Pelatih Persib Jaya Hartono mengaku akan mewaspadai bomber baru Pelita Jaya, Edison Fonseca. Menurut Jaya bomber Pelita yang mantan pemain timnas Kolombia U-23 ini punya skill di atas pemain-pemain lain yang berlaga di Liga Super Indonesia (LSI). Selain itu Jaya juga mencatat Fonseca sebagai striker yang berbahaya bila sudah memasuki kotak penalti lawan.
"Saya sudah lihat permainan dia (Fonseca, Red). Kemampuannya bagus di atas rata-rata pemain kita. Jadi pergerakannya harus diwasdapai barisan pertahanan Persib," kata Jaya, Selasa (17/11). Jaya juga mengaku mewaspadai kebangkitan Pelita yang kemungkinan besar akan memainkan Firman Utina saat dijamu Persib nanti di Stadion Si Jalak Harupat, 21 November mendatang. Firman disebutsebut siap tampil setelah lama dibekap cedera.
Selain itu mewaspadai kebangkitan Pelita, Jaya juga harus bekerja keras untuk memadukan permainan kolektif tim asuhannya. Jaya dituntut kerja maksimal menyusul tujuh pemain inti Persib yang dipanggil timnas Indonesia dan Thailand. Kenyataan ini bahkan membuat Jaya khawatir akan kekuatan timnya.
Jaya mengaku sulit mempersiapkan tim secara maksimal ketika pemainnya tidak komplit. Ketujuh pemain inti yang dipanggil timnas Indonesia dan timnas Thailand diagendakan bergabung kembali bersama Persib pada 19 November atau dua hari menjelang laga krusial melawan Pelita Jaya.
"Saya tak bisa menerapkan pola dan strategi yang akan dikembangkan karena tujuh pemain inti tidak ada. Padahal untuk memadukan kerjasama tim perlu waktu, tidak cukup sehari-dua hari," ujar Jaya.
Jaya menegaskan pihaknya praktis hanya memiliki waktu dua jam untuk mematangkan strategi ketika latihan terakhir digelar Jumat (20/11) pagi, atau sehari menjelang pertandingan.
Problemnya Jaya bertambah karena Suchao Nutnum yang akan diplot sebagai gelandang serang saat melawan Pelita Jaya, belum pernah main bareng dengan Eka Ramdani. Padahal kerjasama Suchao dan Eka sangat diharapkan sebagai pengatur serangan dan penyeimbang tim dalam menyerang dan bertahan.
"Saya cuma berharap ketujuh pemain inti itu bisa cepat beradaptasi dan saling memahami satu sama lain. Sebab kita tak punya waktu lagi. Kita harus siap dengan berbagai kendala yang dihadapi," kata Jaya. [san/tribunjabar]
"Saya sudah lihat permainan dia (Fonseca, Red). Kemampuannya bagus di atas rata-rata pemain kita. Jadi pergerakannya harus diwasdapai barisan pertahanan Persib," kata Jaya, Selasa (17/11). Jaya juga mengaku mewaspadai kebangkitan Pelita yang kemungkinan besar akan memainkan Firman Utina saat dijamu Persib nanti di Stadion Si Jalak Harupat, 21 November mendatang. Firman disebutsebut siap tampil setelah lama dibekap cedera.
Selain itu mewaspadai kebangkitan Pelita, Jaya juga harus bekerja keras untuk memadukan permainan kolektif tim asuhannya. Jaya dituntut kerja maksimal menyusul tujuh pemain inti Persib yang dipanggil timnas Indonesia dan Thailand. Kenyataan ini bahkan membuat Jaya khawatir akan kekuatan timnya.
Jaya mengaku sulit mempersiapkan tim secara maksimal ketika pemainnya tidak komplit. Ketujuh pemain inti yang dipanggil timnas Indonesia dan timnas Thailand diagendakan bergabung kembali bersama Persib pada 19 November atau dua hari menjelang laga krusial melawan Pelita Jaya.
"Saya tak bisa menerapkan pola dan strategi yang akan dikembangkan karena tujuh pemain inti tidak ada. Padahal untuk memadukan kerjasama tim perlu waktu, tidak cukup sehari-dua hari," ujar Jaya.
Jaya menegaskan pihaknya praktis hanya memiliki waktu dua jam untuk mematangkan strategi ketika latihan terakhir digelar Jumat (20/11) pagi, atau sehari menjelang pertandingan.
Problemnya Jaya bertambah karena Suchao Nutnum yang akan diplot sebagai gelandang serang saat melawan Pelita Jaya, belum pernah main bareng dengan Eka Ramdani. Padahal kerjasama Suchao dan Eka sangat diharapkan sebagai pengatur serangan dan penyeimbang tim dalam menyerang dan bertahan.
"Saya cuma berharap ketujuh pemain inti itu bisa cepat beradaptasi dan saling memahami satu sama lain. Sebab kita tak punya waktu lagi. Kita harus siap dengan berbagai kendala yang dihadapi," kata Jaya. [san/tribunjabar]
Sumber Berita: BolaIndo
By: BP

0 comments:
Post a Comment