Oleh RISNANDAR SOENDORO
LUAR biasa! Itulah kata paling tepat, atas dua penampilan Persib lawan FC Bontang dan Arema Indonesia. Dan, dua jempol lebih dari sekadar pantas diberikan kepada seluruh anggota tim. Baik pemain maupun pelatih. Mereka benar-benar sudah bekerja ekstra keras. Sempat ketinggalan ketika lawan Bontang, dengan modal kepercayaan diri sekuat baja, semangat bertanding khas "Maung" Bandung, serta konsisten bermain sesuai karakter, akhirnya membuahkan kemenangan amat berharga.
Hal serupa ketika meraih tiga poin supervital saat menjamu pimpinan klasemen Arema. Boleh jadi banyak bobotoh yang kurang puas, karena dari minimal empat peluang bersih, hanya satu yang menghasilkan gol. Akan tetapi harus diingat, Arema merupakan tim yang memiliki sistem pertahanan terbaik di Liga Indonesia. Mereka juga bagus dalam melakukan serangan balik. Oleh karena itu, betapa berartinya kemenangan tersebut.
Satu hal yang layak diberi pujian plus, menghadapi sistem pertahanan kolektif nyaris sempurna Njanka dkk., para pemain Persib tidak lagi terjebak oleh permainan umpan-umpan panjang, hanya karena bola ingin segera sampai ke pintu gawang. Kedua sayap Persib, terutama setelah Jaya Hartono kembali menggeser Satoshi ke posisi Gilang Angga di kanan, terus berusaha membongkar pertahanan lawan dengan memanfaatkan lebar.
Lepas dari proses gol sundulan Cristian Gonzales, lagi-lagi seperti saat mengalahkan FC Bontang, berawal dari tendangan sudut . Hal itu membuktikan betapa pentingnya setiap pemain sayap menguasai dengan baik tendangan drive (crossing). Karena mengandung spin (putaran), bola-bola seperti itu biasanya sulit diantisipasi lawan, termasuk oleh penjaga gawang.
Sayang sekali justru kemampuan seperti itu, kurang dikuasai Gilang Angga. Bola-bola Gilang cenderung polos dan ala balon, sehingga mudah diantisipasi lini belakang lawan. Oleh karena itu tepat sekali Jaya Hartono menjadikan Satoshi sebagai alternatif. Seperti berkali-kali saya kemukakan, salah satu kelebihan Si Anak Jepang yang satu ini, dia memiliki drive yang bagus. Jangan lupa gol proses kemenangan Persib ketika lawan FC Bontang, juga diawali tendangan sudut (drive Satoshi.
**
SORE ini Persib akan menghadapi lawan dengan kualitas tidak kalah bagusnya, Persema. Kembali meraih tiga angka, wajib hukumnya. Apalagi ketika bermain di kandang mereka, Persib kalah telak 0-3.
Kemenangan akan memberi makna ganda bagi Persib. Selain menambah perolehan angka, juga memperpendek jarak persaingan, terutama dengan Arema dan Persipura.
Poin menuju gelar juara. Itulah yang dikejar pasukan Jaya Hartono sore ini. Kekuatan Persema sendiri tidak terlalu istimewa. Begitu juga dari segi materi pemain, hampir tidak ada yang menonjol. Seperti tim sekotanya, Persema lebih mengandalkan kolektivitas bermain dan semangat bertanding. Jika pun ada yang perlu diwaspadai, mobilitas gelandang mereka, yang mantan pemain Persib, Siswanto. Apalagi tenaga dia benar-benar fresh, setelah absen saat timnya dikalahkan Sriwijaya FC.
Akan tetapi saya percaya, sebagai "tukang bersih-bersih" Hariono tahu betul apa yang harus dilakukannya. Tampaknya untuk sekali ini Pelatih Jaya Hartono, tidak perlu berpikir soal rotasi. Ya, ada saatnya pepatah klasik don`t change the winning team dijadikan pegangan seorang pelatih. Menang lagi "Maung" Bandung!***
Hal serupa ketika meraih tiga poin supervital saat menjamu pimpinan klasemen Arema. Boleh jadi banyak bobotoh yang kurang puas, karena dari minimal empat peluang bersih, hanya satu yang menghasilkan gol. Akan tetapi harus diingat, Arema merupakan tim yang memiliki sistem pertahanan terbaik di Liga Indonesia. Mereka juga bagus dalam melakukan serangan balik. Oleh karena itu, betapa berartinya kemenangan tersebut.
Satu hal yang layak diberi pujian plus, menghadapi sistem pertahanan kolektif nyaris sempurna Njanka dkk., para pemain Persib tidak lagi terjebak oleh permainan umpan-umpan panjang, hanya karena bola ingin segera sampai ke pintu gawang. Kedua sayap Persib, terutama setelah Jaya Hartono kembali menggeser Satoshi ke posisi Gilang Angga di kanan, terus berusaha membongkar pertahanan lawan dengan memanfaatkan lebar.
Lepas dari proses gol sundulan Cristian Gonzales, lagi-lagi seperti saat mengalahkan FC Bontang, berawal dari tendangan sudut . Hal itu membuktikan betapa pentingnya setiap pemain sayap menguasai dengan baik tendangan drive (crossing). Karena mengandung spin (putaran), bola-bola seperti itu biasanya sulit diantisipasi lawan, termasuk oleh penjaga gawang.
Sayang sekali justru kemampuan seperti itu, kurang dikuasai Gilang Angga. Bola-bola Gilang cenderung polos dan ala balon, sehingga mudah diantisipasi lini belakang lawan. Oleh karena itu tepat sekali Jaya Hartono menjadikan Satoshi sebagai alternatif. Seperti berkali-kali saya kemukakan, salah satu kelebihan Si Anak Jepang yang satu ini, dia memiliki drive yang bagus. Jangan lupa gol proses kemenangan Persib ketika lawan FC Bontang, juga diawali tendangan sudut (drive Satoshi.
**
SORE ini Persib akan menghadapi lawan dengan kualitas tidak kalah bagusnya, Persema. Kembali meraih tiga angka, wajib hukumnya. Apalagi ketika bermain di kandang mereka, Persib kalah telak 0-3.
Kemenangan akan memberi makna ganda bagi Persib. Selain menambah perolehan angka, juga memperpendek jarak persaingan, terutama dengan Arema dan Persipura.
Poin menuju gelar juara. Itulah yang dikejar pasukan Jaya Hartono sore ini. Kekuatan Persema sendiri tidak terlalu istimewa. Begitu juga dari segi materi pemain, hampir tidak ada yang menonjol. Seperti tim sekotanya, Persema lebih mengandalkan kolektivitas bermain dan semangat bertanding. Jika pun ada yang perlu diwaspadai, mobilitas gelandang mereka, yang mantan pemain Persib, Siswanto. Apalagi tenaga dia benar-benar fresh, setelah absen saat timnya dikalahkan Sriwijaya FC.
Akan tetapi saya percaya, sebagai "tukang bersih-bersih" Hariono tahu betul apa yang harus dilakukannya. Tampaknya untuk sekali ini Pelatih Jaya Hartono, tidak perlu berpikir soal rotasi. Ya, ada saatnya pepatah klasik don`t change the winning team dijadikan pegangan seorang pelatih. Menang lagi "Maung" Bandung!***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment