Sejak era Liga Indonesia (LI), Jaya merupakan pelatih kelima yang harus menanggalkan jabatannya di tengah kompetisi masih bergulir. Empat pendahulunya yang bernasib sama adalah Suryamin (LI VI/1999-2000), Marek Andrejz Sledzianowski (LI IX/2003), Risnandar Soendoro (LI XII/2006), dan Arcan Iurie Anatolievici (LI XIII/2007).
Dengan adanya keputusan tersebut, sepak terjang Jaya yang mulai menangani Persib pada awal LSI 2008/2009 terhenti di laga ke-61. Dari 61 laga Persib yang dipimpinnya, Jaya mencatat rekor 33 kali menang, 10 seri, dan 18 kalah dengan 104 gol memasukkan dan 70 gol kemasukan. Catatan itu menempatkan Jaya di peringkat dua "klasemen pelatih" Persib sejak LI bergulir di bawah Indra M. Thohir dengan rekor 113 kali main, 58 menang, 26 seri, dan 29 kalah dengan 139 gol memasukkan dan 78 gol kemasukan.
Dalam dua musim menangani Persib, Jaya selalu dibebani target juara. Pada LSI 2008/2009, Jaya hanya membawa Persib menempati peringkat ketiga klasemen akhir di bawah Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Sedangkan di LSI 2009/2010 yang masih berjalan ini, Jaya meninggalkan tim ketika berada di posisi keempat klasemen sementara, di bawah Arema Indonesia, Persipura, dan Persiba Balikpapan.
Di ajang Copa Indonesia 2008/2009, Jaya membawa Persib menembus babak 16 Besar sebelum dihentikan Sriwijaya FC.
Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:
Post a Comment