Showing posts with label Persidafon. Show all posts
Showing posts with label Persidafon. Show all posts

Umuh Tuding Bobotoh Penyebab Gawang Persib Kebobolan

21 August 2013
Meski menang atas Persidafon 2-1 dan berhasil mengejar target tiga poin, Manajer Persib Umuh Muchtar mengaku menyimpan sedikit kekecewaan. Kekecewaan tersebut disebabkan adanya petasan dan kembang api yang membuat para pemainnya menjadi hilang konsentrasi sehingga kebobolan di injury time babak kedua.
Menurut Umuh, gol Persidafon ke gawang Persib bukan semata-mata kesalahan para pemain Persib. Namun juga disebabkan pecahnya konsentrasi akibat adanya petasan dan kembang api yang dinyalakan oknum bobotoh.
“Kenapa menyalakan mercon sebelum pertandingan berakhir, kan setelah pertandingan juga bisa. Lalu kenapa setelah pertandingan malah tidak ada mercon? Mercon itu diarahkan pula ke gawang Persib. Itu kan merusak konsentrasi pemain, sehingga kebobolan,” kata Umuh dengan nada tinggi.
Menurut Umuh, ulah oknum seperti itu membuat kerugian yang harus ditanggung pihak Persib. “Apakah oknum bobotoh itu tidak senang Persib bisa menang? Belum lagi kami yang harus menanggung kerugiannya. Terakhir Persib didenda Rp 30 juta karena ulah oknum bobotoh yang menyulut mercon ini,” katanya.
Umuh mengimbau kepada para bobotoh yang merasa mencintai Persib untuk tidak lagi melakukan kesalahan serupa di pertandingan berikutnya yang bisa merugikan Persib. Umuh menganjurkan agar para bobotoh tidak lagi menyalakan petasan pada saat pertandingan masih berlangsung.
“Untung tadi kita unggul 2-0 sehingga kebobolan pun masih tetap menang. Coba bayangkan kalau kedudukannya tadi 1-0. Kita malu besar dong karena ditahan imbang tim yang sebenarnya tidak ada apa-apanya itu. Saya benar-benar kecewa,” kata Umuh.

Sumber: BolaIndo
By: Fikri
Read more >>

Bukan Akhir Segalanya

SOREANG (GM) - Meski mengalami kekalahan saat menghadapi Persib, namun defender Persidafon Dafonsoro, Precious Emujerae mengatakan, itu bukan akhir dari segalanya. Kendati harus menelan pil pahit kekalahan, namun ia percaya timnya akan terus berjuang hingga akhir musim kompetisi Liga Super Indonesia (LSI).

Sebelum pertandingan, Precious yakin timnya yang datang dari Papua bisa mengalahkan tuan rumah untuk keluar dari zona degradasi. Namun, keinginan itu harus kandas oleh Hariono dan kawan-kawan di kandang "Maung Bandung".

"Ini sepak bola. Kita datang ke sini untuk bertanding. Kita ingin menang dan tidak peduli dengan nama-nama besar yang ada di Persib. Kita akan terus berjuang sampai akhir musim ini. Saya akan tetap percaya," ujar Precious kepada "GM" usai pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Selasa (20/8).

Menyisakan tiga pertandingan di musim ini, mantan pemain Persiba Balikpapan ini mengatakan, akan tetap berjuang untuk bisa keluar dari zona degradasi. Ia berharap rekan-rekan setimnya, juga bisa terus berjuang hingga akhir musim.

"Memang kita terus berjuang untuk keluar dari zona degradasi, tapi kita bermain tanpa beban dan nothing to lose," ujarnya.

Dengan tidak adanya pemain yang dilanda cedera usai menghadapi Persib, Precious yakin bisa memenangkan tiga pertandingan terakhir. Terlebih dua pemain yaitu Markus Horison dan Isnan Ali, baru bergabung dengan tim berjuluk "Gabus Sentani" tersebut.

"Kita datang dengan hati. Oleh karena itu saya tetap percaya kita bisa menjadi lebih baik lagi. Kita tidak akan menyerah sampai kapan pun," tutupnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Persib Penuhi Target

SOREANG (GM) - Skuad "Maung Bandung" berhasil memenuhi target sekaligus memuaskan ribuan bobotoh usai menjungkalkan Persidafon Dafonsoro 2-1 (0-0), pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2012/2013 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Selasa (20/8).
Dengan hasil ini, Persib menempati posisi tiga dengan poin 59, sama dengan Arema. Namun Arema berada di posisi dua karena selisih golnya lebih baik dibanding Persib.

Memasuki babak pertama, Persidafon menyajikan permainan dengan ciri khasnya, cepat dan keras. Beberapa kali pemain Persidafon menjatuhkan pemain Persib saat menggiring bola. Bek Persidafon, Alaso dan Precious Emujorae dengan ketat menjaga pergerakan Serginho "Sergio" van Dijk.

Permainan keras yang diperagakan lawan tidak diladeni para pemain Persib yang justru lebih dominan dalam penguasaan bola. Perlahan namun pasti, Persib terus mendobrak pertahanan lawan dari berbagai sisi. Namun upaya ini belum membuahkan gol.

Persidafon yang berjuang untuk terindar dari jurang degradasi, sempat merepotkan pertahanan Persib. Beberapa peluang sempat didapat anak asuhan Agus Yuwono. Namun gagal dikonversi menjadi gol. Kedudukan imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, skuad "Maung Bandung" menaikkan tempo permainan. Pelatih Djadjang Nurdjaman sedikit mengubah strategi dengan menarik George Parfait Mbida Messi yang digantikan oleh Asri Akbar.

Masuknya Asri Akbar di babak kedua mampu menghidupkan pergerakan Persib hingga lebih berbahaya. Asri mampu memecah kebuntuan dengan mencetak gol di menit 57. Gol tercipta setelah bola yang dibuang pemain belakang Persidafon, tepat mendarat di kaki Asri. Kesempatan ini berhasil dimaksimalkan Asri dengan melepaskan tendangan keras. Hasilnya si kulit bundar menembus gawang tim "Gabus Sentani" yang dikawal Selsius, 1-0 untuk Persib.

Ketinggalan 0-1, Precious dkk. berupaya menyamakan kedudukan dengan melakukan serangan. Selain itu, pelatih Agus Yuwono memanfaatkan seluruh jatah pergantian pemain di babak kedua. Namun upaya ini belum juga membuahkan hasil.

Di tengah gencarnya serangan Persidafon, Persib mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-0 di menit 84. Gol tercipta saat Sergio memberikan umpan kepada M. Ridwan, yang lalu menyodorkannya lagi kepada Kenji. Dengan cerdik, Kenji menyundul si kulit bundar dan bersarang di jalan lawan.

Di menit 86, gelandang Persidafon, Izzac Wanggai diusir wasit setelah mendapatkan kartu kuning kedua. Namun tim tamu terus menggempur Persib di menit-menit terakhir.

Gol pun akhirnya tercipta di tambahan waktu dua menit setelah Precious menendang keras bola ke arah gawang yang dijaga Shahar Ginanjar, memanfaatkan umpan David Lally. Hingga pertandingan berakhir, kedudukan menjadi 2-1.

Banyak kekurangan

Pelatih Persib yang juga akrab disapa Djanur mengatakan, di babak pertama dan kedua banyak peluang untuk mencetak gol. Namun ia mengakui masih ada kekurangan yang menjadi pekerjaan rumah, termasuk finshing touch.

"Penampilan di babak pertama tidak terlalu bagus. Banyak peluang yang diciptakan para pemain tapi tidak bisa dimanfaatkan. Masih ada kekurangan yang harus diperbaiki," katanya saat jumpa pers usai pertandingan.

Menyinggung soal permainan keras Persidafon di babak pertama, Djanur menilai, cukup mempersulit pergerakan para penyerang "Maung Bandung". Selain itu, aksi provokasi para pemain tim "Gabus Sentani" juga sedikit memengaruhi Hilton Moreira dkk.

"Karena memang kita ingin menang dan gol tidak kunjung datang, pasti rada buru-buru. Tapi di babak kedua, saya katakan kepada pemain jangan terburu-buru dan main tenang," jelasnya.

Sementara pelatih Persidafon, Agus Yuwono mengatakan, dua gol yang bersarang di gawangnya merupakan kesalahan dari timnya sendiri. Dia pun mengakui, Persib bermain bagus sehingga bisa mengalahkan timnya di pertandingan tersebut.

"Buat saya dua gol itu kesalahan kita sendiri. Kita sebenarnya bisa mengimbangi permainan tapi kita lengah. Ini menjadi poin untuk pemain, saat bermain melawan Persib sebagai tim bagus. Tapi di satu sisi, kita sudah memberikan perlawanan luar biasa," jelasnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Djanur: Persib Terlambat Panas

20 August 2013
BANDUNG – Persib Bandung mampu menaklukkan Persidafon Dafonsoro dalam pertandingan lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2013. Laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (20/8/2013) berakhir dengan skor 2-1.

Meski sukses mengamankan tiga poin kandang, Pelatih Djadjang 'Djanur' Nurdjaman mengakui skuad asuhannya memiliki banyak kekurangan. Mulai dari terlambat panas, hingga buyarnya konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan.

Laga sendiri berjalan tidak terlalu sengit, terutama pada awal pertandingan. Di babak pertama, Pangeran Biru tak mampu menunjukkan permainan yang sebenarnya. Kawalan ketat para defender Persidafon terhadap pemain-pemain bintang Persib, mampu meredam agresivitas tim tuan rumah. Bahkan Laskar Gabus Sentani tampil emosional untuk mengganggu konsentrasi Sergio van Dijk dkk.

Persib hampir saja kecolongan saat Supardi gagal membendung umpan terobosan yang ditujukan pada David Laly di menit 11. Beruntung tendangan pemain bernomor punggung 91 itu masih bisa ditepis Shahar Ginanjar.

Setelah itu, giliran Pangeran Biru yang memperoleh peluang. Sayang efektivitas lini depan Persib tidak mentereng di laga ini. Beberapa kesempatan yang terhitung langka itu terbuang percuma.

Memasuki babak kedua, Persib berusaha meningkatkan tensi permainan. Namun banyaknya umpan yang salah sasaran membuat upaya itu tak membuahkan hasil. Bola malah semakin mudah berpindah penguasaan kepada tim tamu.

Perubahan atmosfer di lapangan baru terasa saat Mbida Messi keluar di menit 55. Asri Akbar yang masuk sebagai pengganti mampu menambah daya gedor Pangeran Biru. Mantan pilar Persiba Balikpapan ini bahkan menjadi pemecah kebuntuan dengan sebuah gol cantik di menit kedua dia tampil.

Bermula dari bola muntah yang diperolehnya, Asri mengontrol bola beberapa langkah untuk kemudian melepaskan tendangan keras. Bola yang meluncur dari luar kotak penalti menerobos sudut kanan atas gawang tanpa mampu diblok kiper Selsius Gebze.

Satu gol pembuka mampu membuat kubu Pangeran Biru menggeliat. Beberapa peluang emas kemudian lahir meski penyelesaiannya tetap nihil. Diserang terus menerus membuat Persidafon memperkuat lini tengah. Pola 4-4-2 berganti ke 4-5-1 dengan menarik keluar striker Alan Arthur dan memasukkan gelandang Samuel L Nunez.

Langkah itu terbukti efektif, serangan balik Persidafon beberapa kali mengancam gawang Shahar Ginadjar. Setiap bola serangan Persib bisa direbut, lima gelandang Laskar Gabus Sentani ini langsung meninggalkan lini pertahanan untuk melancarkan serangan balasan.

Persib kembali membuat perubahan dengan menampilkan Kenji Adachihara. Turun sebagai pengganti Atep di menit 64, striker asal Jepang tersebut membuat Pangeran Biru kembali memperoleh banyak peluang. Puncaknya di menit 84, sontekan kepala Kenji yang melanjutkan sundulan M Ridwan mampu menggandakan keunggulan Persib.

Namun kemenangan ini tercoreng satu gol Persidafon di masa injury time. Kelengahan lini belakang Persib membuat Precious bebas melepaskan tendangan keras ke gawang Shahar Ginanjar. Padahal saat itu tim tamu tampil dengan sepuluh pemain karena kartu kuning kedua yang diterima Izzak Wanggai menit 87.

"Kami baru bertanding lagi setelah tur Kalimantan. Jarak waktu cukup lama membuat penampilan kami berbeda. Apalagi di babak pertama lini tengah dan belakang Persidafon disiplin, kami sulit cari celah," ucap Pelatih Persib Djadjang 'Djanur' Nurdjaman usai pertandingan.

Djanur juga mengakui lini depannya tak berkembang menghadapi pola pertahanan Persidafon. Lawan yang terus memancing emosi Sergio dan Hilton Moreira, membuat keduanya tampil di bawah standar.

"Selain kawalan ketat, sejak awal mereka memancing emosi kami. Itu yang membuat Sergio merasa terganggu. Pada babak kedua setelah mendapat penekanan dari tim pelatih, terasa ada perubahan di diri para pemain. Tapi lagi-lagi kami kehilangan konsentrasi sampai terjadi gol balasan. Semua faktor bisa mengganggu fokus pemain, apakah itu petasan, emosi, atau yang lainnya," ucap pelatih berusia 53 tahun ini.

Sementara itu, Pelatih Persidafon Agus Yuwono mengaku sudah berusaha maksimal. Dia pun bersyukur anak asuhnya bisa memberi perlawanan alot pada tim sekelas Persib.

"Dua gol Persib murni kesalahan kami, termasuk satu kartu merah. Persib tim bagus, kami juga sudah antisipasi para pemain cadangan mereka. Tapi inilah sepakbola, yang penting kami sudah berusaha maksimal dan beri perlawanan luar biasa," ucap Agus.

Sumber: Okezone
By: Fikri
Read more >>

Persib Ungguli Persidafon 2 - 1

STD SI JALAK HARUPAT (GM) - Sepanjang babak pertama Persib tidak behasil mencetak gol pada pertandingan melawan Persidafon di Stadion Si jalak Harupat, Selasa (20/8/) sore.

Meski tampil menyerang, "Maung Bandung" selalu gagal dalam satu sentuhan terakhir karena rapatnya barisan pertahanan lawan.

Di menit 11 Persidafon sempat mengancam gawang Persib ketika tendangan keras David Laly masih bisa ditepis Shahar Ginanjar dan menghasilkan tendangan sudut.

Dalam laga yang disaksikan sekitar 15.000 bobotoh itu, Sergio dan Hilton belum bisa berbuat banyak sampai menit ke-25 karena dua bek jangkung Persidafon, Alaso dan Precious tampil gemilang. Hingga tambahan waktu dua menit habis, skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, untuk mengubah variasi serangan, Asri Akbar masuk menggantikan Mbida Messi menit ke-55. Baru 1 menit berada di lapangan, pemaim bernomor punggung 66 itu membawa Persib unggul 1-0.

Memanfaatkan bola liar dari kemelut di kotak penalti lawan, tendangan kerasnya dari jarak sekitar 20 meter meluncur ke pojok kiri atas gawang Selsius Gebze.

Menit ke-84, Persib menggandakan keunggulan. Umpan silang Sergio disambut dengan baik oleh M Ridwan yang langsung meneruskannya kepada Kenji. Sundulan pelan pemain asal Jepang itu pun tidak mampu digapai Selsius Gebze.

Pada masa injurytime, Persidafon memperkecil kedudukan melalui gol yang dicetak Precious memanfaatkan hilangnya konsentrasi pemain Persib. Laga pun usai dengan skor akhir 2-1.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Hanya Dua Poin dari Tur Papua

4 February 2013
STD BARNABAS (GM) - Persib Bandung kembali menuai hasil imbang dalam tur ke Papua. Atep dkk hanya mampu memetik hasil satu poin saat menyambangi Persidafon Dafonsoro dengan skor 0-0 dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012-2013 di Stadion Barnabas, Senin (04/2).

Sebelumnya tim Maung Bandung ini juga ditahan imbang Persiram Raja Ampat 1-1.

Dibabak pertama Persib beberapa kali mendapat peluang emas. Di menit 18 melalui Dzumafo lewat aksi individu. Namun sayang bola lebih dulu keluar garis lapangan. Kenji memperoleh sebuah peluang emas di menit ke-30. Lepas dari pengawalan pemain bertahan Persidafon, Kenji melepaskan tembakan ke arah gawang namun tendangan pemain asal Jepang ini hanya menyamping. 

Hingga menit akhir babak pertama masih imbang dengan skor 0-0. 

Sedangkan tim Persiram masih cukup hati-hati untuk mengikuti tempo permainan Persib.

Di babak kedua Persib lebih banyak menyerang pertahanan tuan rumah. Bahkan hingga 15 menit di babak kedua ini pertahanan Persidafon terkurung oleh serangan-serangan Persib. 

Umpan silang Firman kepada Kenji di daerah pertahanan Persidafon di menit 53 kembali gagal diselesaikan dengan baik.

Beberapa usaha dan peluang kedua tim terus terjadi hingga di penghujung babak kedua. Hanya saja gol tak kunjung tiba. Hingga wasit Yandri meniupkan peluit panjang skor tetap tak berubah 0-0.

Satu poin bagi Persib membuat tim berjuluk Maung Bandung harus pulang dari tur Papua dengan nilai dua poin atau sudah mengoleksi 6 poin dari 4 laga yang sudah dilalui.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Jaga Konsentrasi!


BLK. FACTORY (GM) - Dalam laga tandang di tanah Papua, skuad "Maung Bandung" kembali harus menghadapi tim tangguh Persidafon, Senin (4/2) petang ini. Apalagi tim berjulukan "Gabus Sentani" ini sedang berada di atas angin, usai menundukkan Persita Tangerang dengan skor telak 4-0.
Mengenai kesiapan tim, pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman mengaku agak khawatir dengan kebugaran Atep dan beberapa pemain lainnya setelah melakukan perjalanan melelahkan dari Raja Ampat menuju Sentani.

Djadjang berharap, kondisi anak asuhnya bisa kembali pulih untuk menghadapi laga krusial ini. "Soal kondisi tim, kami baru sampai tadi pagi (kemarin pagi, red). Pemain enggak ada masalah, hanya kurang tidur. Mudah-mudahan saja besok (hari ini, red) kondisi mereka sudah prima," terang Djanur saat dihubungi, Minggu (3/2).

Disinggung tantang kekuatan Persidafon, ia mengatakan, tim asuhan pelatih Erens Pahelerang itu patut diwaspadai, terutama barisan penyerangnya yang dikhawatirkan dapat merepotkan lini pertahanan Maung Bandung.

"Semua pemain lawan harus kita waspadai. Apalagi mereka baru menang besar di kandang. Kita harus mengantisipasi penyerang mereka, Anis Nabar dan Makanuay karena mereka punya kecepatan dan teknik yang bagus," katanya.

Djanur meminta semua pemain tidak kehilangan konsentrasi saat bertanding nanti. "Sebenarnya tidak hanya mereka, pemain lain juga harus kita waspadai. Pokoknya kita jangan hilang konsentrasi," imbuhnya.

Meskipun begitu, mantan pelatih Pelita Jaya ini menyebutkan, mencuri poin tetap menjadi target utama Persib. Ia berharap, minimal Atep dkk. dapat mencuri satu poin dalam pertandingan ini.

"Target pasti ada. Kalau enggak dapat tiga poin ya satu. Pokoknya jangan sampai kita kehilangan poin di sini," harapnya.

Sulit dikalahkan

Sementara itu, pelatih Persidafon, Erens Pahelerang mengakui, Persib bukan tim yang mudah dikalahkan. Meski timnya baru saja memetik hasil bagus, ia menilai anak asuhnya masih belum maksimal.

"Persib punya pemain berkualitas di setiap lini. Kita harus disiplin dan konsentrasi melawan mereka. Walaupun kita baru menang besar, tapi masih belum maksimal. Setelah Inter Island Cup di Bandung beberapa waktu lalu, sampai sekarang persiapan kita baru 10 hari di Surabaya untuk menghadapi pertandingan kandang. Makanya saya berharap, anak-anak dapat tampil maksimal," katanya.

Erens juga tidak memasang target yang muluk dalam pertandingan ini. Ia hanya bisa berharap, Anis Nabar dan kawan-kawan dapat tampil maksimal.

"Kalau target, saya enggak mau berlebihan. Anak-anak bisa main maksimal saja sudah cukup. Mudah-mudahan saja kita bisa dapat satu poin. Kalau dapat tiga ya lebih bagus," katanya. 

Soal siapa sosok yang patut diwaspadai dari tim lawan, dengan tegas Erens menilai, semua pemain Persib harus dikawal baik. Sebab dia menilai, bukan hanya barisan lini depannya saja yang berbahaya. Para bek Maung Bandung pun diakuinya bisa saja menyulitkan timnya. 

"Semua pemain, bukan cuma pemain depan. Tengah dan belakang Persib juga harus diawasi. Pemain belakangnya saja bisa bikin gol. Saya hanya bisa berharap, pemain saya bisa disiplin supaya tidak kebobolan," harapnya.

Di atas kertas, dari tiga pertemuan terakhir kedua tim, Persib lebih diunggulkan, karena berhasil dua kali menang dan satu kali imbang. Kemenangan didapat Persib di kompetisi LSI musim lalu di kandang sendiri dengan skor 3-2, lalu bermain imbang 2-2 di markas Persidafon, dan terakhir Atep dkk. menang 3-2 dalam Turnamen Inter Island Cup 2012 di Stadion Siliwangi, beberapa waktu lalu.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Laga Papua Melelahkan

23 January 2013
A. YANI (GM) - Dengan diisi para pemain berkualitas, Persib Bandung seharusnya mampu meraih prestasi yang lebih baik dari musim-musim sebelumnya saat melakukan laga tandang ke Papua, melawan Persiram Raja Ampat dan Persidafon Dafonsoro.

Pada musim lalu melawan dua tim tersebut, Persib memiliki rekor yang tidak terlalu buruk. Satu kali menang dan satu kali seri. Meski begitu di akhir klasemen, Persib harus puas berada di posisi 8.

Laga tandang ke Papua terbilang laga yang melelahkan. Terlebih perjalanan yang memakan waktu lama, memengaruhi kondisi pemain. Hal itu diakui gelandang Persib, Hariono.

"Kalau bagi saya pribadi, kendala yang dihadapi ketika tandang ke Papua itu perjalanan yang melelahkan. Sehingga sedikit banyak memengaruhi kondisi fisik," kata Hariono kepada wartawan, Minggu (20/1).

Namun dengan komposisi pemain saat ini serta kualitas permainan yang dinilai berbeda dari musim lalu, dirinya yakin bisa mendapatkan hasil baik di laga tersebut. "Selain itu, saya harap kami juga bisa mengulang gaya permainan terbaik yang pernah kami lakukan sebelumnya, untuk menghadapi dua tim asal Papua tersebut," ujarnya.

Sementara itu, menurut striker Persib Dzumafo Herman Epandi, laga tandang tersebut memang memakan waktu lama. Selain itu, timnya akan bermain di sebuah tempat yang indah di Indonesia.

"Tapi kami ke sana bukan untuk jalan-jalan. Kami datang untuk bertanding dengan penuh semangat dan mengalahkan kedua tim tersebut," kata Dzumafo, belum lama ini.

Dengan komposisi pemain saat ini serta kualitas permainan yang semakin baik, ia bertekad kembali menyumbangkan gol sebanyak mungkin di laga tersebut. "Kalau bisa kami harus mencuri 6 poin di dua laga tandang tersebut. Jangan sampai kalah," katanya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Persib Boyong 20 Pemain ke Papua

22 January 2013
BANDUNG, (PRLM).-Persib Bandung akan membawa sebanyak 20 pemain pada tur Papua untuk menghadapi Persiram Raja Ampat dan Persidafon Dafonsoro dalam lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia 2012/2013. Persib akan menghadapi Persiram pada Kamis (31/1/13), sedangkan kontra Persidafon akan dihelat Senin (4/2/13).
"Saya pastikan akan menyimpan dua pemain di Bandung, soal siapa saja pemain yang akan diboyong ke Papua, belum bisa ditentukan sekarang. Masih banyak waktu dan segala sesuatu bisa saja terjadi," ujar Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman saat ditemui di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Bandung, Selasa (22/1/13).
Saat ini, punggawa "Maung Bandung" dihuni sebanyak 22 pemain dan 4 pemain magang. Merujuk apa yang diutarakan Djadjang, kemungkinan dua pemain yang akan ditinggalnya adalah dua penjaga gawang.
Hal itu karena, saat ini Persib diperkuat oleh sebanyak empat penjaga gawang, yakni I Made Wirawan, Shahar Ginanjar, Cecep Supriyatna, dan Rizky Bagja.
"Mungkin saja, soalnya bawa dua kiper juga cukup untuk melakukan dua pertandingan tandang nanti," ucap pelatih berusia 54 tahun itu.
Rombongan "Maung Bandung" akan bertolak ke Papua pada Senin (28/1/13) dan kembali ke Bandung pada Selasa (4/2/13).
"Kalau tidak ada masalah pemain yang cedera dalam persiapan sekarang, jumlah tersebut tidak akan berubah. Saya kira, membawa 20 pemain sudah ideal," pungkas pelatih kelahiran Sumedang itu.

Sumber: PR
By: Fikri
Read more >>

Persib Kalahkan Persidafon 3-2

2 July 2012

BANDUNG - Meksi tidak terbukti menang bersih tanpa balas, Persib berhasil mengalahkan Persidafon 3-2 (2-0) pada kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2011/2012 di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (2/7/12) petang.

Pada babak pertama "The Winning Team" Persib unggul 2-0 hasil dari sundulan Marcio Souza di menit 35 dan 36.

Babak kedua, Atep menambah gol pada menit 62. Gol itu berawal dari kaki Marcio Souza yang memberikan umpan, Noh Alam Shah yang lolos dari jebakan offside berhasil menyambut umpan yang kemudian digiring bola ke kotak penalti dan memberikan umpan kepada Atep. Dengan mudah Atep menceploskan bola ke gawang Persidafon. Skor menjadi 3-0.

Tertinggal tiga gol tidak membuat Persidafon putus asa. Menit 72 Marcio Cirelli mencetak gol, yang memanfaatkan bola liar yang salah diantisipasi bek Persib Abanda Herman. Skor menjadi 3-1.

Di menit 82, Persidafon berhasil memperkecil kedudukan menjadi 3-2 melalui gol Isak Oagai.

Hingga pertandingan berakhir, skor 3-2 tidak berubah untuk kemenangan Persib.

Sumber: PR
By: Fikri
Read more >>

Persib Kudu Meunang

STD. SILIWANGI (GM) - Skuad Persib Bandung bertekad persembahkan kemenangan di laga kandang pamungkas Liga Super Indonesia (LSI) 2011-2012, saat melawan Persidafon Dafonsoro di Stadion Siliwangi, Senin (2/7). Dalam laga ini Persib bakal menurunkan seluruh pemain intinya. "Di laga kandang terakhir ini kita sudah sepakat untuk tampil maksimal demi meraih kemenangan," ujar pelatih Persib, Robby Darwis di Stadion Siliwangi, Minggu (1/7).
Menurut Robby, laga ini sebenarnya sudah tidak banyak memengaruhi posisi Persib di klasemen LSI. Persib dipastikan hanya mampu berada di papan tengah. Bahkan Persib masih mungkin tersalip oleh tim lain termasuk Persidafon.

"Semua sudah tahu kita hanya berada di papan tengah. Meski pun kita tidak mungkin naik jauh lagi, tetapi kita tetap ingin menang dan mencari poin," katanya.

Menurutnya, para pemain juga telah siap untuk memberikan kemenangan bagi bobotoh yang bakal memenuhi Stadion Siliwangi. Para pemain akan memberikan penampilan maksimalnya.

"Ini karena mereka juga menganggap sisa laga Persib menjadi perhitungan bagi mereka untuk musim selanjutnya," tuturnya.

Di laga nanti, Persib diperkirakan bakal menurunkan Noh Alam Shah dan Marcio Souza di lini depan. Di lini tengah masih akan becokol Atep, Miljan Radovic, Hariono, dan M. Ilham. Sedangkan lini belakang kembali akan diisi oleh duet Maman Abdurahman dan Abanda Herman.

Namun Robby mengakui jika melawan Persidafon, Persib perlu bermain hati-hati. Robby menilai, Persidafon memiliki kecepatan. Sehingga Persidafon sering memanfaatkan serangan balik untuk bisa mencetak gol.

"Mereka memiliki Yohanes Pahabol dan Patrick Wanggai. Ini yang perlu diwaspadai. Jika mereka masuk daerah pertahanan, kita harus bisa memarkingnya," ujar Robby.

Tanpa target

Sementara itu, Pelatih Persidafon Dafonsoro, Ernest Pahelerang mengatakan, timnya tidak diberi target pada laga kali ini. Ia hanya berharap, laga nanti bisa dinikmati para pemainnya.

"Kalau kita lihat Persib punya materi yang bagus, kita jauh di bawahnya. Jadi untuk kita yang penting bisa nikmati saja pertandingan itu. Lawan Persib kita tidak bebani pemain harus meraih poin. Hal terpenting mereka bisa tampil bagus di stadion ini," katanya.

Meski tidak mematok poin, Ernest diperkirakan juga bakal menurunkan pemain terbaiknya. Dua pemainnya yang absen pada pertandingan sebelumnya melawan Pelita Jaya Karawang, sudah bisa tampil kembali. Mereka adalah Pahabol yang sudah pulih dari cedera dan Patrich Wanggai yang sudah bebas dari hukuman akumulasi kartu kuning.

Selain itu, diakui Ernest, hasil imbang atas Pelita Jaya juga menjadi modal bagi anak asuhnya dalam menghadapi Persib.

"Ya itu bekal buat kita ke sini. Padahal, sebelum melawan Pelita Jaya jadwal penerbangan timnya kacau. Kita tidak prediksi waktu itu adalah jadwal libur sekolah. Jadi penerbangan penuh sekali. Sehingga kita baru bisa pesan tiket dan baru 11 orang yang berangkat. Lalu tiga orang ikut dengan saya, pas menjelang pertandingan baru tiba," katanya.

Sumber: Galamedia
By: BP
Read more >>

Laga Persib Persidafon Diundur Robby Pasrah

30 June 2012
STD SILIWANGI (GM) - Pertandingan kandang terakhir Persib Bandung menjamu Persidafon Dafonsoro dipastikan mundur satu hari. Laga yang seharusnya digelar Minggu (1/6/12), diundur sehari menjadi Senin (2/6/12).

Hal tersebut dipastikan sekertaris Panitia Pelaksamna (Panpel) Persib, Budhi Bram Rachman. Dia menuturkan, panpel sudah menerima surat rekomendasi dari kepolisian pada Sabtu (30/6/12) pagi.

"Ya pertandingan fix diundur jadi Senin (2/6). Surat rekomendasinya sudah turun pagi ini," ujarnya.

Dia menjelaskan, panpel sudah berupaya agar pertandingan bisa digelar sesuai jadwal. Namun, menurut Bram, pada Minggu (1/6/12) pertandingan tidak bisa digelar karena berbarengan dengan HUT Polri.

Sementara itu pelatih Persib Robby Darwis menyatakan pasrah.

"Ya apa boleh buat, kalau harus begitu, ya kita ikutin," kata Robby saat ditemui di Stadion Siliwangi, Sabtu (30/6/2012).

Secara pribadi, Robby mengaku keberatan dengan pengunduran jadwal. Karena meski laga kontra diundur, jadwal selanjutnya yakni duel kontra Persiram Raja Ampat dan Sriwijaya FC tetap digelar sesuai jadwal semula.

"Ini merugikan internal kita karena jadwal ke sana (laga tandang) enggak berubah," ucap Robby. Dengan adanya pengunduran jadwal, ia khawatir para pemainnya akan kelelahan karena jadwal yang padat.

Dia menjelaskan, para punggawanya dijadwalkan akan bertolak menuju Papua pada Senin (2/6) malam. Jadi, karena pertandingan jadi digelar pada Senin (2/6) sore, Airlangga Sucipto dkk. Langsung harus bergegas menuju bandara Soekarno Hatta Jakarta pada malam harinya.

"Karena tiket pesawat sudah dipesan, tidak bisa dubah. Ya apa boleh buat, kalau memang harus begitu ya kami haus ikuti. Pemain juga harus memahami karena kondisinya seperti ini," ucapnya.

Robby berharap, kondisi itu tidak membuat pemain kehilangan semangat. Sebab di laga kandang terakhir, Persib harus memberikan kemenangan untuk menghibur bobotoh setelah gagal menjadi juara musim ini.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Persidafon Tak Mau Muluk-muluk Lawan Persib

26 June 2012

Pelatih Persidafon Dafonsoro, Erens Pahelerang mengatakan pihaknya tak muluk muluk dan menargetkan satu poin saat melakoni dua laga away di Jawa Barat ketika menghadapi Persib Bandung dan Pelita Jaya Karawang (PJK) dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2012.

“Kami tahu kedua tim ini memiliki permainan yang mumpuni, mendapat hasil seri saja di tiap laga tur Jawa Barat ini, kami syukuri. Tapi kami tetap menargetkan poin tiga dalam tiap laga,” kata Eren di Jayapura, Papua, Selasa (26/6).

Ia mengaku menghadapi dua tim asal Bandung dan Karawang Jawa Barat bukanlah lawan yang mudah dan gampang, yang mana kedua tim tersebut memiliki permainan yang berkarakter, apalagi bermain dihadapan kedua pendukung mereka.

Yang mana Persib Bandung memiliki pendukung fanatik yang terkenal dengan sebutan “bobotoh”, sedangkan Pelita Jaya Karawang pada musim ini diperkuat sejumlah pemain bintang yang menunjukan permainan yang sangat agresif.

Sehingga dipastikan kala timnya menghadapi dua pertandingan tersebut, pasti akan terjadi jual beli serangan.

“Kami siap menghadapi duo tim asal Jawa Barat, dan dengan bermodalkan 18 pemain berharap bisa memperbaiki posisi tim diklasemen LSI 2012,” kata Erens.

Seperti diberitakan sebelumnya, Persidafon dalam dua laga kandangnya berhasil menaklukan Mitra Kukar dan Persisam Samarinda dengan skor yang sama, 2-1.

Saat ini Pelita Jaya Karawang berada diposisi ke-enam klasemen sementara LSI dengan 47 poin dari 30 kali bertanding, sedangkan Persib Bandung berada diurutan ke-sembilan dengan mengemas 40 poin dari 30 bertanding.

Sementara Persidafon berada diperingkat ke-10, dengan poin 39 dari 29 kali melakoni pertandingan.

Dalam pertemuan sebelumnya, pada 12 Desember 2011 Persidafon ditahan imbang Pelita Jaya dengan skor 1-1, begitupun kala menjamu Persib Bandung pada 17 Desember 2011, Persidafon ditahan imbang dengan skor 2-2.

Informasi menyebutkan, Persidafon akan dijamu Pelita Jaya Karawang pada 27 Juni mendatang, kemudian akan bertandang ke markas Persib Bandung pada 1 Juli 2012.

Sumber: BolaIndo
By: Fikri
Read more >>

Siap Hentikan Serangan "Laskar Aneuk Nanggroe"

5 January 2012
PENAMPILAN yang cukup cemerlang saat melawan Persidafon Dafonsoro di Stadion Mandala Jayapura, 17 Desember lalu, membuat pelatih Persib Bandung, Drago Mamic kembali memberikan kepercayaan kepada Jajang Sukmara untuk kembali diturunkan sejak menit awal saat melawan PSAP Sigli, Kamis (5/1) ini. Jika rencana itu berjalan, maka ini akan menjadi laga perdana Jajang di hadapan para bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung.

Tanda-tanda Drago akan menurunkan Jajang terlihat saat Persib menjalani latihan di Stadion Siliwangi, Rabu (4/1). Drago menyatukan Jajang bersama pemain lain, seperti Maman Abdurahman, Abanda Herman, dan Zulkifli Syukur. Ketiga nama tersebut memang menjadi langganan Drago untuk mengawal lini pertahanan Persib.

Seperti sudah mengetahui akan diturunkan di menit awal, Jajang pun menyatakan kesiapannya berjuang dengan para seniornya dan menghentikan serangan "Laskar Aneuk Nagroe", julukan PSAP Sigli.

"Ya kalau memang diturunkan saya siap," ujarnya sambil tersenyum.

Sebelum bergabung bersama Persib, Jajang menjadi salah satu tulang punggung lini belakang Persib U-21 asuhan Indra Thohir. Bermain di LSI 2008-2009, Jajang selalu dipasang Thohir. Dalam 12 laga yang dimainkan Persib U-21 sepanjang musim itu, ia selalu dipasang sebagai starter.

Kesempatan tentu tidak akan disia-siakan oleh pemain binaan Saint Prima ini. Karena Jajang memang menunggu momen ini sejak lama. Meski pernah bermain selama 90 menit untuk Persib, tetapi itu dilakukannya saat bermain di kandang lawan. Tentu ada rasa yang berbeda saat bermain di Stadion Si Jalak Harupat.

"Pasti senang bisa bermain di hadapan bobotoh. Apalagi jika bisa memberikan kemenangan," ujar pemain yang sempat bergabung bersama timnas Indonesia U-23 ini.

Jajang pun berjanji akan berusaha memberikan yang terbaik pada laga nanti. "Saya akan berusaha bermain sebaik mungkin. Bukan hanya untuk membayar kepercayaan pelatih, tetapi juga untuk Persib dan bobotoh yang selalu mendukung," tutur pemain bernomor punggung 18 ini.

Sumber: Galamedia
By: BP
Read more >>

Drago Syukuri Hasil Imbang Persib - Persidafon

17 December 2011

JAYAPURA, (PRLM).- Persib Bandung mensyukuri hasil imbang kedua mereka pada laga tandang menghadapi Persidafon Dafonsoro, Sabtu (17/12). Persib sebelumnya juga mendapatkan hasil imbang saat menghadapi Deltras Sidoarjo.

Drago mengatakan, hasil tersebut adalah hasil yang cukup baik mengingat permainan kedua tim berjalan imbang. "Hasil ini fair. Karena baik kami maupun Persidafon sama-sama tampil menyerang dan menciptakan peluang," ucapnya seusai pertandingan di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Sabtu (17/12).

Dia mengakui, cukup banyak peluang yang tidak berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Airlangga Sucipto dkk. "Evaluasi di lini depan untuk lebih konsentrasi dalam penyelesaian akhir," ucapnya.

Sumber: PR
By: BP
Read more >>

Persib Bawa Pulang Satu Poin

JAYAPURA, (PRLM).- Persib Bandung akhirnya berhasil memecahkan rekor buruk saat tampil di bumi Papua, ketika mampu menahan tuan rumah Persidafon Dafonsoro, 2-2 pada lanjutan Liga Sepak Bola Indonesia (LSI) di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (17/12). Dengan hasil imbang itu, Airlangga Sucipta dkk. memetik satu poin, padahal selama ini Persib selalu kalah jika bermain di Papua.

Tuan rumah unggul lebih dulu saat pertandingan memasuki menit 35. Rasmoyo berhasil mencuri bola setelah kiper Persib Jandry Pitoy melakukan blunder. Bola yang hendak disodorkan ke Abanda Herman diserobot Rasmoyo dan dengan mudah mengecoh Jandry yang sudah salah posisi.

Persib baru menyamakan di babak kedua. Gol balasan Persib dicetak Miljan Radovic dari titik putih. Hadiah penalti diberikan kepada Persib setelah Airlangga dijatuhkan di kotak terlarang. Setelah itu, Persib balik unggul melalui gol yang dihasilkan M. Ilham menit 65. Tapi keunggulan Persib tidak bertahan lama. Selang empat menit kemudian giliran Eduard Ivakdalam membuat gol untuk tuan rumah dan mengubah kedudukan menjadi 2-2. Skore imbang 2-2 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Sumber: PR
By: BP
Read more >>

Patahkan Rekor Buruk Di Papua

Persib Bandung berhasil mematahkan rekor buruknya di tanah Papua sepanjang keikutsertaan di Liga Indonesia. Dalam pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011/2012, Persib berhasil menahan imbang tuan rumah Persidafon Dafonsoro 2-2, di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (17/12).

Gol yang dicetak Persib Bandung dihasilkan oleh Miljan Radovic dari titik penalti dan M Ilham. Sedangkan gol Persidafon dicetak Rasmoyo dan Eduard Ivakdalam.

Dengan hasil ini, Persib memuncaki klasemen sementara LSI 2011/2012 dengan nilai 8 dari 4 kali bertanding. Namun, posisi ini menunggu hasil pertandingan antara Mitra Kukar melawan Persipura Jayapura malam nanti.

Dari 8 pertandingan sebelumnya di Papua, Persib belum pernah meraih poin satupun. Ini berarti, pertandingan ini menyumbangkan 1 poin pertama Persib di sana. Hasil ini sesuai dengan harapan pelatih Persib Drago Mamic yang mengharapkan Persib bisa mengakhiri rekor buruknya di tanah Papua.

Sumber: Simamaung

By: BP

Read more >>

Strategi Drago Kunci Kemenangan

LODAYA,(GM)-
Secara kualitas "Maung Bandung" berada dua level di atas calon lawannya Persidafon Dafonsoro. Namun untuk meraih poin, tergantung pada mental pemain dan strategi pelatih yang bakal diterapkan, pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2011-2012 di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (17/12) ini.

"Secara kualitas individu, Persib dua level di atas Persidafon, karena diperkuat sejumlah pemain timnas Indonesia dan pemain asing berkualitas. Sedangkan Persidafon hanya mengandalkan pemain lokal. Jadi sebenarnya peluang meraih kemenangan sangat terbuka lebar," ujar mantan Pemain Persib Bandung, Mustika Hadi di Sekretariat Pengprov PSSI Jawa Barat, Jln. Lodaya, Jumat (16/12).

Harus diingat, kata Mustika, para pemain Persidafon yang rata-rata asli Papua memiliki kecepatan dan skill individu yang sangat baik. Kecepatan pemain bukan hanya dimiliki Patrich Wanggai. Hampir semua lini memiliki pemain dengan kemampaun berlari yang cepat.

Namun, kata Mustika, jika skill individu dan kecepatan tersebut tidak diiringi kemampuan kerja sama tim yang bagus maka tim tidak akan jalan. "Tinggal pandai-pandai Drago Mamic meracik tim. Drago harus bisa melihat celah kelemahan dari Persidafon," ujar Mustika.

Bagi para pemain Persib, Mustika mengingatkan agar lebih menyiapkan mental bertanding. Pasalnya, para pemain Persidafon akan bermain keras dan habis-habisan untuk meraih poin di kandang.

"Para pemain Persib juga harus siap tempur. Mereka harus siap berhadapan dengan pemain lawan," tegas pelatih yang sempat membawa Persib U-21 juara ini.

Hal senada dilontarkan mantan pemain Persib Bandung lainnya, Denny Syamsudin. "Hal yang patut diwaspadai Persib adalah kecepatan lawan. Tipikal pemain Papua mengandalkan kecepatan dan ketahanan fisik," katanya.

Untuk itu, lanjut Denny, para pemain Persib tidak boleh lengah dengan pergerakan pemain lawan. Ini berlaku tidak hanya untuk pertahanan, tetapi semua lini.

"Meski baru berlaga di LSI, mereka tim yang cukup kuat. Mereka telah bermain bersama sejak di Divisi Utama dan berpengalaman di LSI," katanya.

Sejumlah pemain Persidafon yang cukup berpengalaman di antaranya Rasmoyo, Eduard Ivakdalam, Ngon A Djam, dan Christian Warobay.

Sumber: Galamedia
By: BP
Read more >>

Waspadai Wanggai

PERSIB Bandung telah bertekad untuk mengakhiri rekor buruknya berlaga di Papua. Kesempatan untuk mengakhiri tradisi buruk dan menambah poin pun cukup terbuka lebar.

Karena lawan yang akan dihadapinya kali ini, Persidafon Dafonsoro memang tidak seangker Persipura Jayapura atau Persiwa Wamena. Di klasemen sementara LSI 2011-2012, Persib berada di peringkat ketiga. Sedangkan calon lawannya berada di peringkat 15.

Hal ini juga disadari pemain Persib Bandung asal Australia, Robbie Gaspar. Terlebih hasil imbang di laga sebelumnya, telah menjadi motivasi tersendiri baginya dan seluruh tim.

"Maaf, kami tidak bisa menang ya, waktu lawan Deltras. Sayang sekali, tapi di pertandingan selanjutnya lawan Persidafon mudah-mudahan kami bisa curi poin maksimal," ujarnya seusai uji coba lapangan Stadion Mandala, di Hotel Yasmin, Jayapura, Jumat (16/12).

Kegagalan membawa timnya meraih hasil maksimal pada pertandingan tersebut, diakuinya menjadi motivasi lebih baginya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di kandang Persidafon. Dia sangat berhasrat untuk membayar kekecewaannya di pertandingan tandang pertamanya bersama Persib, dengan meraih hasil yang lebih baik pada laga tandang kedua.

Gaspar mengakui, Persidafon merupakan tim yang pertama kali ditemuinya musim kompetisi ini. Hal ini karena sebelumnya Persidafon merupakan tim Divisi Utama. Status tim promosi yang melekat di tubuh tim Persidafon, bagi Gaspar justru harus menjadi hal yang patut diwaspadai.

"Apalagi mereka adalah tim asal Papua. Dari pengalaman saya menghadapi tim asal Papua seperti Persipura dan Persiwa, pemain-pemain mereka adalah pemain yang sangat bagus mental dan juga kerja kerasnya. Saya kira Persidafon juga sama," ucap mantan pemain Persema Malang itu.

Sebagai gelandang bertahan, Gaspar mengaku harus waspada terhadap ancaman pemain-pemain depan Persidafon. Ia mengetahui beberapa pemain Persidafon yang cukup berbahaya bagi jantung pertahanan Persib seperti striker Persidafon, Patrick Wanggai dan Eric Bayemi Maemble.

"Mereka bagus dan berbahaya. Persidafon tim yang kuat. Kami harus betul-betul kerja keras supaya hasilnya tidak mengecewakan," tutur pemilik nama lengkap Robert Mark Gaspar itu

Sejauh ini, Gaspar adalah salah satu pemain yang selalu mendapatkan kepercayaan penuh untuk bermain selama 90 menit. Dari tiga pertandingan yang telah dilakoni Persib, Gaspar selalu dipercaya untuk memperkuat lini tengah "Maung Bandung" yang merupakan kunci kekuatan Persib musim ini.

Baginya, kepercayaan tersebut adalah tanggung jawab yang harus dijaganya dalam setiap pertandingan. "Target saya di setiap laga tidak pernah macam-macam. Saya hanya ingin main bagus, dan bisa membantu tim menjaga pertahanan. Kalaupun misalnya pada saat pertandingan nanti kami sulit menyerang atau membobol pertahanan, setidaknya pertahanan kami jangan sampai kebobolan. Itu target saya," ucap pemain kelahiran 7 Februari 1981 ini.

Sumber: Galamedia
By: BP
Read more >>

Curi Angka di Papua



rifan
Persidafon vs Persib

JAYAPURA,(GM)-
Menghadapi pertandingan tandang melawan Persidafon Dafonsoro di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (17/12) ini, Persib Bandung bertekad mengakhiri rekor buruknya berlaga di tanah Papua. "Maung Bandung" bertekad memberikan poin tambahan sebelum kembali ke kandangnya.

"Saya harap di pertandingan ini kami bisa mematahkannya. Bagaimanapun kami ingin bisa mendapat poin maksimal seperti target-target yang kami pasang di setiap pertandingan," tegas pelatih Persib Drago Memic ketika ditemui "PR", usai uji coba lapangan di Stadion Mandala Jayapura, Jumat (16/12) pagi.

Sejak berlaga di kompetisi tertinggi Indonesia, Persib belum pernah bertemu dengan Persidafon. Namun sepanjang digelarnya Liga Super Indonesia (LSI), Persib memang belum pernah meraih poin melawan tim-tim Papua. Bertandang melawan Persiwa Wamena atau Persipura Jayapura, Persib selalu pulang dengan tangan hampa.

Di LSI 2010/2012 lalu, Persib bahkan sempat menjadi bulan-bulanan Persipura dengan menelan kekalahan 1-5. Sedangkan melawan Persiwa, gawang Persib harus kebobolan 3 gol tanpa mampu membalasnya.

Sejak bergulirnya LSI, kecuali tim Papua (Persipura dan Persiwa), hanya Arema Indonesia yang berhasil mencuri poin saat bermain di Papua. Tepatnya musim 2009/2010 saat Arema mengalahkan tuan rumah Persiwa, 2-0.

Namun musim 2011/2012 ini, Pelita Jaya sudah mengawalinya dengan berhasil meraih poin di Papua. Pelita Jaya mampu menahan imbang Persidafon 1-1 beberapa waktu lalu.

Drago Mamic sepertinya tidak terlalu senang dengan anggapan ini. Baginya, tradisi kalah di tanah Papua merupakan hal negatif yang harus segera dihapus Persib.

Namun ia mengakui, hal tersebut bukan sesuatu yang mudah. Untuk itu, pertandingan yang akan berlansung sore hari tersebut akan menjadi laga yang sulit.

Tim tangguh

Persidafon yang diperkuat pemain-pemain kuat, menurutnya menjadi salah satu tantangan yang harus bisa dihadapi Airlangga Sucipto dkk. Dari hasil rekaman pertandingan yang dilihatnya, menurut Drago, Persidafon tim tangguh yang dimiliki masyarakat Papua.

Hal ini terlihat dari tiga hasil pertandingan yang dilakoni tim "Gabus Sentani" itu. Dari tiga kali bermain, Persidafon mencatatkan satu kali kalah dan dua hasil seri. Persidafon kalah pada laga perdana mereka di kandang PSPS Pekan Baru (1-4). Hasil seri mereka dapatkan saat tandang melawan Persija Jakarta (0-0) dan menjamu Pelita Jaya Karawang (1-1).

Menurut Drago, hasil tersebut merupakan hasil yang cukup luar biasa untuk sebuah tim yang baru saja promosi ke liga teratas. "Banyak contoh klub-klub baru atau pendatang yang justru mencetak hasil luar biasa. Kami tidak bisa begitu saja berkata bahwa kami lebih baik dari tim ini, tidak. Justru kami menghargai dan mewaspadai mereka," kata Drago.

Namun, menurut Drago, hal tersebut tidak memengaruhi optimisme tim untuk memenangkan pertandingan. "Semua tergantung persiapan kami. Siapa yang lebih siap, tentu tim itu yang akan bisa mendulang hasil maksimal dan itulah target kami," ucapnya.

Pada pertandingan melawan Persidafon nanti, para pemain Persib tengah dalam kondisi on fire. Drago menuturkan, tidak ada lagi pemainnya yang berjibaku dengan masalah cedera. Hariono dan Miljan Radovic yang performanya sempat terkendala pada pertandingan melawan Deltras Sidoarjo lalu, kini sudah dalam keadaan pulih total.

Sementara itu, untuk pemain belakang Muhammad Nasuha, Drago menjelaskan, dia pasti akan bermain pada pertandingan di Stadion Mandala tersebut. "Meskipun memang hanya dia yang belum siap bermain full 90 menit tapi dia akan saya turunkan, mungkin di pertengahan pertandingan," katanya.

Masa transisi

Di kubu lawan, tim tuan rumah tidak akan diperkuat satu pemain pilarnya, yaitu Sugiantoro. Bejo, sapaan akrab Sugiantoro tidak dapat memperkuat tim karena mengalami cedera hamstring.

Asisten pelatih Persidafon Isman Jasulmei mengatakan, Bejo mengalami cedera tersebut saat tengah memperkuat tim menghadapi Pelita Jaya, Senin (12/12) lalu. "Bejo tidak bisa kami turunkan karena kondisinya masih belum memungkinkan," ujarnya saat ditemui "PR" usai uji coba lapangan di Stadion Mandala Jayapura, Jumat (16/12) pagi.

Bejo merupakan pemain utama yang cukup berpengaruh pada lini pertahanan Persidafon. Meskipun begitu, menurut Isman, absennya bejo tidak akan memengaruhi permainan tim. "Kita sudah siapkan pemain lain yang siap untuk diturunkan menghadapi Persib menggantikan dia (Bejo, red)," ujarnya.

Dia menuturkan, laga menghadapi Persib merupakan laga yang cukup sulit bagi timnya. Menurutnya, selain karena Persib merupakan tim kuat dengan materi pemain yang bagus, kondisi Persidafon sendiri masih dalam masa transisi. "Kami sebagai tim yang baru di LSI ini. Yang kami fokuskan adalah benar-benar bekerja keras, menjaga disiplin, dan menjaga tim ini tetap kondusif," ucapnya.

Manajer Persidafon Iwan Nazarudin menuturkan, timnya optimistis bisa menahan Persib dalam laga kandang kedua Persidafon itu. Dia menuturkan, timnya tidak kalah secara grafik permainan dengan Maung Bandung.

Ia menuturkan, meskipun Persidafon merupakan tim yang baru promosi ke LSI, namun anak asuhnya tidak kalah bersaing. "Siapa yang tidak kenal Persib? Mereka dihuni pemain-pemain bagus. Persidafon? Siapa yang kenal kami. Meskipun secara nama kami belum dikenal, tapi kami tidak pesimistis," ujarnya.

Dikatakab, 70 persen pemainnya merupakan pemain-pemain lama yang memperkuat Persidafon di Divisi utama. Namun, tambahan pemain-pemain yang cukup berpengalaman seperti Eduard Ivak Dalam dan Pattrick Wanggai dikatakan Iwan sebagai tambaha
n motivasi.

"Kondisi kami memang serbaminus terutama masalah dana. Tapi kami berupaya keras. Di dua pertandingan awal anak-anak memang meraih hasil imbang, padahal seharusnya mereka bisa menang. Ini jadi motivasi bahwa kami juga bisa mengimbangi Persib," ucapnya.

Sumber: Galamedia
By: BP
Read more >>
 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger