
PENYERANG Persib, Hilton Moreira (10), yang dikawal pemain belakang Bontang FC, Patricio Jimenez (3), gagal memanfaatkan peluang mencetak gol lewat sundulan pada pertandingan Liga Super Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Kamis (11/3). Persib unggul 2-1 atas Bontang FC.* ANDRI GURNITA/"PR"
BANDUNG, (PR).-
Bobotoh akhirnya merasa lega dan langsung melepaskan ketegangan dengan berteriak kegirangan serta bertepuk tangan, begitu wasit Armando Pribadi meniup peluit tanda pertandingan berakhir. Bobotoh dibuat tegang karena selama 73 menit, Eka Ramdani dkk. sangat kesulitan membobol gawang Bontang FC.
Padahal, saat itu Persib sedang tertinggal 0-1, tetapi akhirnya bisa membalikkan keadaan menjadi menang 2-1, pada Kompetisi Djarum Liga Super Indonesia (DLSI) 2009-2010, di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Kamis (11/3). Persib kini naik ke peringkat keempat dengan 36 biji kemenangan.
Sekitar 15.000 penonton di dalam stadion terentak kaget ketika pertandingan baru berlangsung satu menit, gawang Persib yang dikawal Markus Haris Maulana sudah jebol akibat kesalahan fatal Maman Abdurahman. Ia bermaksud memberikan passing kepada Nova Arianto di lini pertahanan, tetapi mengarah kepada Fadil Sausu. Fadil langsung memberi umpan kepada Kenji Adachihara yang sudah dalam posisi bebas, dan dia menendang keras ke pojok atas gawang.
"Inilah sepak bola. Ada kesalahan, bisa langsung fatal. Saya mohon maaf karena membuat semua menjadi tegang. Saya bersyukur Persib bisa menang," ujar Maman.
Di ruang ganti pemain, sambil berpelukan, Maman meminta maaf kepada Pelatih Jaya Hartono. Jaya pun membesarkan jiwa Maman agar jangan merasa bersalah dan tertekan karena masih ada pertandingan berikutnya melawan Arema Indonesia pada Minggu (14/3) dan Persema Rabu (17/3).
Bobotoh sempat dibuat frustrasi dalam memberikan dukungan kepada Persib. Beberapa peluang yang seharusnya bisa menjadi gol, terbuang percuma. Hal itu membuat bobotoh yang semula bersikap sportif, mulai berulah dengan melakukan aksi pelemparan botol plastik minuman ke dalam lapangan, setiap ada pelanggaran yang dilakukan pemain Bontang FC. Apalagi, pemain Bontang FC ini juga memancing amarah penonton karena sering mengulur-ulur waktu.
Kebuntuan itu akhirnya terpecahkan dan stadion pun bergemuruh pada menit ke-74. Bola tendangan penjuru yang dilakukan Eka Ramdani disundul Cristian Gonzales. Bergetarlah jala Bontang FC.
Setelah gol itu, Persib makin gencar melakukan serangan dan bobotoh mulai menyanyikan lagu-lagu yang bisa melecut semangat pemain. Pelatih Jaya Hartono menambah dua amunisi striker dengan memasukkan Budi Sudarsono dan Airlangga menggantikan Gilang Angga Kusuma dan Maman Abdurahman. Persib dihuni empat striker sekaligus, setelah sebelumnya ada Gonzales dan Hilton Moreira.
Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya terjadi pada menit ke-83. Bola tendangan penjuru Satoshi mengarah liar di lini pertahanan Bontang FC. Hilton yang tidak terkawal berhasil menyontek bola dan Persib balik unggul 2-1.
"Menggedor permainan bertahan mereka adalah dengan melakukan penyerangan dari sayap dan memberikan bola bawah kepada striker. Namun, di babak pertama, pemain banyak memberikan bola atas, sehingga kami cukup kesulitan," kata Jaya Hartono.
Jaya memasang empat striker sekaligus dengan menempatkan Budi di kiri dan Airlangga di kanan, untuk memecah konsentrasi pertahanan Bontang FC.
"Gaya permainan mereka memang menyulitkan kami di babak pertama, apalagi kami terlalu banyak melakukan bola-bola atas sehingga sulit mengembangkan permainan. Makanya di babak ke-2 saya instruksikan pemain untuk memperbanyak serangan dari sayap dan bola bawah," katanya.
Manajer Bontang FC, Andi Faisal mengatakan, perjuangan anak-anak Persib pantas meraih hasil positif dan memenangi pertandingan. Namun, pihaknya menyesalkan masih adanya pelemparan yang dilakukan oleh oknum bobotoh. Pihaknya akan segera melayangkan protes kepada PSSI. (A-183/A-190) ***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment