Sesaat setelah wasit Olehadi meniup peluit panjang, kesedihan menyelimuti seluruh personil Persib. Mereka menunduk di lapangan tak percaya Persib dikalahkan oleh Sriwijaya FC dengan skor sanat telak 6-0.
Begitu pun di bench pemain cadangan. Seluruh personil tertunduk lesu tak kuasa melihat papan skor Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang yang memperlihatkan skor yang sangat kontras 6 gol tanpa balas.
Salah satu "terdakwa" dalam pertandingan ini adalah pelatih anyar Persib, Daniel Darko Janackovic. Darko menjadi sentral dari luapan kekecewaan dari bobotoh yang mengecam atas kekalahan ini.
Seusai pertandingan, Darko hanya bisa tertegus di salah satu bangku di bench cadangan. Kedua tangannya menutup wajahnya yang memerah karena malu dengan hasil bodoh ini.
"Terus terang saya malu, dengan hasil pertandingan ini," kata Darko, sambil sesekali jari jemarinya mengusap matanya.
Memang kekalahan ini adalah kekalahan terbesar Persib dari tim lokal Indonesia sepanjang sejarah. Kekalahan terbesar Persib selama berkiprah di Liga Indonesia tidak lebih dari 3-0 saja atau selisih 3 gol.
Persib memang pernah kalah dalam limit skor 6 gol lebih, namun saat itu Persib dikalahkan oleh tim-tim asal Eropa, seperti saat dikalahkan AC Milan dengan skor 8-0 pada tahun 1995.
Darko seolah-olah menggali kuburannya sendiri dengan kekalahan besar ini. Setelah sempat mempertontonkan permainan cantik melawan Persiba kemarin, Darko yang sempat dipuji kini kembali dikecam oleh para bobotoh. (tor)
Sumber: Tribun
By: BP

0 comments:
Post a Comment