Sleman Lebih Baik

27 August 2013
A. YANI (GM) - Stadion Maguwoharjo Sleman termasuk salah satu lapangan sepak bola yang dianggap lebih baik oleh kiper Persib Bandung, Shahar Ginanjar. Pasalnya, ia sudah merasakan bagusnya kondisi Lapangan Maguwoharjo ketika timnas U23 melakoni partai uji coba, 16 Agustus lalu.

Dalam pertandingan uji coba melawan Pomnas DI Yogyakarta, Shahar tampil hingga pertandingan berakhir. Saat itu, timnas U23 memenangkan pertandingan dengan skor 5-1.

"Kondisi lapangan di sana bagus sekali. Hampir sama seperti stadion di Madura," ujar Shahar kepada Simamaung, belum lama ini.

Seperti diketahui, stadion di Jawa Tengah ini akan menjadi lokasi pertandingan tunda Persija Jakarta kontra Persib Bandung. Karena kondisi lapangan representatif, kiper berusia 22 tahun ini berharap timnya tidak akan mengalami kendala teknis.

"Pokoknya enggak ada kendala. Lapangannya bagus sekali. Enggak ada lubang. Kalau dibanding Jalak (Stadion Si Jalak Harupat), jauh lebih bagus Sleman," tegasnya.

Ditanya mengenai kondusivitas publik sepak bola Sleman, Shahar mengatakan, mereka cukup kompak. Namun, pemain asal Purwakarta ini tidak bisa memprediksi dukungan masyarakat Sleman untuk pertandingan Persija lawan Persib.

"Kalau suporter Sleman kompak. Cuma ini kan berbeda, kemarin kan yang main timnas U23. Enggak tahu nanti suporter Sleman dukung Persija atau Persib. Bagaimanapun biasanya kalau yang dituanrumahkan selalu mendapat dukungan. Tapi untuk lokasi pertandingan Persija-Persib, saya kira tempat itu cukup netral," ungkapnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Persib Tanpa Firman dan Hilton

A. YANI (GM) - Menjelang pertandingan menghadapi Persija Jakarta, Rabu (28/8), pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman memboyong 20 pemain ke Stadion Maguwoharjo, Sleman. Tiga pemain yaitu Firman Utina, Hilton Moriera, dan Rizky Bagja, kali ini tidak memperkuat skuad "Maung Bandung" di laga bergengsi tersebut.

Gelandang Persib asal Manado, Firman Utina terkena hukuman akumulasi kartu kuning. Hukuman larangan bermain bagi Firman sempat mengundang pertanyaan dari kubu Persib. Pasalnya, pertandingan yang akan dijalani adalah partai tunda yang semestinya diselenggarakan pada 22 Juni lalu.

"Firman akhirnya diputuskan tidak dibawa karena setelah kita tanya ke BLI (sekarang PT Liga Indonesia), dia terkena akumulasi kartu. Saya agak heran juga bagaimana regulasinya kalau seorang pemain terkena akumulasi, ketika akan menghadapi partai tunda," kata pelatih yang akrab disapa Djanur di Mes Persib, Senin (26/8).

Menurut Djanur, mereka yang sudah masuk daftar susunan pemain pada laga yang batal digelar, itulah yang semestinya bisa diturunkan dalam partai tunda. Dan, hukuman akumulasi kartu kuning berlaku pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia 2013, artinya ketika Persib melawan Persipura Jayapura (11/9).

"Kalau menurut logika saya, pada saat lawan Persija dulu kan DSP (daftar susunan pemain) sudah masuk ke PP (pengawas pertandingan). Laga batal setelah jam 3. Jadi kalau menurut saya, line up yang itulah yang bisa diturunkan. Kan ini namanya juga partai tunda," kata Djanur.

Sedangkan striker Persib, Hilton tidak disertakan ke Sleman karena mengalami cedera di lutut kiri saat pertandingan melawan Persiram Raja Ampat. Hal itu dibenarkan dokter tim Rafi Ghani.

"Hilton ada memar di lutut kiri. Tadi sudah dilakukan terapi. Kejadiannya saat itu dia diganjal pemain. Selain Hilton, semua pemain sampai saat ini dalam keadaan fit," kata Rafi.

Rafi memperkirakan cedera Hilton akan pulih dalam waktu sekitar satu minggu. "Tapi tergantung fisioterapi dan rajin-enggaknya melakukan program yang dijalani," tambah Rafi.

Sementara itu, Rizki Bagja tidak masuk daftar 20 pemain yang berangkat ke Sleman karena kuota penjaga gawang yang dibawa dua pemain, yaitu I Made Wirawan dan Shahar Ginanjar.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Sleman Saksi Laga Tunda

23 August 2013
AHMAD YANI (GM) - Teka-teki tempat laga tunda yang akan mempertemukan Persib Bandung dengan Persija Jakarta, terkuak sudah. Setelah dibuat menunggu, akhirnya PT Liga Indonesia memilih Stadion Maguwoharjo Sleman, Jawa Tengah sebagai homebase Persija Jakarta saat menjamu "Maung Bandung" pada Rabu (28/8) mendatang.

Tidak hanya kontra Persib Bandung, Stadion Maguwoharjo pun menjadi tempat bagi Persija untuk menjamu Pelita Bandung Raya pada Sabtu (31/ 8).

Sekretaris tim Persib Bandung, Yudiana membenarkan, laga tunda kontra Persija akan diselenggarakan di Stadion Maguwoharjo Sleman. Hal itu sesuai dengan surat pemberitahuan dari PT Liga Indonesia yang diterimanya, Kamis (22/8) siang.

Pada surat tertanggal 21 Agustus 2013 tersebut, PT Liga menyetujui penggunaan Stadion Maguwoharjo Sleman untuk dua pertandingan home Persija Jakarta. Salah satu di antaranya saat melawan Persib Bandung.

"Iya, kita sudah menerima surat pemberitahuan dari PT Liga tentang tempat pelaksanaan pertandingan lawan Persija tadi (kemarin, red) siang," ujar Yudi kepada wartawan di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani Bandung, kemarin.

Menanggapi hal itu, pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman menyatakan, di mana pun pertandingan diselenggarakan, pihaknya tidak masalah. Awalnya sempat mencuat kabar pertandingan akan digelar di Pekanbaru, namun ternyata Sleman dipilih sebagai tempat partai tunda itu diselenggarakan.

"Buat kita Sleman lebih baik daripada main di Pekanbaru. Soalnya lapangan di Pekanbaru tidak bagus, jadi kurang layak untuk pertandingan. Beruntung akhirnya tempat yang dipilih Stadion Maguwoharjo Sleman. Selain lapangannya lumayan bagus, jaraknya pun saya kira tidak terlalu jauh," beber Djanur.

Jarak pertandingan yang cukup dekat dari pertandingan sebelumnya, yakni hanya tiga hari, dikatakan Djanur, jangan dijadikan alasan bagi pemain untuk tidak bermain maksimal. Disebutkannya, Persib sudah terbiasa menjalani persiapan yang sangat mepet. Dalam kompetisi Liga Super Indonesia (LSI), jarak tiga hari dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya sudah bukan hal yang aneh lagi.

"Persiapan yang mepet jangan dijadikan alasan tidak bisa main maksimal. Di LSI, jadwalnya memang seperti itu. Jadi tidak ada masalah, kita cuma punya waktu beberapa hari menghadapi pertandingan lawan Persija nanti," ungkapnya.

Umuh kecewa

Selain memutuskan pertandingan tunda, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI juga menjatuhkan denda sebesar Rp 50 juta dan hukuman bertanding satu kali tanpa penonton bagi Persija. Tidak hanya menjatuhkan hukuman kepada Persija, Komdis juga memberikan peringatan keras terhadap Persib Bandung atas insiden tersebut.

Peringatan keras yang dijatuhkan Komdis kepada tim Persib itu diperta-nyakan Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Umuh menilai keputusan yang dijatuhkan Komdis kepada tim Persib itu aneh.

"Saya kecewa ada peringatan terhadap Persib. Harusnya mereka berterima kasih karena Persib bisa menyelamatkan diri. Tapi kita malah mendapatkan peringatan. Saya sudah serahkan sepenuhnya tentang hal ini dan tidak mau komen lagi mengenai sanksi tersebut," kata Umuh berang.

Pertandingan tunda ini terjadi setelah bus yang mengangkut rombongan pemain dan ofisial tim Persib Bandung, dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal di Jln. Gatot Subroto Jakarta pada 22 Juni lalu.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Kata Asri Akbar Usai Cetak Gol Perdana Buat Persib

21 August 2013
VIVAbola – Hanya butuh waktu sekitar dua menit bagi Asri Akbar setelah masuk menggantikan George Parfait Mbida Messi, untuk membantu Persib Bandung membuka keunggulan sekaligus memecah kebuntuan. Sepakan keras Asri dari jarak sekitar 20 meter mampu menjebol gawang Persidafon Dafonsoro dan membantu timnya meraih kemenangan 2-1, Selasa 20 Agustus 2013

Golnya tak hanya mampu mengurai rasa frustasi Persib yang kesulitan membongkar pertahanan Persidafon di babak pertama. Juga terasa spesial karena jadi gol perdana Asri musim ini buat Persib setelah sekian lama menanti.

Asri mengatakan Persidafon cukup menyulitkan Persib dan ia sangat bersyukur karena pada akhirnya Maung Bandung bisa memenuhi ambisi meraih poin penuh untuk menjaga persaingan memperebutkan tiket ke Piala AFC.

“Persidafon bermain cukup kompak dan lini belakangnya sangat solid. Saya senang sekali karena ini jadi gol pertama saya buat Persib. Apalagi tim bisa menang. Ini yang saya harapkan,” ungkap Asri seusai pertandingan.

Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman menilai masuknya Asri mampu mengubah warna permainan tim setelah dibuat frustasi oleh permainan solid Persidafon di babak pertama.

“Asri memang sudah kita persiapkan. Saat kita memainkan dia, momentumnya cukup tepat dan secara keseluruhan permainannya di lapangan membuat tim tampil lebih percaya diri,” ungkap Djanur.

Tambahan tiga angka atas Gabus Sentani membuat Persib semakin menempel ketat Arema Indonesia. Poin Maung Bandung kini sama dengan Arema Indonesia. Kedua seteru mengantongi 59 poin. Namun, Persib masih berada di peringkat tiga karena Arema unggul produktivitas gol.

Sumber: VivaBola
By: Fikri
Read more >>

Umuh Tuding Bobotoh Penyebab Gawang Persib Kebobolan

Meski menang atas Persidafon 2-1 dan berhasil mengejar target tiga poin, Manajer Persib Umuh Muchtar mengaku menyimpan sedikit kekecewaan. Kekecewaan tersebut disebabkan adanya petasan dan kembang api yang membuat para pemainnya menjadi hilang konsentrasi sehingga kebobolan di injury time babak kedua.
Menurut Umuh, gol Persidafon ke gawang Persib bukan semata-mata kesalahan para pemain Persib. Namun juga disebabkan pecahnya konsentrasi akibat adanya petasan dan kembang api yang dinyalakan oknum bobotoh.
“Kenapa menyalakan mercon sebelum pertandingan berakhir, kan setelah pertandingan juga bisa. Lalu kenapa setelah pertandingan malah tidak ada mercon? Mercon itu diarahkan pula ke gawang Persib. Itu kan merusak konsentrasi pemain, sehingga kebobolan,” kata Umuh dengan nada tinggi.
Menurut Umuh, ulah oknum seperti itu membuat kerugian yang harus ditanggung pihak Persib. “Apakah oknum bobotoh itu tidak senang Persib bisa menang? Belum lagi kami yang harus menanggung kerugiannya. Terakhir Persib didenda Rp 30 juta karena ulah oknum bobotoh yang menyulut mercon ini,” katanya.
Umuh mengimbau kepada para bobotoh yang merasa mencintai Persib untuk tidak lagi melakukan kesalahan serupa di pertandingan berikutnya yang bisa merugikan Persib. Umuh menganjurkan agar para bobotoh tidak lagi menyalakan petasan pada saat pertandingan masih berlangsung.
“Untung tadi kita unggul 2-0 sehingga kebobolan pun masih tetap menang. Coba bayangkan kalau kedudukannya tadi 1-0. Kita malu besar dong karena ditahan imbang tim yang sebenarnya tidak ada apa-apanya itu. Saya benar-benar kecewa,” kata Umuh.

Sumber: BolaIndo
By: Fikri
Read more >>

Harusnya Lebih 2 Gol

KUTAWARINGIN (GM) - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar mengaku senang karena skuad Persib berhasil meraih poin penuh saat menjamu Persidafon Dafonsoro di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (20/8). Pada laga tersebut, "Maung Bandung" berhasil menang tipis atas tim berjuluk "Gabus Sentani" dengan skor 2-1.

"Seharusnya kita bisa cetak lebih dari dua gol, soalnya Persidafon sebenarnya enggak ada apa-apanya. Mereka cuma bisa mengandalkan emosi dan provokasi. Tapi yang penting sekarang kita menang dan berhasil penuhi target dengan meraih poin penuh," kata Umuh kepada wartawan usai pertandingan.

Namun Umuh tetap menyayangkan gol balasan yang dicetak Precious Emujerae di menit 90. Menurut Umuh, seharusnya "Maung Bandung" bisa menahan Persidafon dengan skor 2-0. Tetapi karena kesalahan dan petasan yang dinyalakan penonton, membuat konsentrasi pemain terganggu.

Hasilnya, di menit akhir pertandingan, Persidafon mampu memperkecil ketinggalan mereka lewat tendangan Precious. "Harusnya tadi kita bisa tahan mereka dengan skor 2-0. Kalau bukan karena ada petasan mungkin tadi pemain bisa lebih konsentrasi," ungkapnya.

Umuh mengaku heran, kenapa masih ada penonton yang menyalakan petasan saat pertandingan berlangsung. Padahal, setelah pertandingan usai tidak ada penonton yang menyalakan petasan, seperti saat pertandingan masih berlangsung.

"Saya heran kenapa masih ada penonton berbuat demikian. Sepertinya ada oknum yang tidak puas dengan keberhasilan kita. Sehingga dia menyalakan petasan saat pertandingan berlangsung. Tapi setelah pertandingan selesai tidak ada petasan yang dinyalakan. Ini seperti sengaja ingin mengganggu konsentrasi pemain," ujar Umuh ge-ram.

Pada kesempatan itu, Umuh memuji kinerja wasit yang mau bertindak tegas mengeluarkan kartu kuning maupun merah, atas pelanggaran yang dilakukan pemain.

"Saya senang pertandingan tadi wasit mau bertindak tegas, mengeluarkan kartu terhadap pemain yang melanggar," pungkasnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Bukan Akhir Segalanya

SOREANG (GM) - Meski mengalami kekalahan saat menghadapi Persib, namun defender Persidafon Dafonsoro, Precious Emujerae mengatakan, itu bukan akhir dari segalanya. Kendati harus menelan pil pahit kekalahan, namun ia percaya timnya akan terus berjuang hingga akhir musim kompetisi Liga Super Indonesia (LSI).

Sebelum pertandingan, Precious yakin timnya yang datang dari Papua bisa mengalahkan tuan rumah untuk keluar dari zona degradasi. Namun, keinginan itu harus kandas oleh Hariono dan kawan-kawan di kandang "Maung Bandung".

"Ini sepak bola. Kita datang ke sini untuk bertanding. Kita ingin menang dan tidak peduli dengan nama-nama besar yang ada di Persib. Kita akan terus berjuang sampai akhir musim ini. Saya akan tetap percaya," ujar Precious kepada "GM" usai pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Selasa (20/8).

Menyisakan tiga pertandingan di musim ini, mantan pemain Persiba Balikpapan ini mengatakan, akan tetap berjuang untuk bisa keluar dari zona degradasi. Ia berharap rekan-rekan setimnya, juga bisa terus berjuang hingga akhir musim.

"Memang kita terus berjuang untuk keluar dari zona degradasi, tapi kita bermain tanpa beban dan nothing to lose," ujarnya.

Dengan tidak adanya pemain yang dilanda cedera usai menghadapi Persib, Precious yakin bisa memenangkan tiga pertandingan terakhir. Terlebih dua pemain yaitu Markus Horison dan Isnan Ali, baru bergabung dengan tim berjuluk "Gabus Sentani" tersebut.

"Kita datang dengan hati. Oleh karena itu saya tetap percaya kita bisa menjadi lebih baik lagi. Kita tidak akan menyerah sampai kapan pun," tutupnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Persib Penuhi Target

SOREANG (GM) - Skuad "Maung Bandung" berhasil memenuhi target sekaligus memuaskan ribuan bobotoh usai menjungkalkan Persidafon Dafonsoro 2-1 (0-0), pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2012/2013 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Selasa (20/8).
Dengan hasil ini, Persib menempati posisi tiga dengan poin 59, sama dengan Arema. Namun Arema berada di posisi dua karena selisih golnya lebih baik dibanding Persib.

Memasuki babak pertama, Persidafon menyajikan permainan dengan ciri khasnya, cepat dan keras. Beberapa kali pemain Persidafon menjatuhkan pemain Persib saat menggiring bola. Bek Persidafon, Alaso dan Precious Emujorae dengan ketat menjaga pergerakan Serginho "Sergio" van Dijk.

Permainan keras yang diperagakan lawan tidak diladeni para pemain Persib yang justru lebih dominan dalam penguasaan bola. Perlahan namun pasti, Persib terus mendobrak pertahanan lawan dari berbagai sisi. Namun upaya ini belum membuahkan gol.

Persidafon yang berjuang untuk terindar dari jurang degradasi, sempat merepotkan pertahanan Persib. Beberapa peluang sempat didapat anak asuhan Agus Yuwono. Namun gagal dikonversi menjadi gol. Kedudukan imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, skuad "Maung Bandung" menaikkan tempo permainan. Pelatih Djadjang Nurdjaman sedikit mengubah strategi dengan menarik George Parfait Mbida Messi yang digantikan oleh Asri Akbar.

Masuknya Asri Akbar di babak kedua mampu menghidupkan pergerakan Persib hingga lebih berbahaya. Asri mampu memecah kebuntuan dengan mencetak gol di menit 57. Gol tercipta setelah bola yang dibuang pemain belakang Persidafon, tepat mendarat di kaki Asri. Kesempatan ini berhasil dimaksimalkan Asri dengan melepaskan tendangan keras. Hasilnya si kulit bundar menembus gawang tim "Gabus Sentani" yang dikawal Selsius, 1-0 untuk Persib.

Ketinggalan 0-1, Precious dkk. berupaya menyamakan kedudukan dengan melakukan serangan. Selain itu, pelatih Agus Yuwono memanfaatkan seluruh jatah pergantian pemain di babak kedua. Namun upaya ini belum juga membuahkan hasil.

Di tengah gencarnya serangan Persidafon, Persib mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-0 di menit 84. Gol tercipta saat Sergio memberikan umpan kepada M. Ridwan, yang lalu menyodorkannya lagi kepada Kenji. Dengan cerdik, Kenji menyundul si kulit bundar dan bersarang di jalan lawan.

Di menit 86, gelandang Persidafon, Izzac Wanggai diusir wasit setelah mendapatkan kartu kuning kedua. Namun tim tamu terus menggempur Persib di menit-menit terakhir.

Gol pun akhirnya tercipta di tambahan waktu dua menit setelah Precious menendang keras bola ke arah gawang yang dijaga Shahar Ginanjar, memanfaatkan umpan David Lally. Hingga pertandingan berakhir, kedudukan menjadi 2-1.

Banyak kekurangan

Pelatih Persib yang juga akrab disapa Djanur mengatakan, di babak pertama dan kedua banyak peluang untuk mencetak gol. Namun ia mengakui masih ada kekurangan yang menjadi pekerjaan rumah, termasuk finshing touch.

"Penampilan di babak pertama tidak terlalu bagus. Banyak peluang yang diciptakan para pemain tapi tidak bisa dimanfaatkan. Masih ada kekurangan yang harus diperbaiki," katanya saat jumpa pers usai pertandingan.

Menyinggung soal permainan keras Persidafon di babak pertama, Djanur menilai, cukup mempersulit pergerakan para penyerang "Maung Bandung". Selain itu, aksi provokasi para pemain tim "Gabus Sentani" juga sedikit memengaruhi Hilton Moreira dkk.

"Karena memang kita ingin menang dan gol tidak kunjung datang, pasti rada buru-buru. Tapi di babak kedua, saya katakan kepada pemain jangan terburu-buru dan main tenang," jelasnya.

Sementara pelatih Persidafon, Agus Yuwono mengatakan, dua gol yang bersarang di gawangnya merupakan kesalahan dari timnya sendiri. Dia pun mengakui, Persib bermain bagus sehingga bisa mengalahkan timnya di pertandingan tersebut.

"Buat saya dua gol itu kesalahan kita sendiri. Kita sebenarnya bisa mengimbangi permainan tapi kita lengah. Ini menjadi poin untuk pemain, saat bermain melawan Persib sebagai tim bagus. Tapi di satu sisi, kita sudah memberikan perlawanan luar biasa," jelasnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Djanur: Persib Terlambat Panas

20 August 2013
BANDUNG – Persib Bandung mampu menaklukkan Persidafon Dafonsoro dalam pertandingan lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2013. Laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (20/8/2013) berakhir dengan skor 2-1.

Meski sukses mengamankan tiga poin kandang, Pelatih Djadjang 'Djanur' Nurdjaman mengakui skuad asuhannya memiliki banyak kekurangan. Mulai dari terlambat panas, hingga buyarnya konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan.

Laga sendiri berjalan tidak terlalu sengit, terutama pada awal pertandingan. Di babak pertama, Pangeran Biru tak mampu menunjukkan permainan yang sebenarnya. Kawalan ketat para defender Persidafon terhadap pemain-pemain bintang Persib, mampu meredam agresivitas tim tuan rumah. Bahkan Laskar Gabus Sentani tampil emosional untuk mengganggu konsentrasi Sergio van Dijk dkk.

Persib hampir saja kecolongan saat Supardi gagal membendung umpan terobosan yang ditujukan pada David Laly di menit 11. Beruntung tendangan pemain bernomor punggung 91 itu masih bisa ditepis Shahar Ginanjar.

Setelah itu, giliran Pangeran Biru yang memperoleh peluang. Sayang efektivitas lini depan Persib tidak mentereng di laga ini. Beberapa kesempatan yang terhitung langka itu terbuang percuma.

Memasuki babak kedua, Persib berusaha meningkatkan tensi permainan. Namun banyaknya umpan yang salah sasaran membuat upaya itu tak membuahkan hasil. Bola malah semakin mudah berpindah penguasaan kepada tim tamu.

Perubahan atmosfer di lapangan baru terasa saat Mbida Messi keluar di menit 55. Asri Akbar yang masuk sebagai pengganti mampu menambah daya gedor Pangeran Biru. Mantan pilar Persiba Balikpapan ini bahkan menjadi pemecah kebuntuan dengan sebuah gol cantik di menit kedua dia tampil.

Bermula dari bola muntah yang diperolehnya, Asri mengontrol bola beberapa langkah untuk kemudian melepaskan tendangan keras. Bola yang meluncur dari luar kotak penalti menerobos sudut kanan atas gawang tanpa mampu diblok kiper Selsius Gebze.

Satu gol pembuka mampu membuat kubu Pangeran Biru menggeliat. Beberapa peluang emas kemudian lahir meski penyelesaiannya tetap nihil. Diserang terus menerus membuat Persidafon memperkuat lini tengah. Pola 4-4-2 berganti ke 4-5-1 dengan menarik keluar striker Alan Arthur dan memasukkan gelandang Samuel L Nunez.

Langkah itu terbukti efektif, serangan balik Persidafon beberapa kali mengancam gawang Shahar Ginadjar. Setiap bola serangan Persib bisa direbut, lima gelandang Laskar Gabus Sentani ini langsung meninggalkan lini pertahanan untuk melancarkan serangan balasan.

Persib kembali membuat perubahan dengan menampilkan Kenji Adachihara. Turun sebagai pengganti Atep di menit 64, striker asal Jepang tersebut membuat Pangeran Biru kembali memperoleh banyak peluang. Puncaknya di menit 84, sontekan kepala Kenji yang melanjutkan sundulan M Ridwan mampu menggandakan keunggulan Persib.

Namun kemenangan ini tercoreng satu gol Persidafon di masa injury time. Kelengahan lini belakang Persib membuat Precious bebas melepaskan tendangan keras ke gawang Shahar Ginanjar. Padahal saat itu tim tamu tampil dengan sepuluh pemain karena kartu kuning kedua yang diterima Izzak Wanggai menit 87.

"Kami baru bertanding lagi setelah tur Kalimantan. Jarak waktu cukup lama membuat penampilan kami berbeda. Apalagi di babak pertama lini tengah dan belakang Persidafon disiplin, kami sulit cari celah," ucap Pelatih Persib Djadjang 'Djanur' Nurdjaman usai pertandingan.

Djanur juga mengakui lini depannya tak berkembang menghadapi pola pertahanan Persidafon. Lawan yang terus memancing emosi Sergio dan Hilton Moreira, membuat keduanya tampil di bawah standar.

"Selain kawalan ketat, sejak awal mereka memancing emosi kami. Itu yang membuat Sergio merasa terganggu. Pada babak kedua setelah mendapat penekanan dari tim pelatih, terasa ada perubahan di diri para pemain. Tapi lagi-lagi kami kehilangan konsentrasi sampai terjadi gol balasan. Semua faktor bisa mengganggu fokus pemain, apakah itu petasan, emosi, atau yang lainnya," ucap pelatih berusia 53 tahun ini.

Sementara itu, Pelatih Persidafon Agus Yuwono mengaku sudah berusaha maksimal. Dia pun bersyukur anak asuhnya bisa memberi perlawanan alot pada tim sekelas Persib.

"Dua gol Persib murni kesalahan kami, termasuk satu kartu merah. Persib tim bagus, kami juga sudah antisipasi para pemain cadangan mereka. Tapi inilah sepakbola, yang penting kami sudah berusaha maksimal dan beri perlawanan luar biasa," ucap Agus.

Sumber: Okezone
By: Fikri
Read more >>
 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger