Robby, Yusuf, dan Djadjang pantas disebut legenda hidup lantaran mereka merupakan bagian dari generasi emas Persib yang lahir pada dekade 1980-an. Ketiganya merupakan pilar utama Persib dalam beberapa kesempatan menjadi juara Kompetisi Perserikatan dan Liga Indonesia (LI).
Jika ukurannya gelar juara yang dipersembahkannya untuk Persib, Robby pantas disebut sebagai pemain paling legendaris. Sebab, Robby merupakan satu-satunya pemain yang turut mengantarkan Persib menjadi juara empat kali yaitu pada Kompetisi Perserikatan 1986, 1989/1990, 1993/1994 dan LI I/1994-1995. Itu belum termasuk prestasi dua kali menjadi finalis di Kompetisi Perserikatan 1983 dan 1985 ketika Persib ditekuk PSMS Medan lewat drama adu penalti.
Sebagai caretaker pelatih menggantikan posisi Jaya Hartono yang mengundurkan diri, Kamis (15/4), Robby akan ditopang seorang Yusuf Bachtiar, gelandang mungil yang turut mengantarkan Persib menjuarai Kompetisi Perserikatan 1989/1990, 1993/1994 dan LI I/1994-1995.
Kendati sebagai pemain hanya dua kali mengantarkan Persib juara yaitu pada Kompetisi Perserikatan 1986 dan 1989/1990, Djadjang tidak kalah legendarisnya dengan Robby dan Yusuf. Sebab, seperti halnya Robby, Djadjang juga sebenarnya merasakan dua gelar juara lainnya pada Kompetisi Perserikatan 1993/1994 dan LI I 1994-1995, namun sebagai asisten pelatih Indra Thohir. Karena itu, Djadjang menjadi orang kedua setelah Ade Dana yang bisa mengantarkan Persib juara, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Setelah sama-sama berjuang membela panji-panji Persib selama kurang lebih sembilan tahun (1986-1995), kini Robby, Yusuf dan Djadjang harus berhadapan langsung karena berada di tim yang berbeda. Rentang waktu kebersamaan yang lumayan lama membuat ketiganya pasti sudah mengenal karakter masing-masing rekan seperjuangannya. Bahkan, mungkin juga sudah bisa saling mengukur kemampuan melatih sesama rekannya itu.
Entah, karena mungkin sudah "tahu sama tahu", mereka enggan berkomentar soal kemampuan melatih satu sama lainnya. "Kalau soal itu (cara melatih Robby dan Yusuf, red), saya tidak mau berkomentar. Tapi yang pasti, seiring perkembangan waktu, pasti ilmu kepelatihan mereka terus bertambah," kata Djadjang. (endan suhendra/"GM")**
Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:
Post a Comment