Sayangnya, umpan-umpan cantik dan tembakan keras milik lelaki kelahiran Cianjur, 5 Juni 1985, itu mampu dihalau sang kiper "Singo Edan", Kurnia Mega. Setidaknya, ada tujuh kesempatan untuk mencetak gol bagi pasukan "biru" nyaris dilahirkan Atep dengan jarak waktu yang begitu dekat.
Peluang gol pada babak kedua pun tercipta, tetapi lagi-lagi pergerakan si bundar belum berpihak pada Persib. Meski tidak menjaringkan gol, Atep yang bernomor punggung 7 dan memiliki 7 peluang menjaringkan gol, merasa gembira karena Persib menang tepat pada HUT ke-77. Bagi Atep dan juga rekan-rekan lainnya, kemenangan itu merupakan kado paling berkesan.
Meski tenaganya cukup terkuras, pemain yang telah berkiprah selama 1.799 menit pada musim ini, mempunyai andil memberikan kado istimewa pada HUT ke-77 Persib itu. "Semoga impian Persib jadi juara pada musim ini bisa terwujud. Persib benar-benar jadi juara," ucap bapak satu anak itu.
Tentang kegagalan menjaringkan gol, Atep mengaku terlalu buru-buru. "Ya... tadi sih saya merasa emosi, pengen buru-buru cetak gol. Jadinya, kurang tenang dan beberapa kali saya coba lagi tetap saja belum berhasil. Saya akui tadi terlalu bernafsu untuk menciptakan gol sebanyak-banyaknya buat Persib," tutur mantan pemain Persija Jakarta itu.
Rasa sesal tersirat di wajah hitam manisnya. Andai saja dia mampu mengontrol emosinya, mungkin dia akan menambah koleksi golnya selama di Persib. Pada musim LSI tahun ini, Atep baru menjaringkan gol semata wayang ketika melumat Persitara pada putaran pertama.
Pemain tengah ini mengakui, mobilitas dirinya di lapangan saat itu cukup banyak menghadapi hambatan. Hal itu terutama dengan kawalan ketat kedua punggawa Robert Albert, yaitu Ridwan dan Zulkifli.
"Kualitas permainannya tidak ada yang istimewa, sama dengan tim lainnya. Akan tetapi, Arema mempunyai keunggulan dalam organisasi penyerangan dan pertahanan. Mereka cukup disiplin, saya sulit menusuk pertahanan di kiri dan kanan mereka," tutur pemilik postur tubuh setinggi 167 cm itu.
Setelah sepi gol pada babak pertama, dan dijawab pada babak kedua melalui tendangan "El Loco", semangat Persib terus menyala. Keunggulan sementara itu bertahan hingga peluit terakhir dibunyikan Jimmy Napitulu. Hal itu diakui Atep sebagai suatu kebanggaan tersendiri.
Meski kemenangan berharga telah diraih, pemain binaan UNI Bandung itu tidak serta-merta berleha-leha. Ada Persema di depan mata. Dia persiapkan diri untuk memperoleh poin berikut melawan tim sekota dengan Arema itu.
"Saya masih ingat, kemarin kami kalah di kandang mereka 3-0 dan harus dibayar pada laga nanti," ujarnya.
Kita dukung tekad Atep. Buktikan kepiawaianmu di laga Persib selanjutnya dan bawa Persib jadi juara tahun ini. (Novianti Nurulliah/"PR")***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment