Maung Bandung Ekstrawaspada

15 November 2009 BANDUNG (SI) – Pelatih Persib Bandung Jaya Hartono dipastikan tak bisa rileks barang sejenak menjelang bentrok melawan Pelita Jaya FC di Stadion Stadion Si Jalak Harupat,Sabtu (21/11).


Pelita menjadi ajang pertaruhan masa depan Jaya sebagai arsitek Maung Bandung. Jika kalah, risiko terburuk yang bakal menimpanya adalah terdepak dari skuad Maung Bandung.Jadi, wajar jika mantan arsitek Deltras Sidoarjo itu sedang berada dalam kondisi siaga I. ’’Saya sangat serius mempersiapkan tim ini.Meskipun banyak kendala,tentu saja sesi pematangan tim harus terus berjalan,”tandasnya. Jaya pun menegaskan,tak ingin menganggap remeh kekuatan Pelita.

Jauh hari dia sudah mulai menganalisis kekuatan dan kelemahan pasukan Fandi Ahmad.Hasilnya, ada beberapa nama menurut Jaya yang pantas mendapat perhatian. Salah satunya bomber Edison Fonseca.Menurut dia,Fonseca adalah pemain yang sangat berbahaya. ’’Tapi kabar terakhir menyebutkan dia tengah cedera.Tentu kami tidak bisa hanya fokus pada satu pemain, masih ada yang berbahaya,” ujar Jaya. Selain Fonseca, pemain lain yang bisa disebut berbahaya adalah gelandang Gabriel Vizcarra.Kehadiran pemain asal Argentina itu melengkapi kemampuan Firman Utina yang sudah sembuh dari cedera. ’’Lini tengah mereka tak kalah berbahaya.

Belum lagi, kami tidak bisa tampil dengan kekuatan penuh karena Hariono masih absen menjalani skorsing pertandingan. Jadi, fokus sekarang adalah bagaimana mematangkan skema tanpa Hariono,”papar Jaya. Eks pelatih Persiba Balikpapan itu sebenarnya sudah memiliki opsi untuk menghilangkan ketergantungan kepada Hariono.Salah satunya dengan menjadikan Eka Ramdani sebagai gelandang bertahan. ’’Jujur saja, lini tengah kami memang menjadi titik kelemahan akhir-akhir ini.Tetapi ketika laga melawan Pelita nanti, saya yakin semuanya bisa berjalan lebih baik.

Eka merupakan pemain yang punya kemampuan bagus dan maksimal ketika bermain di posisi gelandang bertahan.Apalagi, jika ditambah Suchao Nutnum sebagai playmaker,”ujarnya. Jaya menyatakan,seluruh punggawa tim Kota Kembang tidak akan kembali melakoni sesi latihan berat seminggu menjelang laga kontra Pelita. Jaya mengatakan, selain penerapan strategi,sesi latihan hanya diisi program penjagaan kondisi. Di samping menjaga kebugaran pemain,hal ini juga untuk menghindari cedera pemain. ’’Ini juga strategi untuk menunggu tim lengkap.Apalagi, stok pemain di tim kami begitu terbatas saat ini karena banyak yang cedera.

Saya pun berharap para pemain yang tengah bergabung bersama timnas, berada dalam kondisi baik saat kembali seusai menjalani banyak laga,”bebernya. Setelah menuai hasil buruk di dua laga perdana, awal Oktober lalu, Jaya memang kembali mempersiapkan timnya dari titik nol. Airlangga Sucipto dkk bahkan harus rela melakoni sesi latihan fisik selama dua pekan.Persib pun menggelar dua kali laga uji coba, yakni melawan tim Persib U-21 dan Persikabo Bogor.

Hasilnya memang belum terlalu meyakinkan,terutama jika berkaca pada kekalahan 0-1 kontra Persikabo.’’ Tapi,semuanya menjadi evaluasi bagi kami.Kami tahu kelemahan ada di mana saja,”ungkapnya. Asisten Manajer Dedi Firmansyah berharap jajaran pelatih bisa terus melakukan evaluasi di timnya. Dia menilai,hampir semua lini Persib saat ini mengalami kelemahan.

Pertahanan dan lini tengah Persib jadi lemah karena tidak lengkapnya skuad yang ada. ’’Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan. Manajemen ingin jajaran pelatih fokus, kemudian perkuat lini yang ada,”pungkasnya. (raka zaipul)

Sumber Berita: SINDO
By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger