Viking Persib Club tidak bermaksud menurunkan pelatih.
Aksi unjuk rasa dilakukan kelompok pendukung terbesar Persib Bandung, Viking Persib Club, awal pekan ini yang dipicu oleh lamanya pembentukan kerangka tim oleh pelatih baru Daniel Darko Janackovic.
Dalam aksi tersebut, beragam spanduk yang bertuliskan "Save Our Persib", "What's wrong Darko?" dan lainnya terbentang di stadion UPI Bandung memprotes kebijakan Darko.
Beberapa pihak menilai aksi yang dilakukan oleh para loyalis Maung Bandung ini prematur karena pelatih baru saja menangani tim dan proses seleksi yang panjang adalah harga yang memang harus dibayar untuk meyakinkan pelatih mendapatkan pemain yang dibutuhkan karakter tim dan sesuai dengan strategi yang akan diterapkan.
Namun, di acara Persib Aing STV, panglima Viking Persib Ayi Beutik, mencoba meluruskan dan menggarisbawahi maksud aksi yang dilakukan oleh ratusan bobotoh tersebut.
"Kita tidak bermaksud menjatuhkan atau meminta Darko mundur," ujar Beutik.
"Kami hanya meminta penjelasan mengapa proses seleksi berjalan sangat lambat dan banyak pemain berstatus bintang yang sebelumnya diincar Persib, namun di tengah jalan lepas dari bidikan, Zah Rahan contohnya."
"Tidak hanya itu, kami juga ingin memberi sedikit terapi disaat manajemen dan konsorsium tidak berjalan beriringan. Terbukti, setelah kami berunjuk rasa, konsorsium seperti langsung membuka mata dan telinga dan berkumpul hingga berbuah kerangka tim."
"Jangan anggap aksi ini negatif, karena hasilnya terbilang baik dan ini adalah salah satu bukti jika kami mencintai Persib," tandasnya. (gk-15)
Sumber: Goal
By: BP

0 comments:
Post a Comment