Mundur demi Harga Diri

17 April 2010 AHMAD YANI,(GM)-
Jaya Hartono akhirnya buka mulut tentang pengunduran dirinya dari kursi pelatih Persib Bandung. Ia menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar, Jumat (16/4) kemarin. Keputusan tersebut telah final dan Jaya lebih memilih beristirahat dari dunia sepak bola hingga Liga Super Indonesia (LSI) berikutnya.

"Saya sudah menyerahkan surat pengunduran diri saya, termasuk laporan pertandingan hingga laga Persib yang ke-27. Tetapi manajemen belum memberikan keputusan. Kendati demikian, sekarang saya ingin istirahat dulu," katanya kepada wartawan di Mes Persib Bandung, Jln. Ahmad Yani, kemarin.

Jaya mengakui, alasan pengunduran dirinya karena sudah tidak sanggup lagi menahan tekanan yang diperolehnya selama ini. Terutama tekanan dari para bobotoh. Baik yang disampaikan secara langsung maupun yang disalurkan melalui media massa. Hal itu membuatnya menjadi tidak lagi memiliki kenyamanan dalam melatih.

"Di koran saya dihujat dan dicaci maki. Bahkan di tempat latihan bobotoh memasang spanduk yang menyudutkan saya. Itu membuat saya menjadi tidak nyaman," ungkapnya.

Namun Jaya mengaku, sejak tahun lalu pun tekanan memang ada. Tetapi tidak sebesar saat ini. Hal itu dirasakannya sejak Persib hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Persija Jakarta, di Stadion Gelora Utama Bung Karno, 25 Maret lalu.

"Manusia memiliki kesabaran. Terlepas dari kelemahan dan kelebihan, saya merasa harga diri saya sudah terinjak-injak. Saya sudah tidak kuat. Tetapi ini sudah saya pikirkan matang-matang. Saya juga sempat tahajud untuk memutuskan ini," akunya.

Padahal, lanjut Jaya, ia telah berusaha bekerja keras demi Persib. Bahkan ia pun tak jarang harus meninggalkan kepentingan keluarga demi Persib. Ini karena Persib dianggapnya sebagai tim besar dan masih dicintainya.

"Musim ini sebenarnya saya sudah deal dengan Persebaya Surabaya, tetapi karena masih cinta dan masih dibutuhkan, akhirnya saya lebih memilih Persib. Tetapi daripada dihina, lebih baik profesi yang dikorbankan. Harga diri lebih penting dari segalanya," tegas mantan pelatih Persik Kediri ini.

Disinggung tentang kemungkinan namanya tetap akan tercatat sebagai pelatih hingga akhir musim, karena persyaratan yang mewajibkan tim harus memiliki pelatih berlisensi A, secara tegas Jaya menolaknya.

"Saya tidak ingin memperoleh uang tanpa bekerja. Masa yang lain berada di lapangan, sedangkan saya hanya duduk-duduk," katanya.

Namun Jaya tetap berharap, suatu waktu nanti, dirinya bisa kembali ke Persib. "Mungkin suatu hari nanti. Jika telah ada perubahan, saya mungkin akan kembali ke Persib," tukasnya.

Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger