SPONSOR BERLAKUKAN PENALTI DENDA

26 August 2010

JAKARTA, (PR).-
Masih tersendatnya pertandingan sesuai dengan jadwal pada Liga Super Indonesia (LSI) musim lalu membuat sponsor utama, PT Djarum Indonesia akan bertindak tegas pada pelaksanaan LSI musim 2010-2011. Jika tahun lalu penalti tidak diberikan untuk pertandingan yang gagal karena izin pertandingan, untuk musim ini akan diberlakukan.

CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono menuturkan, untuk musim kompetisi ini segala bentuk kegagalan dalam pertandingan akan dikenalan pinalti meski dengan grade yang berbeda. Menurut dia, kerja sama dengan pihak sponsor tentu karena berbasis bisnis. Jika aspek komersial terabaikan, pihaknya pun mengaku menerima konsekuensi tersebut.

"Konsekuensi denda ini adalah sesuatu yang wajar. Spiritnya ini dilakukan untuk memproteksi pertandingan. Karena berbicara kerugian, denda ini tidak sebanding dengan besarnya kerugian yang harus ditanggung akibat kegagalan bertanding. Hampir sekitar 50 persen kehilangannya," ujar Joko di Sekretariat PSSI Pusat, Senayan Jakarta, Rabu (25/8).

Berdasarkan perjanjian kerja sama dengan pihak sponsor, ada beberapa prosedur yang membuat sebuah laga terkena denda, yakni pertandingan gagal terlaksana meski sudah terjadwal, pertandingan digelar tanpa penonton, atau pertandingan tetap ada penonton tetapi berpindah home ground. "Untuk konsekuensi terakhir, yakni pertandingan tetap digelar tetapi berpindah home ground ini berimplikasi berkurangnya penonton karena berpindahan tempat. Misalnya, seperti kasus Persija yang pindah ke Solo kemarin," tuturnya.

Untuk permasalahan konsekuensi penalti, tahun ini pertandingan yang gagal digelar karena tidak adanya izin dari pihak kepolisian apabila pemberitahuannya terlambat, juga akan terkena denda. Besaran denda bisa mencapai maksimal Rp 100 juta. Hal itu berkaca pada besarnya kerugian yang harus ditanggung untuk satu pertandingan pada musim lalu. "Memang mulai musim ini diterapkan. Oleh karena itu, kami menerapkan klub agar segera memberikan jaminan dari pihak keamanan H-14 sebelum laga dimulai. Jika klub tidak sanggup, H-7 mereka harus lapor diri kepada Liga agar bisa kami ambil alih. Dengan adanya denda ini, jadi potensi WO seharusnya tidak ada, karena ada Liga yang bisa mengambil alih pertandingan," ujarnya.

Untuk besaran penalti musim ini, Joko mengatakan, nilainya masih dibicarakan dengan pihak sponsor. Namun, yang pasti nilainya berbeda. "Musim lalu, jumlah denda dihitung dari total kontrak dibagi dengan jumlah pertandingan. Kerugiannya sekitar itu jika diratakan," kata Joko. (A-161)***

Sumber: PR

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger