Persib Bandung akhirnya harus pulang ke Bandung dengan tangan hampa, menyusul kekalahan 1-2 (0-0) dari PSM Makassar pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, di Stadion Mattoangin Makassar, Rabu (14/10) malam. Hasil ini melengkapi kegagalan pada laga sebelumnya ketika dikalahkan tuan rumah Persiba Balikpapan 0-2 di Stadion Persiba, Minggu (11/10) lalu. Wartawan Galamedia, Endan Suhendra dari Makassar melaporkan, sempat memegang kendali permainan dan sedikitnya menciptakan 4 peluang matang di babak pertama, konsentrasi para pemain Persib menurun di babak kedua sehingga malah kebobolan dua gol lebih dulu. Gol pembuka kemenangan PSM yang menghancurkan moral bertanding Eka Ramdani dan kawan-kawan diciptakan Cristian Carrasco menit ke-64, yang kemudian disusul sontekan Syamsul Bachri Chaerudin, yang tak bisa dihadang penjaga gawang Persib, Cecep Supriatna pada menit 73. Gol striker pengganti, Airlangga pada menit 85 hanya bisa memperkecil kekalahan Persib menjadi 1-2. Kekalahan kedua itu membuat kubu Persib kecewa berat. Terlebih melihat kenyataan kalau PSM sebenarnya tampil kurang bagus, sehingga hampir sepanjang babak pertama, kendali permainan ada di tangan Persib. "Setidaknya, kita punya empat peluang matang yang harusnya jadi gol di babak pertama. Tapi semua itu tidak terjadi. Malah PSM yang hanya dua peluang, semuanya bisa jadi gol," cetus Pelatih Persib, Jaya Hartono, usai pertandingan dengan raut wajah murung. Menurut Jaya, faktor kekalahan Persib dalam pertandingan ini mutlak disebabkan menurunnya konsentrasi para pemain, karena kondisi fisik yang tidak prima. Karena itu, di ruang ganti, Jaya langsung memerintahkan anak asuhnya untuk bersiap menghadapi program latihan keras selama masa jeda satu bulan menjelang laga berikutnya di kandang. "Di babak kedua, konsentrasi kita menurun, karena kondisi fisik yang menurun. Karena itu, waktu 38 hari ke depan, saya minta kalian tidak mengeluh jika mendapat program latihan keras untuk memperbaiki kualitas fisik. Siapa pun pemainnya, semuanya tidak boleh mengeluh," ujar Jaya di hadapan para pemain. Dalam pertandingan ini, setelah bermain dalam tensi tinggi, sejumlah pemain, terutama pemain asing yang baru bergabung belakangan, terlihat kondisi fisiknya menurun drastis. Karena itulah, Jaya meminta mereka tidak mengeluhkan lagi program latihan yang akan diberikan sekembalinya dari Makassar, sekeras apa pun program latihan fisik itu. Merasa gagal memenuhi target poin dalam dua laga tandang pertamanya, Jaya pun langsung meminta maaf kepada manajemen tim melalui Manajer H. Umuh Muchtar yang terlihat tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. "Wasit sudah bekerja bagus seperti janji dan komitmen mereka. Jadi, tidak ada alasan atas kekalahan ini. Terus terang, saya kecewa karena harus menelan pil pahit untuk kedua kalinya. Meski ini baru awal musim, tapi dua kekalahan ini membuat posisi kita berbahaya," kata Umuh. Karena itu, Umuh langsung memerintahkan tim pelatih untuk melakukan evaluasi sekembalinya ke Bandung. Selain itu, Umuh juga meminta pelatih untuk lebih jeli dalam hal pergantian pemain. "Pelatih harus segera lakukan evaluasi. Pelatih juga harus lebih jeli melihat mana pemain yang segar dan tidak, mana yang harus segera diganti dan tidak. Evaluasi harus dilakukan segera, sebab meski akan main di kandang, jujur saya merasa berat dengan kondisi sekarang ini," paparnya. Pegang kendali Meski bermain di bawah tekanan sekitar 20 ribu penonton yang memadati Stadion Mattoangin, Persib justru mampu bermain lepas dan bisa memegang kendali permainan sejak kick-off digulirkan. Berkat inisiatif penyerangan yang dilakukannya, permainan PSM yang belum bisa diperkuat dua pemain asingnya Daniel Baroni (Brasil) dan Daryous Ayyoubi, tidak bisa berkembang. Di babak pertama ini, ada empat peluang matang yang gagal dimaksimalkan menjadi gol, dua di antaranya didapatkan Cristian Gonzales pada menit 29 dan 33. Peluang pertama Gonzales didapatkan setelah ia mendapatkan sodoran matang dari Budi Sudarsono. Namun sontekannya masih bisa digagalkan kiper PSM, Samsidar. Sedangkan peluang kedua, Gonzales sudah berhadapan langsung dengan Samsidar, namun tendangan lobnya masih melenceng. Dua peluang matang lainnya didapatkan pada menit 34, ketika terjadi kemelut di mulut gawang PSM dan pada menit 38, ketika tendangan voli Hilton Moriera dari jarak dekat masih bisa ditepis Samsidar. Sebaliknya, karena terus tertekan, PSM sama sekali tidak mampu menciptakan peluang emas. Di babak kedua, tekanan Persib berlanjut. Namun setelah tendangan Atep melambung pada menit 46, PSM mulai bisa keluar dari tekanan. Pada menit 58, tendangan Carrasco masih bisa diselamatkan Cecep. Namun pada menit 64, bencana itu datang. Berawal dari sebuah serangan balik, Carrasco lepas dari kawalan stoper Persib, Cristian Rene Martinez dan dengan mudah menaklukkan Cecep. Gol itu membuat PSM beraa di atas angin. Berselang sembilan menit, berawal dari tendangan bebas Aditya Putra Dewa dari sektor kiri pertahanan Persib, Syamsul Chaerudin berhasil menyambar bola muntah tangkapan Cecep dan mengubah kedudukan menjadi 2-0. Meski berusaha bangkit, Persib hanya mampu mencetak satu gol balasan lewat tandukan Airlangga menit ke-85. Kemenangan itu disambut gembira kubu PSM. "Saya salut dengan perjuangan pemain. Meski ditekan habis dan tidak tampil full team, kita bisa menang. Itu patut kita syukuri. Ini modal untuk menghadapi laga berikutnya," kata Manajer PSM, Kadir Halid, saat konferensi pers. ** Sumber Berita: Galamedia By: Balad Persib |
Kubu Persib Kecewa Berat
15 October 2009
Dikalahkan PSM Makassar 2-1
Labels: jaya hartono, PSM, Umuh Muchtar
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment