DIBERI mandat untuk menjadi kapten Persib pada laga tandang perdana menghadapi Persiba Balikpapan, Eka Ramdani mengaku tak terlalu menjadikannya sebagai beban. Baginya, diberi kepercayaan tersebut malah makin memompa semangatnya untuk bisa menjadi motor rekan-rekannya agar bisa menunjukkan performa terbaik mereka.
Kendati "Pangeran Biru" kalah telak 0-2 dari Persiba, Ebol -- panggilan akrab Eka -- menjadikan hal tersebut sebagai bahan pembelajaran agar Persib bisa lebih baik di pertandingan berikutnya. Dia menyayangkan lewatnya beberapa kesempatan untuk menciptakan gol sepanjang pertandingan.
Padahal, menurut dia, Persib bisa lebih unggul jika eksekusi bisa dilakukan dengan mulus. Ebol juga sempat memiliki peluang bagus untuk merobek jala yang dijaga I Made Wirawan, namun tendangannya terlalu melebar.
Sebagai gelandang pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Persiba Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (11/10), Ebol bertugas dengan baik. Beberapa kali dia membuka serangan sekaligus menggagalkan upaya dari para pemain gelandang Persiba untuk memberikan umpan kepada striker Julio Lopez atau Robertino Pugliara. Dia mengaku, fisik rekan-rekan satu timnya dalam kondisi prima. Namun, sore itu keberuntungan memang belum berpihak pada "Maung Bandung".
Eka juga sempat membela Hariono saat pemain tersebut diganjar kartu kuning kedua oleh wasit Armando. Kartu kuning tersebut membuat Hariono terusir dari lapangan, praktis sejak menit ke-43 Persib hanya diperkuat sepuluh pemain.
"Pelanggaran yang Hariono lakukan memang cukup keras. Dia terlalu emosi dan mulai tidak konsentrasi karena tertinggal 0-1. Sanksi dari wasit saya nilai wajar, namun saat kartu kedua dikeluarkan saya sempat membela Hariono," tutur pemain bernomor punggung delapan tersebut.
Pemain yang memperkuat timnas ini menilai, saat menghadapi "Beruang Madu", permainan Persib masih banyak kekurangan. Menurut dia, pemahaman taktik yang disampaikan Pelatih Jaya Hartono masih kurang diserap oleh dia dan rekan-rekannya. Dia mengakui, Persib belum menunjukkan performa terbaiknya pada laga perdana Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 kali ini. Dari kekalahan ini, menurut dia, Persib bisa banyak belajar dan memperbaiki segala kekurangan.
Pemain kelahiran 18 Juni 1984 ini berharap pada pertandingan berikutnya saat dijamu PSM Makassar, Rabu (14/10) mendatang, Persib bisa tampil lebih baik. Dia tidak ingin pulang dari Makassar dengan tangan hampa tanpa meraih satu poin pun. Jika dirinya dipercaya memegang ban kapten kembali, Ebol berjanji akan membawa timnya bermain lebih baik.
Siap Kapten Ebol! (Windy Eka Pramudya/"PR")***
Sumber Berita: Pikiran Rakyat
By: Balad Persib

0 comments:
Post a Comment