
CRISTIAN Gonzales (kanan) berebut bola dengan Rendi Saputra pada sesi latihan di Lapangan Brigif, Kota Cimahi, Minggu (8/8). Persib akhirnya mendapatkan izin memakai Lapangan Sepak Bola Sabuga ITB untuk menggelar latihan malam selama bulan Puasa.* ADE BAYU INDRA/"PR"
BANDUNG, (PR).-
Persib Bandung pada akhirnya mendapatkan izin memakai Lapangan Sepak Bola Sabuga Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menggelar latihan malam selama bulan Puasa. Persib dijadwalkan latihan setiap harinya mulai pukul 20.00-22.00 WIB terhitung Kamis (12/8) besok. Lapangan ITB dinilai cukup representatif untuk digelarnya latihan malam karena dilengkapi dengan pencahayaan yang cukup dibandingkan dengan lapangan yang direkomendasikan sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Manajer Persib Dedy Firmansyah pada saat sesi latihan sore di Lapangan Sepak Bola Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa (10/8).
"Sudah diizinkan untuk menggunakan lampu sampai jam 22.00 WIB. Sebelumnya, di lapangan tersebut hanya diizinkan penggunaan lampu hingga pukul 21.00. Untuk sementara ini, belum ada alternatif lapangan lain karena kalau Stadion Persib lampunya kurang maksimal," katanya.
Menurut dia, semula manajemen mengusulkan agar latihan digelar pada sore hari tetapi pelatih Daniel Darko Janackovic menyatakan hal itu tidak akan maksimal. "Akhirnya kami menyetujuinya atas permintaan pelatih dan memilih ITB sebagai tempat latihan sementara hingga puasa berakhir. Jadi (latihan) harus kita lakukan malam hari dan dilaksanakan seusai salat Tarawih," katanya.
Meskipun jadwal tersebut terlihat berdekatan dengan pelaksanaan Tarawih, Dedi yakin kegiatan tersebut tidak akan berbenturan. Sementara itu, Janackovic mengatakan pada hari pertama puasa tim tidak menggelar kegiatan latihan. Pemain diliburkan dan latihan akan dilanjutkan Kamis (12/8) malam di lapangan ITB. Selama latihan tersebut, pelatih asal Prancis itu menyatakan akan menerapkan latihan secara perlahan.
Mengenai rencana pertandingan persahabatan pramusim, Janackovic mengakui masih dalam persiapan. Menurut dia, kini para pemain yang belum mendapatkan paspor sedang dalam proses pembuatan.
Latihan tetap
Asisten pelatih Persib Robby Darwis yang dihubungi terpisah mengatakan, program latihan selama bulan Puasa nampaknya tidak ada perbedaan dengan latihan seperti biasanya. Tim langsung melaksanakan latihan fisik dan taktik sebagaimana yang diinstruksikan Janackovic. Pada waktu itu hanya terdapat perbedaan waktu latihan.
"Mengenai pemberian materi di kelas pun tampaknya kami tidak akan melakukan hal seperti itu. Selama bulan puasa normal saja latihannya. Seperti sebelumnya kami menekankan bagaimana memanfaatkan umpan dari sayap untuk mencipatakan gol, mungkin nanti akan meningkat pada latihan bagaimana caranya bertahan," tuturnya.
Robby menambahkan, selama bulan puasa ini anak asuhnya hanya diminta untuk tetap disiplin dan memenuhi peraturan pelatih selama latihan berlangsung. Pihaknya tidak menerapkan peringatan apa pun karena suasana bulan Puasa bukanlah yang pertama kali dialami pemain yang rata-rata muslim.
Sementara itu, striker Persib Airlangga Sucipto mengatakan waktu ibadah Tarawihnya akan sedikit terganggu dengan jadwal latihan selama bulan Ramadan tersebut. "Ya itulah (terganggu), tetapi mudah-mudahan bisa dijalani dengan baik. Salat dulu, baru latihan," katanya.
Airlangga mengatakan, tidak ada persiapan khusus menjelang Ramadan. Ia hanya berharap diberikan kekuatan dan kelancaran untuk menjalani latihan selama bulan suci tersebut. Mengenai pengaturan makanan yang diterapkan pelatih, pria kelahiran Jakarta, 22 November 1985 tersebut mengatakan tidak ada masalah. Semua saran dokter gizi dan pelatih akan selalu diikuti.
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment