Pertandingan akhir di Piala Indonesia tersebut, merupakan laga kedua penuh yang dia lakoni musim ini. Sebelumnya, dia main full ketika mempertahankan gawang Persib di saat dijamu Persisam Samarinda awal Januari lalu sebagai pengganti Sinthawecchai Hathairattanakool yang saat itu cedera. "Saya puas bisa bermain kembali dan menang tanpa kebobolan satu gol pun. Pokoknya alhamdulillah Persib bisa meraih poin sempurna di grup," tutur lelaki 34 tahun itu.
Cecep beberapa kali mampu memeluk dan menepis si "kulit bundar" yang mengarah ke jaringnya dari ancaman Persipasi. Rasa sakit akibat tabrakan saat penyelamatan tak dirasa dan hilang begitu saja ketika Persib menang telak atas lawannya.
Namun Cecep tidak berpuas diri sampai di situ. Dia menyadari masih bayak kekurangan yang masih dia rasakan. Sebut saja, perihal komunikasi dengan pemain belakang yang kerap menjadi kendala selama pertandingan. Lelaki kelahiran 6 November 1975 itu menganggapnya merupakan suatu hal yang wajar. Pasalnya, jam terbang dia akhir-akhir ini memang tak bertambah. "Yah kalau dari pertandingan tadi mungkin tinggal masalah komunikasi saja biar tambah kompak," tutur pemain bernomor punggung 20 itu.
Kendati demikian, lelaki bertinggi badan 172 cm itu mengaku senang bisa bermain dua kali berturut-turut dalam kompetisi tersebut. Apalagi, ia beberapa kali telah melakukan penyelamatan akurat terhadap bola yang ditembakkan oleh penyerang Persipasi. "Yang lebih penting bisa jadi catatan buat pelatih. Ya mudah-mudahan dikasih kesempatan lagi," ujarnya. (Novianti Nurulliah/"PR") ***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment