu. Janackovic telah menyalurkan ilmunya kepada pemain Persib selama dua bulan terakhir ini. Pihaknya menyiapkan sejumlah nilai uang untuk membayar jasa Janackovic tersebut.

"Kita masih menggunakan adat timur, bagaimanapun dia telah berkontribusi kepada Persib," ucapnya.

Menurut Umuh, para pemain Persib pada umumnya menyerahkan pemilihan pelatih Persib tersebut kepada manajemen. Mereka yang merekomendasikan Jovo sebagai pengganti Janackovic telah dikabulkan oleh jajaran Direksi PT PBB. "Anak-anak setuju terserah manajemen saja. Hal itu untuk kebaikan Persib juga," ucapnya.

Markus

Umuh menambahkan, dalam pertemuan tersebut sikap Markus Haris Maulana ikut dibahas. Umuh hanya memberikan peringatan terhadap kiper asal Medan itu yang terlibat insiden di Cirebon tersebut. "Saya tidak ingin kejadian seperti kemarin terjadi lagi, karena itu kejadian pertama selama 77 tahun ini," ujarnya.

Sementara itu, Komisaris PT PBB Zainuri Hasyim yang ditemui pada pertemuan serupa bersama Wakil Manajer Dedy Firmansyah mengatakan, kasus yang menimpa Janackovic bukanlah pemutusan hubungan kerja atau pemecatan. Persib memutuskan tidak memakai jasa Janackovic atas alasan ketidakcocokan. Hal itu dilakukan untuk kebaikan Persib, pemain, dan manajemen.

"Kami pun telah menyampaikan alternatif pelatih pengganti kalau Jovo tidak siap. Kami harap nanti pelatih bisa berkesinambungan, daripada mengganti pelatih dengan yang baru. Hal itu sama saja memulai dari nol, mending kita teruskan saja yang ada. Kami tinggal mengecek statusnya Jovo. Kalau bukan lisensi A, ya enggak bisa. Seandainya ada kandidat lain, ya harus pelatih asing," ucapnya.

Kapten tim Nova Arianto mengatakan, para pemain pada umumnya tidak keberatan akan dilatih Jovo. Namun, seandainya Jovo jadi melatih Persib, sebelumnya antara Jovo dan pemain harus melakukan kesepahaman bersama. Kedua pihak sama-sama mengerti apa yang diinginkan. "Jovo selama ini cukup baik. Semoga ke depannya bisa lebih baik dan kami optimistis Persib bisa lebih baik dengan Jovo," katanya.

Pemain yang melakukan tindakan indisipliner akan ditindak tegas. Hal itu termasuk dengan kasus Markus Haris Maulana terhadap Daniel Darko Janackovic di Cirebon pekan lalu. Sikap tersebut dinilai tidak etis sebagai seorang pemain profesional. Demikian diungkapkan Zainuri Hasyim kemarin.

"Di Persib ini tidak ada istilah anak emas. Saya harapkan apabila ada masalah dalam tubuh Persib kita selesaikan bersama. Kami membuka saluran untuk bicara. Di sini ada saya, Pak Umuh (Manajer Persib)," ucapnya kepada wartawan.

Dengan demikian, menurut mantan Pangdam III Siliwangi itu, segala masalah dalam tubuh Persib dapat terselesaikan secara internal. Saat ini, setidaknya seusai insiden di Cirebon, Persib tercoreng kesan yang kurang bagus.

"Kejadian kemarin, seakan-akan pemain dapat menurunkan pelatih. Padahal, yang berhak mengangkat pelatih adalah manajer, yang berhak mengangkat pemain adalah pelatih, bukan sebaliknya," ujar Zainuri. (A-183)***

Sumber: PR

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger