Pelatih Kepala Persib Bandung Jaya Hartono secara lisan menyatakan mengundurkan diri, Kamis (15/4) sore sebelum tim bertolak ke Karawang untuk menghadapi Piala Indonesia 2010. Jaya telah menyampaikan keinginannya tersebut kepada Wakil Manajer Persib Dedy Firmansyah, asisten pelatih, para pemain, dan ofisial tim di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Kota Bandung.
Manajer Persib Umuh Muchtar saat ditemui di kediamannya, Jln. Desa, Kiaracondong Bandung semalam, membenarkan adanya pernyataan pengunduran diri tersebut. Menurut dia, sebelum Jaya mengungkapkan niatnya kepada pemain, Jaya sempat menghubungi Umuh melalui telefon genggam pada siang harinya.
Jaya mengutarakan keinginannya untuk mundur setelah membaca pemberitaan di media mengenai ultimatum manajemen dan konsorsium PT Persib Bandung Bermartabat yang memberikan kesempatan kepada Jaya pada lima laga tandang untuk membuktikan kemampuannya. Apabila Persib kalah satu kali, posisi Jaya akan dipertimbangkan.
"Dia bilang, Pak saya mohon maaf, untuk kesinambungan dan kebaikan Persib, saya mengundurkan diri. Alasan Jaya, saya sendiri tidak tahu, mungkin karena banyak tekanan, mungkin Jaya enggak kuat di sini. Saya bilang, tahan dulu Jay, sabar dulu apa pun yang terjadi kita bareng-bareng selesaikan. Soal pemberitaan mungkin itu ada kekeliruan," kata Umuh.
Umuh tak bisa menahan keinginan Jaya. Jaya sendiri sudah meminta keluarganya di Kediri untuk segera berkumpul di Bandung. Melihat tindakan Jaya tersebut, Umuh langsung berkonsolidasi dengan konsorsium. Hasilnya, konsorsium pun tidak keberatan dengan keputusan Jaya kalau memang untuk kebaikan. "Saya sendiri belum mengambil keputusan apa-apa. Kalau Jaya memang mundur, keputusan ini, untuk Jaya, Persib dan semuanya. Mudah-mudahan Persib bisa berjalan lancar dan lebih baik lagi," katanya.
Jaya Hartono menjadi pelatih kelima di Persib yang berhenti sebelum habis masa kontraknya. Sebelumnya, Suryamin diganti Indra Thohir pada LI VI 2000. Kemudian, Marek Sledzianowski diganti Juan Paez pada LI IX 2003. Menyusul Risnandar Soendoro LI XII 2006 yang diganti Arcan Iurie. Iurie mengalami nasib serupa dan diganti asistennya, Robby Darwis dan Djadjang Nurdjaman pada LI XIII 2007.
Ditangani Robby
Untuk mengisi kekosongan pelatih hingga akhir musim Djarum Liga Super Indonesia (DLSI) 2009-2010, Umuh menyerahkan tugas Pelatih Kepala Persib kepada Robby Darwis yang selama ini menduduki posisi asisten pelatih. Umuh pun menegaskan tidak akan mencari pelatih baru sampai musim kompetisi berakhir.
"Kalau untuk pelatih baru. Kami akan bicarakan dengan PT Liga Indonesia dulu bagaimana baiknya. Karena harus berlisensi A dan melihat pelatih sekarang lebih baik saya serahkan pada Robby. Jadi sekarang istilahnya Jaya diistirahatkan, tetapi secara teknis di lapangan, Robby yang bertanggung jawab," ucapnya.
Umuh menuturkan, pola pergantian pelatih di Persib sama halnya dengan yang terjadi di Pelita Jaya. Fandi Ahmad mengundurkan diri dan diganti oleh Asisten Pelatih Djadjang Nurdjaman.
"Hak-hak Jaya pasti tetap kami penuhi dan tidak akan kami abaikan, kami juga harus manusiawi. Jaya belum mutlak berhenti karena saya belum menandatangani surat resminya," katanya.
Umuh menambahkan, hengkangnya Jaya dari tim Pelatih Persib diharapkan tidak berpengaruh buruk kepada tim yang akan berlaga di Karawang. Pemain diharapkan tetap tenang. "Jangan sampai ada provokator. Persib jalan, Jaya juga jalan," ujarnya.
Ditemui secara terpisah di Wisma Dharma Bakti atau Puscadnas, Jln. Bali, Kota Bandung, Jaya mengatakan kepada wartawan, bahwa dirinya secara resmi belum mundur. "Saya akan memastikannya Jumat ini sesudah salat Jumat. Tadi saya ke mes hanya untuk pamitan saja ke pemain karena enggak bisa mendampingi mereka Kamis (kemarin) ini," katanya.
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment