Persitara Jakarta Utara bersikap realistis meskipun masih berharap mampu meladeni perlawanan tuan rumah Persib Bandung saat keduanya bertemu di Stadion SI Jalak Harupat dalam lanjutan Liga Super Indonesia, Selasa (24/11).
Hingga kini, Persitara masih berada di posisi juru kunci klasemen sementara dan dari lima kali laga, belum sekalipun meraih kemenangan. Terakhir, "Laskar Si Pitung" kalah tipis 2-3 dari Sriwijaya FC di Palembang.
"Kami hanya bermodal semangat dan kenangan saat mengalahkan Persib musim lalu dengan kemenangan 4-1,' ujar Manajer Persitara, Harry Ruswanto.
Musim lalu, Persitara sukses menghajar Persib 4-1 saat keduanya bertemu di Stadion Surajaya, Lamongan. Bahkan saat itu, pemain "Maung Bandung" sempat melakukan aksi mogok dengan hanya duduk-duduk di lapangan saat laga tinggal menyisakan beberapa menit lagi lantaran kecewa dengan keputusan wasit.
Selain itu, Persitara juga pernah mencuri kemenangan 1-0 pada kompetisi Divisi Utama musim 2006 dan 2007 di kandang Persib. Klub Pesisir Jakarta ini lantas termotivasi mengulang jejak manis tersebut.
Namun Harry sadar jika kekuatan Persib saat ini lebih bagus dibanding musim lalu karena memiliki pemain asing yang berkualitas. Ditambah lagi, ribuan bobotoh Persib yang terkenal fanatik, bisa menjatuhkan mental skuadnya.
Sementara itu aura positif menghinggapi Persib usai memetik kemenangan penting atas Pelita Jaya dengan skor 2-1. Tim besutan Jaya Hartono itu berharap bisa mengulang kembali kemenangan untuk mendongkrak posisi mereka menjadi lebih baik.
Sayangnya, Persib sendiri tampil tanpa kekuatan penuh setelah tiga pemainnya mendapat larangan bermain dari Komdis buntut mogok melanjutkan pertandingan di partai mereka kalah 0-1 dari Persitara musim lalu tersebut. Tiga pemainnya, yakni Christian Gonzales, Eka Ramdani atau Hilton Moriera, salah satunya dijadikan pilihan untuk tidak dimainkan saat menjamu Persitara.
Praktis di lini depan, hanya menyisakan Budi Sudarsono yang masih fit, sedangkan Airlangga Sucipto masih diragukan tampil karena cedera hamstring.
"Meski mereka harus kehilangan satu di antara tiga pilarnya itu, bukan berarti Persib Bandung pincang. Mereka rata di semua lini dan 60 persen kami masih yakin mereka bisa memenangkan pertandingan,' lanjut Harry pasrah.
Kekhawatiran pun tetap menghinggapi Harry akan mental pemainnya setelah dalam lima laga tak pernah menang ataupun mencuri poin.
"Artinya, musuh kami ada dua, Persib dan mental pemain kami," tutupnya.
Senada dengan Harry, asisten pelatih Persitara, Dodi Sahetapy juga tak ambisius memetik kemenangan atas Persib karena faktor kualitas pemainnya.
"Kualitas pemain inti dan pelapis Persib sama baiknya. Oleh karena itu juga, kami tidak hanya fokus mengawasi pemain tertentu," singkat Dodi. [edp/biangbola]
Hingga kini, Persitara masih berada di posisi juru kunci klasemen sementara dan dari lima kali laga, belum sekalipun meraih kemenangan. Terakhir, "Laskar Si Pitung" kalah tipis 2-3 dari Sriwijaya FC di Palembang.
"Kami hanya bermodal semangat dan kenangan saat mengalahkan Persib musim lalu dengan kemenangan 4-1,' ujar Manajer Persitara, Harry Ruswanto.
Musim lalu, Persitara sukses menghajar Persib 4-1 saat keduanya bertemu di Stadion Surajaya, Lamongan. Bahkan saat itu, pemain "Maung Bandung" sempat melakukan aksi mogok dengan hanya duduk-duduk di lapangan saat laga tinggal menyisakan beberapa menit lagi lantaran kecewa dengan keputusan wasit.
Selain itu, Persitara juga pernah mencuri kemenangan 1-0 pada kompetisi Divisi Utama musim 2006 dan 2007 di kandang Persib. Klub Pesisir Jakarta ini lantas termotivasi mengulang jejak manis tersebut.
Namun Harry sadar jika kekuatan Persib saat ini lebih bagus dibanding musim lalu karena memiliki pemain asing yang berkualitas. Ditambah lagi, ribuan bobotoh Persib yang terkenal fanatik, bisa menjatuhkan mental skuadnya.
Sementara itu aura positif menghinggapi Persib usai memetik kemenangan penting atas Pelita Jaya dengan skor 2-1. Tim besutan Jaya Hartono itu berharap bisa mengulang kembali kemenangan untuk mendongkrak posisi mereka menjadi lebih baik.
Sayangnya, Persib sendiri tampil tanpa kekuatan penuh setelah tiga pemainnya mendapat larangan bermain dari Komdis buntut mogok melanjutkan pertandingan di partai mereka kalah 0-1 dari Persitara musim lalu tersebut. Tiga pemainnya, yakni Christian Gonzales, Eka Ramdani atau Hilton Moriera, salah satunya dijadikan pilihan untuk tidak dimainkan saat menjamu Persitara.
Praktis di lini depan, hanya menyisakan Budi Sudarsono yang masih fit, sedangkan Airlangga Sucipto masih diragukan tampil karena cedera hamstring.
"Meski mereka harus kehilangan satu di antara tiga pilarnya itu, bukan berarti Persib Bandung pincang. Mereka rata di semua lini dan 60 persen kami masih yakin mereka bisa memenangkan pertandingan,' lanjut Harry pasrah.
Kekhawatiran pun tetap menghinggapi Harry akan mental pemainnya setelah dalam lima laga tak pernah menang ataupun mencuri poin.
"Artinya, musuh kami ada dua, Persib dan mental pemain kami," tutupnya.
Senada dengan Harry, asisten pelatih Persitara, Dodi Sahetapy juga tak ambisius memetik kemenangan atas Persib karena faktor kualitas pemainnya.
"Kualitas pemain inti dan pelapis Persib sama baiknya. Oleh karena itu juga, kami tidak hanya fokus mengawasi pemain tertentu," singkat Dodi. [edp/biangbola]
Sumber: BolaIndo
By: BP

0 comments:
Post a Comment