Badan Pengelola (BP) Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung disarankan mengeluarkan pernyataan resmi, terkait kelayakan stadion pascagempa, untuk digunakan laga Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010. Hal tersebut untuk memberikan kepastian bagi Persib Bandung, apakah bisa menggunakan Si Jalak Harupat atau tidak.
"Surat tersebut bisa dijadikan dasar bagi Persib untuk menggunakan stadion. Sehingga jika terjadi sesuatu hal, pengelola stadion yang bertanggung jawab," ujar mantan pemain Persib Bandung, Bambang Sukowiyono kepada "GM", Minggu (13/9).
Bambang yang sering terlibat dalam panitia pelaksana (panpel) mengatakan, dalam menyelenggarakan sebuah pertandingan sepak bola, hal yang utama, yaitu keselamatan dan kenyamanan penonton. Panpel harus dapat memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi penonton selama berada di stadion.
"Akan ada puluhan ribu penonton yang berada di stadion. Keselamatan jiwa mereka sangat penting diperhatikan," ujar Suko.
Oleh karenanya, Suko meminta kepada PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) agar lebih bersikap hati-hati untuk menjadikan Si Jalak Harupat sebagai markas. "Dari sisi bisnis, mengadakan pertandingan di Si Jalak Harupat memang sangat menguntungkan dibandingkan di Stadion Siliwangi. Namun sisi bisnis tidak boleh mengesampingkan sisi keselamatan penonton," tuturnya.
Menurut Bambang, perlunya pernyataan resmi dari pengelola Si Jalak Harupat, agar jika memang tidak dapat digunakan, PT PBB memiliki waktu untuk mencari alternatif lain. "Jangan sampai, sudah dekat waktu pertandingan kandang, pengelola baru mengeluarkan pernyataan tidak dapat digunakan. Hal itu akan merepotkan Persib," ujarnya.
Menurut Biro Media PT PBB, Irfan S. Adiredja, hingga saat ini Persib memang belum menerima pernyataan resmi dari pengelola Si Jalak Harupat. Ia mengharapkan, dalam waktu dekat, PT PBB sudah bisa memperoleh kepastian tersebut.
"Sampai saat ini memang belum ada sikap resmi dari pihak pengelola. Mungkin dalam waktu dekat," katanya.
Sebelumnya, sejumlah pengelola stadion sempat menyatakan Si Jalak Harupat tidak dapat digunakan, karena kerusakan yang terjadi akibat gempat cukup krusial. Salah satunya, banyaknya tali atap tribun barat yang putus. (B.98)**
Sumber Berita: Galamedia
By: Balad Persib

0 comments:
Post a Comment