Persib Bandung membutuhkan kerja keras dan perjuangan hebat untuk bisa mengalahkan Persijap Jepara pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Rabu (9/12). Pasalnya, meski Persijap tergolong bukan tim yang bertabur bintang, Persib selalu mengalami kesulitan menaklukkan tim berjuluk "Laskar Kalinyamat" itu meskipun saat bertindak sebagai tuan rumah.
Bukti paling sahih, dari tiga kali pertemuannya dengan Persijap, baik di Stadion Siliwangi Bandung maupun Stadion Si Jalak Harupat, Persib belum pernah sekalipun mencatat kemenangan. Musim lalu, Persib harus puas bermain imbang tanpa gol dengan tim dari kota ukiran jati ini.
Pelatih Persib, Jaya Hartono menyadari rekor buruk tersebut. Karena itu, Jaya bertekad menghentikan dominasi Persijap itu dengan memenangkan laga kali ini. "Insya Allah, besok (hari ini, red) catatan buruk itu akan terhenti. Tapi, untuk mengalahkan Persijap yang mengandalkan kolektivitas tim dan motivasi tinggi, kita memang harus kerja lebih keras," ujar Jaya usai memimpin sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Selasa (8/12).
Kecuali Nova Arianto yang masih diragukan tampil lantaran cedera di bagian selangkangannya belum pulih, Jaya memastikan, seluruh pasukannya dalam kondisi siap tempur. "Peluang Nova untuk main memang masih fifty-fifty. Tapi, pemain lain tidak ada masalah, meski memang kelelahan masih menghantui," kata mantan pelatih Persik Kediri ini.
Selain kolektivitas dan motivasi tinggi Persijap, Jaya juga mewaspadai sejumlah pilar calon lawannya itu. Setidaknya, Jaya sempat menyebut nama duet striker Pablo Alejandro Frances dan Noor Hadi, Phaitoon Thiabma, dan Evaldo Silva De Assis, sebagai pemain yang layak mendapat perhatian lebih dari para pemainnnya.
"Meski demikian, saya tidak akan menginstruksikan pemain secara khusus untuk menjaga mereka. Sebab, saya pikir pemain lain di luar pemain yang saya sebutkan, juga berpotensi membahayakan," kata Jaya.
Mengenai solusi untuk membongkar kolektivitas dan pertahanan berlapis seperti yang diperagakan musim lalu, Jaya menolak mengungkapkannya. "Ini sudah menyangkut strategi. Jadi, saya tidak mau mengungkapkannya di sini (ke media, red). Tapi, saya pasti akan menyampaikan strategi itu kepada pemain," ujarnya.
Dari kubu Persijap, pelatih Djunaedi bertekad untuk menjaga dan melanjutkan tradisi bagus timnya yang selalu pulang dari Bandung dengan membawa angka. Menurutnya, kekalahan telak 0-4 dari Sriwijaya FC Palembang pada laga sebelumnya, sudah dilupakan para pemainnya.
"Para pemain saya sudah melupakan kekalahan dari Sriwijaya FC. Pada saat menghadapi Persib, kita sudah bisa fokus lagi dan komunikasi antarpemain yang sempat menjadi masalah di Palembang sudah terjalin lagi. Kita tentu saja berharap bisa melanjutkan rekor bagus saat bermain di Bandung," kata Djunaedi.
Untuk membawa pulang minimal satu angka dari Persib, Djunaedi memastikan seluruh anggota timnya dalam kondisi bagus dan tidak menghadapi masalah cedera dan hukuman akumulasi kartu kuning. "Pemain kita komplet saat lawan Persib," tegasnya. (B.82)**
Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:
Post a Comment