JANGAN TUNDA SANKSI ATAS AREMA

GELANDANG Persib Bandung Eka Ramdani (kedua kiri) berusaha menguasai bola sebelum mengumpannya, dalam sesi latihan "game" di Stadion Persib, Jln. Ahmad Yani, Bandung, Rabu (16/12). Skuad "Maung Bandung" akan bertolak ke Malang, Kamis (17/12) ini.* M. GELORA SAPTA/"PR"
BANDUNG, (PR).-
Persib berharap sanksi tanpa penonton yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Arema Malang bisa diterapkan saat menjamu Persib akhir pekan ini. Hal tersebut sebagai bukti kalau Komdis PSSI dan PT Liga Indonesia konsekuen terhadap peraturan yang sudah dikeluarkan.
Manajer Persib H. Umuh Muchtar mengungkapkan, jika Arema menerima kelonggaran dengan menunda sanksi tersebut, hal itu akan berpengaruh pada klub lain. Selain itu, kredibilitas Komdis PSSI dan PT Liga Indonesia bisa dipertanyakan.
"Saya yakin, saat Persib melawan Arema nanti sanksi tanpa penonton akan tetap diberlakukan. Jika Komdis sudah memutuskan sanksi tersebut, seharusnya Arema bisa mematuhinya," kata Umuh, Rabu (16/12).
Menurut dia, jika Arema tidak didukung suporter setianya, hal ini akan menguntungkan "Pangeran Biru". Biar bagaimanapun, dukungan dari Aremania akan memberikan motivasi tersendiri bagi tim asuhan Robert Rene Alberts itu.
Pada laga tandang kali ini, Umuh menekankan Persib harus bisa mencuri poin. Dia tidak ingin Persib pulang ke Bandung dengan tangan hampa. Target tersebut harus dicapai "Maung Bandung" dengan segala cara.
"Melihat kondisi para pemain saat ini, saya yakin Persib dapat membawa pulang poin. Mereka memiliki motivasi tinggi untuk bisa mencapai hal tersebut. Saya minta pada anak-anak agar bermain dengan hati. Mudah-mudahan target tersebut tercapai, sebelum mereka menjalani libur cukup lama," ungkap Umuh.
Sementara itu, terkait dengan belum jelasnya penerapan sanksi tanpa penonton kepada Arema, Pelatih Kepala Jaya Hartono mengungkapkan, hal ini bukan masalah bagi tim asuhannya. Jaya menegaskan, ada atau tanpa penonton, Persib sudah siap bertanding dan meraih poin.
Kondisi fisik dan mental "Pangeran Biru" sedang berada dalam kondisi terbaik. Kendati tak diperkuat Maman Abdurahman dan Budi Sudarsono, tetapi Jaya sudah menyiapkan pengganti untuk mengisi posisi tersebut. Jaya akan memasang Wildansyah untuk mengganti Maman dan Airlangga untuk mengisi posisi Budi. Mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini memprediksi, lini tengah Persib akan digempur habis-habisan oleh "Singo Edan".
Jaya mengaku, tidak kenal dengan Pelatih Arema Robert Rene Alberts sehingga tidak tahu bagaimana pola latihan yang diberikan. Akan tetapi, dia sudah beberapa kali menonton aksi permainan Arema, sehingga dia bisa mengatur strategi untuk menghadapi mereka.
"Kolektivitas lini tengah mereka cukup bagus, apalagi didukung para pemain muda yang memiliki performa baik. Saya menginstruksikan pada anak-anak untuk tidak berlama-lama membawa bola dan disiplin dengan posisinya masing-masing," kata Jaya seusai memimpin latihan sore, di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, kemarin.
Skuad "Maung Bandung" bertolak ke Malang, Kamis (17/12) ini. Tiga pemain tidak dibawa pada tur kali ini, yaitu Irwan Wijasmara, Chandra Yusuf, dan Dedi Haryanto. Rombongan Persib terbagi atas dua bagian, mereka akan berangkat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung. Rombongan pertama yang terdiri atas ofisial dan asisten pelatih akan berangkat pukul 6.00 WIB, sedangkan para pemain dan pelatih, yang berada di rombongan kedua rombongan kedua akan berangkat pukul 10.00 WIB.
Sementara itu, Maman dan Budi akan menyusul rekan-rekannya pada Minggu (20/12). Mereka berdua akan absen saat melawan Arema, sementara saat melawan Persema (23/12) kemungkinan besar akan kembali memperkuat Persib. (A-187)***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment