Showing posts with label Manajer Persib. Show all posts
Showing posts with label Manajer Persib. Show all posts

Dibelikan Penjaga Wisma

5 May 2012
PADA Sabtu (12/9), Hariono turut berbuka puasa bersama dengan keluarga besar Manajer Persib, H. Umuh Muchtar di salah satu rumah makan di Jln. L.L.R.E. Martadinata. Saat itu juga hadir Nova Arianto, pelatih Jaya Hartono dan keluarganya, serta Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Zainuri Hasyim.

Bagi Hariono, untuk urusan berbuka, kalaupun tidak ada acara buka bersama, tidak menjadi persoalan. Yang sedikit bermasalah adalah untuk santap makan sahur. Karena tinggal di Wisma Dharma Bhakti di Jln. Bali Bandung, Hariono harus keluar kamar dulu untuk mencari santapan makan sahur.

Tapi, belakangan Hariono mulai menemukan cara efektif untuk mencari santap sahur. "Kalau sahur, saya biasanya minta penjaga wisma untuk membelikannya. Jadi, sekarang tidak masalah lagi," kata gelandang bertahan Persib ini.

Seperti para pemain Persib lain yang berasal dari luar Kota Bandung, Hariono pun sudah berencana mudik, begitu sesi latihan terakhir Persib dilakukan, Selasa (15/9). Urusan mudik ke Sidoarjo, Hariono sudah tak ambil pusing. "Saya sudah punya tiket pesawat pulang-pergi untuk mudik dan balik lagi ke Bandung," kata mantan pemain Deltras Sidoarjo ini. (endan suhendra/ "GM")**


Sumber Berita: Galamedia
By: Balad Persib
Read more >>

Umuh Bantah Pertahankan 60 Persen Pemain Persib

14 June 2010
Manajer Persib dihadapan seluruh pemain Persib membantah bahwa manajemen memastikan akan mempertahankan 60 persen kekuatan musim ini untuk menjadi kekuatan Persib musim depan. Menurutnya, itu hanya wacana bukan rencana yang akan disiapkan manajemen dalam pembentukan tim.

"Tidak benar kami akan pertahankan 60 persen. Itu hanya wacana saja, jadi belum ada keputusan apa pun juga mengenai kekuatan tim musim depan atau pembentukan tim musim depan," jelas Umuh, seusai latihan perdana tadi pagi.

Menurutnya, wacana tersebut sangat mengganggu konsentrasi pemain dalam berlatih. Semangat pemain jadi menurun karena adanya perasaan takut bahwa dirinya yang akan tersingkir dalam skuad Persib musim depan.

"Setelah adanya pemberitaan tersebut, banyak pemain yang menelpon menanyakan apakah musim depan akan dipertahankan atau tidak. Hal ini lah yang mengganggu konsentrasi pemain," jelas Umuh.

"Saya tegaskan tidak ada tindakan apapun atau rencana apapun yang disusun manajemen terkait pembentukan tim musim depan dalam waktu dekat ini. Semuanya akan dilakukan setelah Piala Indonesia selesai. Jadi saya minta pemain tetap fokus ke Piala Indonesia," kata Umuh.

Sumber: Bola Indo
By: BP
Read more >>

Partai Amal Hasilkan 18 Juta "Persib Peduli Gempa"

13 September 2009

IMAM CAHYADI/GM
MANTAN pemain Persib, Kosasih (kiri) menyundul bola saat akan dikejar pemain Persib Liga, Aji Nurpijal, pada pertandingan amal untuk korban gempa di Stadion Persib Bandung, Sabtu (12/9).
AHMAD YANI,(GM)-
Dana segar sebesar Rp 18.098.000 berhasil dikumpulkan dari ribuan bobotoh yang menyaksikan pertandingan amal yang dilakukan para pemain dan mantan pemain Persib Bandung di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Sabtu (12/9). Rencananya, sumbangan para bobotoh itu akan disampaikan secara langsung kepada korban bencana gempa bumi yang mengguncang sebagian besar wilayah Jawa Barat, pekan lalu.

Usai pertandingan, dana sumbangan bobotoh itu langsung diserahterimakan dari salah seorang pentolan Viking Persib Fans Club, Ayi Beutik kepada Manajer Persib, H. Umuh Muchtar. Dari Umuh, sumbangan itu diserahkan lagi kepada perwakilan mantan Persib, Ganjar Nugraha, yang menggagas pertandingan amal ini.

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan Ayi Beutik, rincian dana sebesar Rp 18.098.000 tersebut didapatkan dari hasil sumbangan bobotoh di pintu masuk stadion sebesar Rp 9.068.000, para pemain dan ofisial Persib sebesar Rp 8.000.000 serta hasil lelang penjualan kostum dan sepatu Cristian Gonzales sebesar Rp 550.000 dan Rp 380.000.

"Setiap pemain Persib masing-masing menyumbangkan Rp 250.000 untuk korban gempa. Dari saya pribadi sebesar Rp 1 juta. Begitu juga dari Pak Zainuri Hasyim dan Erwan (Setiawan, anggota DPRD Kota Bandung, red)," kata Umuh.

Acara bagus

Pertandingan amal ini disambut antusias bukan hanya oleh bobotoh, tapi juga para mantan pemain Persib dari berbagai angkatan. Meski tidak semuanya kebagian main, mereka datang ke Stadion Siliwangi untuk membantu korban gempa bumi.

Beberapa mantan pemain Persib yang tampil dalam pertandingan amal ini antara lain Adjat Sudrajat, Adeng Hudaya, Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, Wawan Karnawan, Kosasih, Anwar Sanusi, Yudi Guntara, Kekey Zakaria, Herry Kiswanto, Edi Sutarsa, Agus Atha, hingga generasi Sujana. Para mantan pemain Persib ini bermain bersama dengan pilar-pilar Persib yang akan tampil di Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010.

"Kita sangat antusias menyambut acara seperti ini. Acara ini bagus, karena kita bisa turut membantu meringankan beban korban gempa bumi di Jawa Barat," kata Yudi Guntara, gelandang Persib era '90-an. (B.82)**

Sumber Berita: Galamedia
By: Balad Persib
Read more >>

"Kita Terima Jadwal"

AHMAD YANI,(GM)-
Persib Bandung menyatakan tidak akan komplain dengan susunan jadwal pertandingan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 yang drafnya sudah dirilis PT Liga Indonesia (LI), Jumat (11/9). Bahkan, Manajer Persib, H. Umuh Muchtar menilai, susunan pertandingan Persib dalam jadwal yang dirilis Liga itu sudah bagus.

"Saya kira, jadwal pertandingan yang disusun sudah bagus. Tidak ada masalah. Kita menerimanya," kata Umuh, usai menyaksikan pertandingan amal di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Sabtu (12/9).

Berdasarkan jadwal yang sudah dirilis Liga, Persib akan memulai perjuangannya di LSI 2009/2010 dengan memainkan dua partai tandang melawan PSM Makassar di Stadion Mattoangin Makassar, 11 Oktober 2009, dan Persiba Balikpapan di Stadion Persiba, 14 Oktober 2009. Pada putaran pertama, Persib akan memainkan 8 laga kandang dan 9 tandang. Sebaliknya, di putaran kedua, Persib memiliki 9 partai kandang --lima di antaranya secara beruntun di pengujung kompetisi-- dan 8 partai away.

Pelatih Persib, Jaya Hartono pun merasa jadwal pertandingan yang sudah dikeluarkan Liga sudah cukup wajar. Menurutnya, soal kerugian atau keuntungan dari susunan jadwal pertandingan sangat relatif, ketika kompetisi sudah berjalan.

"Soal untung atau rugi dari penyusunan jadwal pertandingan, saya kira sangat relatif. Terkadang kalau banyak istirahat juga tidak baik buat tim. Sebaliknya, kalau jadwal padat, juga tidak selalu buruk buat tim," ujarnya.

Meski demikian, Jaya mengatakan, idealnya setiap tim itu bertanding secara konstan, meski hanya sekali dalam seminggu. Dengan begitu, katanya, stabilitas permainan tim bisa terjaga dengan baik.

Siaran langsung

Sementara itu, dari 306 total pertandingan LSI 2009/2010, sesuai kesepakatan dengan pihak Anteve, sebanyak 150 partai akan disiarkan secara langsung. Menurut Manajer Komunikasi Liga, Azwan Karim, untuk setiap pertandingan yang disiarkan langsung, klub tuan rumah akan mendapatkan hak siar yang besarannya sama dengan musim lalu.

"Kalau pertandingan sore hari, klub dibayar Rp 20 juta dan untuk malam hari dibayar Rp 30 juta," kata Azwan, seperti dirilis tempointeraktif.com. (B.82/ net)**

Sumber Berita: Galamedia
By: Balad Persib
Read more >>

Dibelikan Penjaga Wisma

PADA Sabtu (12/9), Hariono turut berbuka puasa bersama dengan keluarga besar Manajer Persib, H. Umuh Muchtar di salah satu rumah makan di Jln. L.L.R.E. Martadinata. Saat itu juga hadir Nova Arianto, pelatih Jaya Hartono dan keluarganya, serta Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Zainuri Hasyim.

Bagi Hariono, untuk urusan berbuka, kalaupun tidak ada acara buka bersama, tidak menjadi persoalan. Yang sedikit bermasalah adalah untuk santap makan sahur. Karena tinggal di Wisma Dharma Bhakti di Jln. Bali Bandung, Hariono harus keluar kamar dulu untuk mencari santapan makan sahur.

Tapi, belakangan Hariono mulai menemukan cara efektif untuk mencari santap sahur. "Kalau sahur, saya biasanya minta penjaga wisma untuk membelikannya. Jadi, sekarang tidak masalah lagi," kata gelandang bertahan Persib ini.

Seperti para pemain Persib lain yang berasal dari luar Kota Bandung, Hariono pun sudah berencana mudik, begitu sesi latihan terakhir Persib dilakukan, Selasa (15/9). Urusan mudik ke Sidoarjo, Hariono sudah tak ambil pusing. "Saya sudah punya tiket pesawat pulang-pergi untuk mudik dan balik lagi ke Bandung," kata mantan pemain Deltras Sidoarjo ini. (endan suhendra/ "GM")**

Sumber Berita: Galamedia
By: Balad Persib
Read more >>

Budi dan Hariono Terganjal Komdis

12 September 2009

BANDUNG, TRIBUN - Ada yang mengganjal, menjelang kiprah tim Persib Bandung di ajang Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010. Ganjalan itu terkait tunggakan denda sikap indisipliner dua pilarnya, yaitu Budi Sudarsono dan Hariono, kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Manajemen tim diberi tenggat waktu hingga 25 September mendatang, untuk menyelesaikan urusan administratif tersebut. Jika tidak, PT Liga Indonesia akan menjegal dua pemain tersebut dalam daftar susunan pemain tetap Persib Liga Super 2009/10.

Manajer Persib, H Umuh Muhtar, mengatakan, hal tersebut akan berdampak fatal bagi kekuatan tim karena kedua pemain tersebut merupakan pilar tim Persib musim depan.

"Pokoknya kita janji akan segera membayar denda dua pemain kita. Saya pun sebenarnya tidak tahu, siapa yang bertanggung jawab. Apakah pemain atau klub? Tetapi bagaimanapun juga, biarkanlah saya yang akan membayarnya," terang Direktur Umum (Dirut) PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) itu kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, kemarin sore.

Hariono dianggap melakukan tindakan tidak sportif dalam salah satu laga yang dilakoninya bersama Maung Bandung saat Persib dikalahkan Persija 2-3, akhir Juli 2008. Hariono divonis Komdis telah sengaja memukul Robertino.

Adapun Budi Sudarsono terganjal karena sikap tak sportifnya saat tim lamanya, Sriwijaya, kontra Persib pada ajang Copa Indonesia, 12 April 2009. Budi terlibat adu jotos dengan pemain Persib, Salim Alaydrus, padahal saat itu status Budi dalam proses percobaan hukuman setelah sebelumnya terlibat perkelahian dengan pemain PSMS saat Budi masih memperkuat Persik Kediri.

"Saya sudah berbicara dengan manajemen dan akan diselsaikan oleh klub," terang eks gelandang Deltras Sidoarjo tersebut.

Sekretaris PT Liga Indonesia (Liga) Tigorshalom Boboy menyatakan, terhitung enam pemain yang belum melunasi denda. Mereka terancam tidak bisa membela klubnya jika tidak ada penyelesaian secepatnya. Tigor mengancam, tidak menutup kemungkinan ada sanksi lebih berat untuk klub yang dibela pemain tersebut.

"Kami akan meninjau ulang seperti apa kesepakatan untuk pelunasan denda tersebut. Apakah tanggungan pemain atau klub. Tapi kami akan mencekal keikutsertaan pemain bersangkutan jika tidak mengindahkan sanksi Komdis," jelasnya.

Ditambahkannya, jika saja hingga batas waktu yang ditetapkan, Jumat (25/9), keenam pemain tersebut tidak juga melunasi pembayaran tunggakan dendanya, bisa dipastikan mereka tidak akan mendapat pengesahan untuk bisa tampil di kompetisi musim depan. (tor)

Dua Kasus

  • Hariono: memukul Robertino (Persija), akhir Juli 2008
  • Budi Sudarsono: adu jotos dengan Salim Alaydrus (Persib), 12 April 2009
Sumber Berita: Tribun Jabar
By: Balad Persib
Read more >>

Persib Terancam Tak Punya Kandang


Persib Terancam Tak Punya Kandang
Persib terancam tidak memiliki stadion kandang. Pasalnya, Stadion Si Jalak Harupat yang terletak di Soreang, Kabupaten Bandung mengalami beberapa kerusakan pasca gempa Tasikmalaya beberapa waktu lalu.

Supervisor Stadion Si Jalak Harupat Ruslani mengungkapkan, beberapa bangunan dari stadion Si Jalak Harupat mengalami kerusakan yang bervariasi. Dia mencontohkan, kerusakan cukup parah dialami bagian menara penangkal petir yang terletak di samping depan pintu masuk.

"Ada retak-retak di bagian ini. Tapi mudah-mudahan tidak terlalu parah nantinya," kata Ruslani kepada Okezone, Jumat (11/9/2009).

Selain bagian tower, Ruslani juga menyatakan, tribun dan beberapa bangunan di bagian selatan, timur dan barat mengalami kerusakan. Sedangkan untuk lapangan, dia menyatakan masih layak dipakai karena tidak mengalami kerusakan akibat gempa.

Mengenai kelayakan stadion Si Jalak Harupat dengan kondisi tersebut, Ruslani menyebutkan, pihak Pemkab Bandung nanti yang akan menentukannya. Termasuk, soal perbaikan stadion pun akan diurus oleh Pemkab Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung.

Jika melihat kondisi, lapangan Si Jalak Harupat memang masih layak digunakan. Namun, akan sangat riskan jika pertandingan tersebut dihadiri penonton yang menempati tribun. Pasalnya, bangunan tersebut mengalami beberapa kerusakan yang dikhawatirkan rubuh jika dipaksakan untuk diisi penonton.

Ruslani sendiri mengaku hingga kemarin belum ada pembicaraan lebih lanjut bersama manajemen Maung Bandung. Saat ini, pihaknya masih menunggu kabar terbaru, baik itu dari Pemkab Bandung maupun dari manajemen Persib.

Sementara saat dikonfirmasi, Manajer Persib Umuh Moechtar mengaku akan tetap menggunakan Si Jalak Harupat sebagai stadion pertandingan kandang bagi Persib. Umuh menilai, kondisi Si Jalak Harupat saat ini masih layak dipakai meski sempat terkena gempa. "Yang saya tahu tidak ada masalah. Kita akan tetap pakai Si Jalak Harupatm," tandasnya.

Dirut PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) ini juga berharap dengan sisa waktu yang ada saat ini, perbaikan stadion Si Jalak Harupat bisa dilakukan pihak terkait. Sehingga, saat nanti Persib bermain kandang, stadion bisa siap dipakai. [raka zaipul/sindo]

Sumber Berita: BolaIndo
By: Balad Persib
Read more >>

Kontrak Rene Jadi Satu Musim

11 September 2009

Kontrak Rene Jadi Satu Musim
Sesuai aturan terbaru FIFA, semua pemain harus dikontrak selama satu musim. Aturan ini pula yang akhirnya membuat manajemen Maung Bandung merubah kontrak dengan Christian Rene Martinez.

Stoper asal Paraguay tersebut akhirnya bernafas lega. Kontraknya tidak lagi setengah musim, melainkan menjadi satu musim penuh. PT Liga Indonesia akhirnya memberlakukan aturan dari FIFA ini bagi para peserta Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 ini. "Ya kami kan mengikuti aturan PT Liga. Jadi semua pemain kita kontrak satu musim penuh," ujar Manajer Persib Bandung Umuh Moechtar.

Umuh sendiri mengaku mengikuti rekomendasi dari Pelatih Kepala Persib Jaya Hartono untuk mengikat Rene sebagai penjaga lini belakang Maung Bandung. Rene akan disandingkan bersama Nova Aryanto dan Maman Abdurachman.

Pengusaha rekanan PT Pindad tersebut berharap Rene bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam membela Persib pada musim ini. Dia menegaskan, pelatih yang bertanggung jawab sepenuhnya dalam penentuan pemain. "Jadi kita di manajemen percaya bahwa pemain yang ada saat ini bisa memberikan yang terbaik," harapnya.

Saat dikonfirmasi, Rene mengaku merasa bahagia dan lega bisa bergabung dengan Persib selama satu musim ini. Sebagai pemain profesional, Eks stoper Deltras Sidoarjo tersebut bertekad untuk bekerja lebih keras demi memenuhi ambisi Persib menjuarai liga musim ini. "Tugas saya sekarang adalah memberikan yang terbaik bagi Persib dan para bobotoh," ujarnya.

Setiap kali sesi latihan berlangsung, bobotoh memang terlihat seperti mendapat idola baru. Mereka bertepuk tangan setiap kali Rene mempertontonkan aksi terbaiknya seperti saat menjebol gawang lawannya. Bahkan, seusai latihan, Rene merupakan pemain terakhir yang masuk lagi ke mess karena sibuk melayani permintaan tanda tangan dan berfoto bersama bobotoh.

Pelatih Jaya Hartono sendiri kerap menilai Rene adalah stoper yang pantas menjaga lini belakang Maung Bandung. Pasalnya, pemain berusia 30 tahun tersebut dinilainya komunikatif saat bekerjasama menghalau gerak lawan. Pada sesi latihan, Rene memang terlihat lebih cerewet dari pemain lainnya. "Kita cari stopper yang memang bisa berkoordinasi dengan pemain lainnya," pungkas Jaya. [azwar ferdian/okezone]

Sumber berita: BolaIndo
By: Balad Persib
Read more >>

Kontrak Pemain Habiskan Rp 13 M

10 September 2009

BANDUNG, TRIBUN - Persib memang telah mendapatkan suntikan dana segar sebesar Rp 20 miliar dari konsorsium pengusaha Bandung. Tapi dari dana sebesar itu sebagian besarnya justru dipergunakan Persib untuk penyelesaian kontrak pemain. Musim ini untuk belanja pemain, manajemen Persib menghabiskan dana sebesar Rp 13 miliar.

Anggaran kontrak pemain musim ini berkurang dari besaran anggaran kontrak Persib musim-musim sebelumnya. Pada musim yang lalu Persib menghabiskan anggaran sebesar Rp 13,77 miliar untuk kontrak pemain. Sementara dua musim sebelumnya, anggaran belanja pemain jauh lebih besar lagi yaitu 14,1 miliar.

Manajer Persib sekaligus Dirut PT PBB, H Umuh Muhtar, mengakui bahwa sebagian besar anggaran musim ini habis untuk mengikat seluruh pemain yang kini memperkuat Persib. "Memang untuk kontrak pemain musim ini, diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 13 miliar. Dengan adanya suntikan dana ini, mudah-mudahan urusan kontrak pemain bisa sesegera mungkin terselesaikan," kata Umuh, kemarin.

Dengan demikian, manajemen Persib hanya mempunyai sisa anggaran sebesar Rp 7 miliar saja untuk dana operasional selama kompetisi berlangsung. Melihat dari besaran dana sisa tersebut, dikhawatirkan Persib akan kekurangan dana dipertengahan musim kompetisi.

Hal ini bisa dilihat dari perbandingan besaran dana operasional Persib pada musim lalu yang menghabiskan dana sebesar Rp 12 miliar untuk setengah putaran saja. Bahkan dua musim sebelumnya, Persib menghabiskan dana sebesar Rp 16 miliar untuk setengah putaran.

Meski dana operasional terbilang kecil, Umuh cukup yakin bahwa seluruh beban operasional Persib selama satu musim ini bisa mencukupi. "Anggaran musim ini memang lebih kecil dari musim-musim sebelumnya. Musim ini kita hanya mengandalkan dana sebesar Rp 20 miliar, sementara musim-musim sebelumnya lebih dari Rp 30 miliar. Tapi saya optimis bisa mengatasinya," jelas Umuh.

Mengenai rincian kontrak setiap pemain, Umuh masih enggan terbuka kepada wartawan demi etika profesional dan demi menjaga kondisi setiap pemain tetap kondusif.
"Mengenai nilai kontrak setiap pemain, kita memang belum bisa meniru tim-tim eropa yang bisa terbuka mengenai nilai kontrak pemain. Kita belum waktunya seperti itu karena dikhawatirkan ada kesenjangan di setiap pemain," kata Umuh.

Tapi dari beberapa sumber disebutkan bahwa nilai kontrak tertinggi yaitu Cristian Gonzalez yang mencapai Rp 1,1 miliar, Cristian Rene Rp 500 juta untuk setengah musim, Hilton Moreira Rp 850 juta, pemain berlabel timnas antara Rp 650 juta - Rp 850 juta, pemain musim lalu yang dipertahankan Rp 300 juta - 500 juta, pemain lokal rekrutan baru sekitar Rp 300 juta - Rp 400 juta dan pemain U-21 sekitar Rp 200 jutaan.

"Saya berterima kasih kepada pemain yang masih mau bergabung dengan Persib meskipun nilai kontraknya tidak jauh berbeda dengan musim lalu, bahkan ada juga yang lebih kecil sedikit dari musim sebelumnya," katanya.

Manajemen memastikan bahwa sebelum Idul Fitri seluruh pemain sudah menandatangani kontrak baru bersama Maung Bandung. "Kita akan selesaikan kontrak pemain pada tanggal 15 September dan paling lambat tanggal 20 September semua sudah selesai," kata Umuh. (tor)

Sumber berita: Tribun Jabar
By: Balad Persib
Read more >>

Pengusaha Bandung Khawatir Persib Tidak Berlaga di LSI

BANDUNG, (PRLM).- Keterlibatan konsorsium di dalam PT PBB bermula dari kekhawatiran pengusaha asal Bandung yang juga bobotoh saat mengetahui Persib terancam tidak bisa berlaga di LSI 2009-2010 karena dililit kesulitan keuangan. Hal itu dikatakan M. Farhan dari konsorsium tersebut di Bandung, Rabu.

"Sejak tahu begitu, kemudian ada tawaran dari pimpinan konsorsium Glenn Sugita yang juga merangkul orang Bandung yang lain untuk sama-sama patungan membantu Persib dalam bentuk sebuah konsorsium. Sebab kalau bantuan diberikan dalam bentuk orang per orang, dikhawatirkan tidak akan terkelola secara profesional," ucapnya.

Glenn sendiri dikenal sebagai seorang pengusaha yang bergerak di sejumlah bisnis. Sejumlah perusahaan yang ditangani mantan petenis Jabar ini antara lain Bank BTPN, Alfamart, dan PT Northstar Pacific Capital.

Peter Tanuri yang kemudian menjabat sebagai Wakil Komusaris Utama PT PBB mengatakan, dana yang akan digelontorkan konsorsium tahun ini memang hanya Rp 20 miliar. Namun jika di perjalanan ada kekurangan dana, konsorsium siap menggulirkan tambahan dana untuk menutupinya. Meski demikian manajemen harus tetap berusaha menggunakan dana seefisien mungkin. Kalau bisa, cukup hanya dengan Rp 20 miliar yang ada.

"Yang penting, perjalanan Persib menuju LSI musim ini lancar. Pemain dan ofisial tidak perlu lagi mengkhawatirkan masalah finansial," katanya.

Direktur Utama PT PBB yang juga Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengaku amat bersyukur dengan kehadiran konsorsium yang siap membantu pembiayaan tim. "Selama dana yang diberikan konsorsium mencukupi, tidak perlu lagi kami menunggu-nunggu cairnya APBD," ucap Umuh seraya mengatakan konsorsium siap untuk tidak mengubah nama Persib dan tetap menjadikan Bandung sebagai markasnya.

Ucapan syukur yang senada disampaikan pula Eka Ramdani sebagai perwakilan permain. "Kami akan menjawab kepercayaan yang telah mereka berikan dengan menampilkan permainan yang terbaik selama membela Persib," ujarnya.

Secara khusus Dede Yusuf yang berperan sebagai penjembatan awal antara PT PBB dengan konsorsium tersebut juga menitipkan pesan yang tidak jauh berbeda dengan dengan janji yang sudah disampaikan pemain. "Anggota konsorsium sudah mengucurkan keringat mereka untuk membantu keuangan Persib. Keringat itu harus diganti dengan keringat pemain untuk menjadikan Persib juara di LSI," ucapnya. (A-184/A-26).***


Sumber berita: Pikiran Rakyat

By: Balad Persib

Read more >>

Tema Harus Absen Sepekan

6 September 2009
BANDUNG, (PR).-
Penjaga gawang Persib Bandung Tema Mursadad terpaksa absen seminggu dari jadwal latihan yang semestinya dia lakoni. Minggu (6/9) ini, rencananya Tema akan kembali ke kampung halamannya di Tangerang, sebelum akhirnya berobat ke Jakarta pada Senin (7/9). Kiper andalan utama pengawal tiang gawang "Maung Bandung" tersebut mengalami cedera lutut kanan pada sesi latihan Kamis (3/9) malam.

Tema yang ditemui "PR" di Wisma Dharma Bakti, Sabtu (5/9) sore, mengatakan, ia memilih untuk melakukan pengobatan sekaligus fisioterapi pada dokter yang telah lama dikenalnya. "Bukan apa-apa, dia sudah kenal track record saya, jadi bisa tahu penanganan apa yang paling tepat buat saya. Apalagi dia juga memang dokter yang spesialis menangani atlet," ucapnya seraya mengatakan cedera kali ini merupakan yang terparah yang dialami sepanjang kariernya.

Sebelumnya, Tema pernah berobat pada dokter tersebut saat mengalami cedera seusai melakoni laga terakhir Persib melawan Persija Jakarta, Juni lalu. Sejak saat itu hingga sekarang, menurut Tema, ia masih dalam tahap pemulihan dari trauma cedera yang dialaminya, sekaligus juga pemulihan kepercayaan dirinya.

Selama menjalani masa pengobatan dan fisioterapi dalam seminggu tersebut Tema menjamin ia tidak akan sepenuhnya beristirahat total. Berdasarkan pengalamannya, berobat kepada dokter tersebut, serangkaian aktivitas tetap akan dilakukannya. Mulai dari renang, jogging, hingga fitness, namun porsinya tidak terlalu berat dan intensitasnya tidak terlalu tinggi.

Dalam waktu seminggu itu pula kondisi Tema akan terus dipantau secara intensif. Hasil pemantauan tersebut juga akan disampaikan kepada dokter tim, dr. Ia Kurnia. Selain turut mengamati hasil pemantauan yang dilakukan dokter pribadi Tema, Ia juga akan membandingkan hasil scan terhadap lutut Tema yang sudah dilakukan Sabtu (5/9) ini.

"Saya belum bisa menyimpulkan apa-apa dari hasil foto scan tersebut, butuh perbandingan foto scan yang dulu juga," ucapnya.

Tema mengatakan, hasil pemantauan tersebut yang nantinya akan menjadi dasar keputusan yang akan diambilnya selanjutnya. "Setelah seminggu ini saya baru akan ambil keputusan, apakah kondisi saya masih memungkinkan untuk membela Persib atau tidak. Kalaupun kenyataannya saya harus beristirahat dulu untuk benar-benar memulihkan kondisi, saya siap dengan apa pun keputusan manajemen," tuturnya.

Bukan tanpa alasan Tema menyampaikan hal tersebut. Ia khawatir jika memaksakan diri tetap menjadi bagian dari skuad "Maung Bandung" dalam kondisi cedera, hanya beban mental yang akan dirasakannya. Selain itu, otomatis pula tidak akan ada satu pihak pun yang akan diuntungkan dengan keadaan tersebut.

"Kalau lebih cepat saya memberikan kepastian perihal kondisi saya kan manajemen juga bisa bersiap dengan keputusan yang akan mereka ambil selanjutnya," ucap Tema seraya meminta doa dari bobotoh untuk kesembuhannya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terpisah, Manajer Persib Bandung H. Umuh Muchtar mengaku tidak akan buru-buru mengambil keputusan. Ia lebih memilih menunggu kepastian kondisi dari Tema, supaya tidak mengambil keputusan yang gegabah.

"Biarkan dia memeriksakan dulu cederanya supaya ketahuan pasti seperti apa kondisinya. Yang pasti manajemen memberikan ia kesempatan terlebih dahulu. Kalau nyatanya kondisinya memang tidak memungkinkan, baru kita siapkan penggantinya," ucap Umuh. (A-184) ***

sumber berita: Pikiran Rakyat

by dukunpersib
Read more >>

Waluyo Gabung ke Arema

4 September 2009
Persib Membutuhkan Tiga Pemain Tambahan

BANDUNG, (PR).-
Mantan stopper Persib, Waluyo, akhirnya memutuskan untuk berlabuh ke Malang sebagai kota perhentian selanjutnya setelah Bandung. Waluyo akan membela tim "Singo Edan" dalam mengarungi Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010. "Iya, sekarang saya sudah di Arema Malang dan sudah mulai ikut berlatih," ujar Waluyo singkat ketika "PR" mencoba menghubungi melalui layanan pesan singkat, Kamis (3/9).

Pemain kelahiran 30 September 1983 itu enggan memerinci alasan yang kemudian membuatnya menetapkan pilihan kepada Arema, bukan kembali membela Pangeran Biru musim ini.

Ia hanya mengatakan masih harus belajar lebih banyak lagi dan akan senang sekali bila suatu saat nanti bisa kembali membela Persib Bandung. "Selama bersama Persib, semua sangat memuaskan," ujarnya.

Perihal pengunduran dirinya dari skuad Maung Bandung telah disampaikan Waluyo kepada Pelatih Jaya Hartono. "Semalam (Rabu malam-red.) dia sudah menelefon saya untuk pamitan karena lebih memilih Arema Malang sebagai klub yang akan dibelanya musim ini," ujar Jaya.

Saat ditanya apakah hengkangnya Waluyo diakibatkan rencana Persib merekrut Cristian Rene Martinez yang juga bermain sebagai stopper, Jaya langsung menampiknya. Menurut dia, Rene dan Waluyo tidak bisa disamakan karena yang satu merupakan pemain asing, sedangkan yang lain pemain lokal.

Jaya menjelaskan, Waluyo memilih Arema karena ia ingin bersama dengan rekannya Purwaka Yudhi membela "Singo Edan". "Sejak dulu mereka memang akrab, seolah sudah satu paket," kata Jaya.

Meskipun mengaku menghargai keputusan yang telah diambil Waluyo, Jaya tetap menyayangkan hal tersebut. Alasannya, kini ia kembali harus mencari pemain tambahan lagi. Hal tersebut dirasa sulit karena mendekati bergulirnya LSI, mayoritas pemain sudah memiliki klub yang akan dibelanya masing-masing. Sementara untuk merekrut pemain yang memperkuat klub yang berlaga di Divisi Utama atau Divisi Satu, Jaya masih belum berani.

"Bukan apa-apa, pemain dari klub yang tidak berlaga di LSI belum memiliki kemampuan dan mental yang memadai sehingga butuh waktu lama lagi untuk menempanya. Padahal waktu persiapan yang dimiliki tim semakin menipis," tuturnya.

Lebih lanjut, Jaya mengatakan akan segera membicarakan hal ini dengan manajemen untuk bisa segera merekrut pemain baru guna menggenapi kuota 23 pemain yang dibutuhkan.

Saat ini baru sembilan belas pemain yang sudah terikat kerja sama dengan Persib, minus Rene yang masih dalam proses negosiasi harga. "Riskan kalau tim hanya diperkuat 20 pemain, belum lagi jika empat pemain tim nasional sudah dipanggil ke Jakarta, kekuatan kita akan semakin timpang," ucapnya.

Dengan demikian, dibutuhkan setidaknya tiga pemain tambahan untuk mengisi posisi di tengah dan belakang. Semua pemain tersebut, Jaya upayakan berasal dari Bandung dan daerah sekitarnya.

Dihubungi terpisah, Manajer Persib H. Umuh Muchtar mengaku tidak dikabari sama sekali oleh Waluyo perihal pengunduran dirinya. Kabar tersebut bahkan baru diketahuinya saat "PR" mencoba mengonfirmasi.

Umuh mengaku tidak keberatan dengan keputusan Waluyo. "Masih banyak pemain yang lebih baik yang bisa kita kejar," ujarnya. (A-184) ***

Sumber Berita: Pikiran Rakyat

by dukunpersib
Read more >>
 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger