Showing posts with label Persebaya. Show all posts
Showing posts with label Persebaya. Show all posts

Persib Jangan Lengah

5 May 2012
SURABAYA,(GM)-
Persib Bandung diminta tidak menganggap enteng Persebaya Surabaya pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/ 2010 di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya, Minggu (14/2). Pasalnya, kekalahan "Bajul Ijo" atas Sriwijaya FC di kandangnya dinilai hanya karena kurang beruntung.

"Persebaya kurang beruntung saja. Mereka lagi sial. Mereka sebenarnya tetap bermain dengan bagus. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah apalagi menganggap mereka enteng," ujar pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono usai memimpin latihan di Stadion Bumi Moro Akademi Angkatan Laut Surabaya, Kamis (11/2).

Menurut analisis Jaya, pada pertandingan kemarin, Persebaya sebenarnya mampu menekan Sriwijaya FC. Melalui Andi Odang dan John Tarkpor Sonkaley, beberapa kali Persebaya mampu menciptakan peluang. Sayangnya, Sriwijaya FC memiliki kiper sekelas Ferry Rotinsulu. "Mungkin kalau kipernya bukan Ferry, Persebaya sudah bisa memasukkan beberapa gol. Persebaya hanya sial saja," katanya.

Karena itu, saat melawan Persib nanti, Persebaya diperkirakan akan memperagakan permainan menekan. "Tetapi kita sudah siap. Apalagi motivasi anak-anak memang sedang tingi-tingginya untuk dapat memenangkan pertandingan," tutur Jaya.

Tingginya motivasi tersebut, lanjut Jaya, karena Persib mampu memenangkan pertandingan tandang melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Selasa (9/2) lalu. Kemenangan tersebut merupakan kemenangan beruntun ketiga yang diraih Persib.

Sementara itu, menurut stoper Persib Bandung, Nova Arianto, Persebaya merupakan tim yang bagus dalam melakukan penyerangan. Pemain sayap dan penyerangnya cukup berbahaya. Kendati demikian, Persib harus bisa meraih poin agar dapat memperkecil selisih poin dengan pimpinan klasemen sementara, Arema Indonesia.

"Kita ingin meraih poin penuh. Jika tidak, selisih poin Persib dengan Arema akan semakin jauh," ujarnya.

Untuk meraih nilai penuh tersebut, Nova berharap bisa mencetak gol bagi Persib. Namun jika hal itu terjadi, ia tidak akan melakukan selebrasi berlebihan. "Biasa sajalah. Persebaya 'kan mantan tim saya," ungkapnya.

Pada latihan kemarin, Persib kembali mendalami ilmu menyerang dan bertahan. Para pemain tengah dan bertahan kembali dipisahkan saat latihan. Pemain bertahan langsung ditangani Jaya, sedangkan pemain tengah diarahkan asisten pelatih, Yusuf Bachtiar.

Melihat latihan yang dilakukan "Maung Bandung" kemarin, diperkirakan Persib akan menampilkan komposisi dan permainan yang sama dengan yang diperagakan saat menghadapi Persik Kediri.


Sumber: Galamedia
By: BP
Read more >>

Bonek dan Bobotoh Tukar Cenderamata

15 February 2010
SUPORTER Persebaya Surabaya, Bonek membuktikan janjinya untuk menjamu bototoh Persib Bandung yang datang ke Surabaya untuk menyaksikan secara langsung pertandingan Persebaya kontra Persib, di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Minggu (14/2).

Sejak tiba di Stasiun Gubeng Surabaya, Sabtu (13/2) sekitar pukul 23.30 WIB para bobotoh disambut ribuan bonek. Para bonek telah menunggunya satu jam sebelum KA Pasundan yang mengankut para bobotoh masuk stasiun.

Setibanya di stasiun bobotoh langsung diantar menuju Sekretariat Yayasan Suporter Surabaya di Jln. Simpang Dukuh Surabaya untuk beristirahat. Namun beberapa bobotoh tampak ada yang memilih memisahkan diri dan tetap beristirahat di sekitar Stasiun Gubeng.

Menjelang pertandingan, para bobotoh pun diangkut dengan truk menuju stadion. Sesaat sebelum pertandingan, para pentolan bonek dan bobotoh saling memberikan cenderamata sebagai tanda persaudaraan. Usai menyaksikan pertandingan, sekitar 1.500 bobotoh pun kembali diangkut dengan menggunakan truk menuju Stasion Pasar Turi. Di sana, YSS telah menyediakan makanan dan minuman sebelum para bobotoh diberangkatkan ke Bandung dengan rangkaian KA KLB.

Salah seorang bobotoh asal Bandung, Budi mengaku cukup tersanjung dengan perlakuan bonek. Pasalnya hal itu belum pernah dialaminya di sejumlah kota yang pernah didatanginya. Menurutnya, ini merupakan balasan atas kebaikan bobotoh kepada bonek saat berada di Bandung.

"Ya senang juga kita diperlakukan dengan baik. Kita jadi seperti berada di Bandung," akunya.

Hal serupa diungkapkan Hendra, bobotoh asal Antapani. "Mereka sangat baik kepada kita. Kita jadi merasa nyaman berada di Surabaya," katanya.

Sementara itu, Ketua YSS, Wastomi Suheri ketika ditemui mengatakan, semua yang dilakukan para bonek sebagai bentuk balas budi setelah diperlakukan dengan sangat baik saat bertandang ke Bandung.

Terkait KA KLB yang mengangkut para bobotoh, Wastomi menjelaskan, kereta api memang sengaja diarahkan ke jalur utara menuju Bandung. Sehingga tidak akan melewati Kota Solo.

"Itu untuk menghindari bentrokan seperti saat bobotoh berangkat menuju Surabaya. Kita tidak ingin ada bobotoh yang terluka," ujarnya. (brilliant awal/"GM")**

Sumber: Galamedia
By: BP
Read more >>

Ada Pelanggaran, Duo Yusuf pun Saling Sindir

SURABAYA,(GM)-
Ada hal yang cukup istimewa pada laga Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung di Stadio Gelora 10 November Surabaya, Minggu (14/2). Dua petinggi Jawa Timur dan Jawa Barat, Duo Yusuf, hadir di tengah tengah sekitar 30 ribupenonton lainnya. Keduanya yaitu Saefullah Yusuf (Wagub Jatim) dan Dede Yusuf (Wagub Jabar).

Meski duduk bersebelahan, keduanya sama-sama mendukung timnya masing-masing. Keduanya sama-sama tampak menghela nafas saat Persebaya atau Persib berpeluang mencetak gol. Bahkan keduanya saling sindir saat kedua tim melakukan pelanggaran. Namun bak bonek dan bobotoh, keduanya tampak sangat bersahabat.

"Ini bukti bahwa sepak bola bisa menciptakan persahabatan. Oleh karenanya, permusuhan antar suporter sebaiknya dihentikan," kata Dede Yusuf.

Sedangkan Saefullah Yusuf mengatakan, bonek bisa menerima pendukung tim tamu dengan baik sebagaimana ditunjukkannya kepada bobotoh. Itu juga menunjukkan bonek merupakan suporter yang tertib dan ramah.

"Perilaku bonek waktu lalu itu bukan aslinya. Bonek aslinya itu ya seperti saat ini di Surabaya," kata Saefullah Yusuf.

Sayangnya pada pertandingan kemarin, Dede harus mengakui keunggulan tim Saefullah setelah Persebaya menang atas Persib, 2-1. "Selamat Mas Yusuf, tim Anda menang," kata Yusuf. Maksudnya, Dede Yusuf, Wakil Gubernur Jabar.(B.98)**

Sumber: Galamedia
By: BP
Read more >>

"Persebaya Lebih Agresif"

PELATIH Persib Bandung, Jaya Hartono mengakui, Persebaya tampil lebih agresif dibandingkan Persib Bandung. Selain itu, sayap Persebaya lebih hidup dibandingkan Persib. Akibatnya, Persebaya mampu tampil lebih menyerang.

"Namun lini tengah kita sebenarnya tidak terlalu kalah oleh mereka. Kita juga bisa menekan, meski tidak membuahkan hasil," kata Jaya.

Selain itu, rumput lapangan yang licin juga menyebabkan para pemain sulit mengontrol bola. Itu terbukti saat gol kedua Persebaya ke gawang Persib.

"Gol kedua itu akibat bola licin. Jadi saya tidak menyalahkan pemain atas gol tersebut," ujarnya.

Diakui Jaya, Persebaya tampil penuh semangat karena mereka tidak ingin menelan kekalahan lagi.

Sementara itu, pelatih Persebaya Surabaya, Danurwindo mengatakan, timnya bermain lebih baik dibandingkan pertandingan sebelumnya. Pada pertandingan sebelumnya ia mengaku timnya dalam kondisi tertekan. "Sehingga pada pertandingan kali ini, saya meminta kepada para pemain untuk bermain lepas, disiplin, dan agresif.

Hasilnya kami bisa memenangkan pertandingan kali ini," ujarnya.

Itu pun, lanjutnya, karena para pemain memang tidak ingin lagi menelan kekalahan untuk kesekian kalinya. "Mereka mampu bangkit dengan motivasi besar," ujarnya.(B.98)**

Sumber: Galamedia
By: BP
Read more >>

Persib Gagal Penuhi Target


M. GELORA SAPTA/"PR"
STRIKER Persib, Cristian Gonzales ditempel ketat libero Persebaya, Nugroho Mardianto dalam lanjutan Kompetisi Liga Super Indonesia di Stadion 10 November Tambaksari Surabaya, Minggu (14/2).
SURABAYA,(GM)-
Target Persib Bandung untuk meraih kemenangan tandang ketiganya di musim ini, gagal terwujud. Eka Ramdani dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 2-1 dalam pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion 10 November Tambaksari Surabaya, Minggu (14/2) malam.

Dua gol kemenangan tim berjuluk "Bajul Ijo" ini diciptakan Taufiq menit ke-34 dan gol bunuh diri Maman Abdurhman menit ke-68. Sedangkan gol hiburan Persib Bandung dicetak Hiltom Moreira melalui titik putih menit ke-70.

Dengan hasil ini, Persib Bandung gagal menyalip Sriwijaya FC dan tetap berada di posisi kelima dengan nilai 30, hasil 9 kali menang, 3 kali seri, dan 7 kali kalah. Sementara Persebaya naik tiga tangga ke urutan 11 dengan nilai 25.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan wasit Armando Pribadi, Persib Bandung langsung ditekan tuan rumah Persebaya Surabaya. Tim besutan pelatih Danurwindo ini membuka dua peluang melalui aksi Andi Oddank di menit ke-2 dan ke-6, namun kedua tendangannya masih melayang di atas mistar gawang Shintaveechai "Kosin" Hatthairattanakool.

Pada menit ke-15, Cristian Gonzales lepas dari kawalan pemain belakang dan tinggal berhadapan dengan kiper Syaifudin. Namun Gonzales kalah cepat sehingga bola dibuang Syaifudin.

Dua menit berselang, Korinus Fringkreuw yang mengancam gawang Persib. Beruntung, tendangan kerasnya dari kotak penalti masih mengenai badan Maman Abdurahman dan hanya melahirkan tendangan penjuru.

Usaha Persebaya untuk mencetak gol, akhirnya membuahkan hasil di menit ke-34. Berawal dari sepak pojok Mat Halil, terjadi kemelut di depan gawang Kosin. Taufiq yang berdiri bebas di mulut gawang menyontek bola dan bersarang di gawang Persib. Keunggulan 1-0 Persebaya bertahan hingga turun minum.

Satu menit babak kedua berjalan, Persib Bandung mampu mencetak gol ke gawang Persebaya melalui tandukan Cristian Gonzales. Namun gol tersebut dianulir wasit, karena Gonzales sudah berada dalam posisi off-side.

Gawang Shintaveechai "Kosin" Hatthirattankool, kembali kebobolan untuk kedua kalinya di menit ke-68 melalui serangan balik. Mat Halil melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti dan mengarahkan bola ke depan gawang Persib. Namun bola justru mengarah ke dalam gawang Kosin setelah dibelokkan Maman Abdurahman yang bermaksud menghalau bola.

Keunggulan Persebaya 2-0, hanya bertahan dua menit. Hilton Moreira memperkecil ketinggalan menjadi 2-1 melalui eksukusi tendangan penalti. Wasit Armando Pribadi menunjuk titik putih, setelah Anderson Da Silva melakukan handsball di kotak terlarang.

Gol Hilton tersebut, membuat motivasi para pemain Persib meningkat untuk menyamakan kedudukan. Menit ke-76, Gonzales gagal memanfaatkan umpan Atep. Sundulannya masih tipis berada di kiri gawang Syaifudin.

Empat menit berselang, Taufiq mengancam lagi dengan tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Tapi Kosin tampil gemilang dengan mematahkan peluang tersebut melalui aksi akrobatiknya.

Peluang terakhir anak asuh Jaya Hartono didapatkan menit pada ke-86 saat Persib mendapatkan tendangan bebas di luar kotak penalti. Peluang tersebut gagal berbuah gol, karena tendangan Eka Ramdani melambung di atas mistar gawang Syaifudin.

Di sisa waktu yang ada, kedua tim berusaha untuk menambah gol. Namun hingga pertandingan usai skor tetap bertahan, 2-1 untuk Persebaya. (B.98/B.111)**

Sumber: Galamedia
By: BP
Read more >>

Persib Hilang Konsentrasi

KEKHAWATIRAN munculnya rasa percaya diri yang berlebihan dari para pemain Persib pada laga melawan Persebaya di Stadion Gelora 10 November Surabaya ternyata terbukti. Rasa percaya diri yang tinggi membuat mereka sering melakukan kesalahan mendasar dalam mengumpan bola dan menghalau lawan. Beberapa kali juga terjadi kesalahan komunikasi antarpemain.

"Banyak kesalahan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan para pemain Persib. Pemain salah passing, itu kesalahan mendasar sekali," aku Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar, usai pertandingan.

Umuh mengatakan, sebelum bertanding ia telah mengingatkan para pemain untuk tidak terlalu percaya diri karena akan berbahaya bagi Persib. Apalagi, Persebaya sangat ingin memenangkan pertandingan. sehingga motivasi mereka berlipat-lipat dan menjadi modal tersendiri.

"Kalau bonek ingin kita menang, itu tak menjadi jaminan. Karena yang bermain di lapangan tim. Mereka tidak ingin kalah," tuturnya.

Gelandang Persib Bandung, Gilang Angga Kusumah pun mengakui pada pertandingan kali ini komunikasi antarpemain kurang lancar. Selain itu, konsentrasi pemain pun sedikit menurun. Akibatnya banyak terjadi kesalahan di lapangan.

"Antarlini kita terlalu jauh. Seharusnya saling mengisi, tapi itu tidak terjadi akibat kurangnya konsentrasi," katanya.

Tingginya percaya diri bukan kali ini saja dialami Persib. Kekalahan 0-3 dari Persema Malang di Stadion Gajayana juga diperkirakan akibat rasa percaya diri yang terlalu tinggi.

Apa pun alasannya, Persib gagal mengulangi sukses menumbangkan Persebaya seperti di Stadion Si Jalak Harupat pada putaran I lalu. Persib juga gagal menyalip Sriwijaya FC yang kini berada satu tingkat di atas Persib pada klasemen sementara Liga Super Indonesia. (brilliant awal/"GM")**

Sumber: Galamedia
By: BP
Read more >>

PERSIB GAGAL BENDUNG KEBANGKITAN PERSEBAYA


STRIKER Persib Bandung, Hilton Moreira, ditempel ketat libero Persebaya Surabaya, Nugroho Mardianto, dalam lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia di Stadion 10 Nopember, Tambaksari Surabaya, Minggu (14/2). Persib dikalahkan tuan rumah, 1-2.* M. GELORA SAPTA/"PR"
SURABAYA, (PR).-
Tanpa adanya pergantian pemain, Persib Bandung gagal membendung kebangkitan tuan rumah Persebaya Surabaya dan harus menyerah 1-2 (0-1) di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambak Sari, Surabaya, Minggu (14/2). Pada pertandingan sebelumnya, Persib begitu perkasa ketika menaklukkan tuan rumah Persik Kediri 3-1.

Persib hanya mampu melesakkan gol tunggalnya lewat hadiah penalti wasit Armando Pribadi, yang sukses dilakukan Hilton Moreira pada menit ke-69. Persebaya lebih dulu menciptakan dua gol lewat M. Taufik yang merobek jala Shintaweecai "Kosin" Hathairattanakool pada menit ke-34 dan gol bunuh diri Maman Abdurahman pada menit ke-67.

Posisi tersebut tidak mengubah posisi Persib dalam klasemen sementara Djarum Liga Super Indonesia (DLSI) 2009-2010 yang masih tertahan di tangga kelima dengan 30 poin. Sementara Persebaya merangkak ke posisi 11 dari posisi 14, dengan perolehan poin 25. Persebaya menggeser PSPS Pekan Baru, Persisam Samarinda, dan Bontang FC.

Pelatih Persib Jaya Hartono tidak mau menjawab ketika diajukan pertanyaan tentang tidak adanya pergantian pemain di kubu Persib selama pertandingan berlangsung. Jaya hanya mengomentari jalannya permainan yang dilakukan kedua tim.

Mantan pelatih Deltras Sidoarjo itu mengatakan, Persebaya bermain agresif. Gol yang kedua bagi tim tuan rumah dikatakan Jaya adalah ketidakberuntungan Persib karena faktor bola yang licin. Maman yang saat itu begitu dekat dengan gawang sulit menghalau pergerakan bola.

"Saya lihat Persib maupun Persebaya menampilkan permainan yang cukup bagus dan agresif. Kedua kubu bermain sama-sama terbuka," kata dia saat jumpa pers, termasuk wartawan Pikiran Rakyat Novianti Nurulliah dan M. Gelora Sapta.

Dia menyangkal kekalahan ini disebabkan lini depan Persib yang mandul. Menurut dia, Persebaya mempunyai keunggulan dalam meramu bola-bola tinggi lewat Anderson da Silva yang lihai memainkan teknik seperti itu.

Begitu pula dengan lini tengah Persib yang saat itu terlihat mengalami penurunan performa, Jaya menganggap kinerja anak asuhnya di barisan tersebut tidak menjadi hal yang mencolok dalam kekalahan Persib kali ini.

"Kami bisa menyerang dengan baik. Kemenangan Persebaya saat ini memang karena kepintaran mereka bisa mengimbangi permainan di kedua sayap kami," ujar Jaya yang tidak melakukan rotasi pemain selama laga berlangsung.

Manajer Persib Umuh Muchtar yang baru saja pulih dari sakitnya mengungkapkan, dari awal pertandingan, Persebaya sudah mulai menyerang. "Saya sudah mengingatkan sebelum permainan dimulai, jangan terlalu percaya diri dalam melawan Persebaya. Kekalahan mereka pada pertandingan sebelumnya bukan menjadi jaminan mental mereka menurun. Yang terjadi, saat itu Persebaya bangkit dari rasa sakit hati dan kepedihannya," tutur Umuh.

Persebaya dengan segala konflik manajemennya, kata Umuh, tidak menyurutkan semangat juang mereka. Ke depan, ujar Umuh, untuk menjamu Persisam di kandang, dia berencana untuk mencari dua pemain baru. Hal itu disebabkan Hariono dan Nova Arianto akan absen karena akumulasi kartu dalam laga ketiga Persib nanti.

Pelatih Persebaya Danurwindo menuturkan, permainan yang dipersembahkan anak asuhnya jauh berbeda dengan penampilan ketika menjamu Sriwijaya FC. Saat melawan Persib, pemain dalam tekanan tinggi pascakekalahan kemarin dan menumbuhkan semangat.

"Saya ingatkan pada anak-anak supaya jangan dulu berpikir untuk menang. Akan tetapi, yang terpenting itu agresif dan disiplin," kata Danurwindo.

Lebih dominan

Pada laga yang berlangsung di hadapan sekitar 25.000 penonton, Persebaya tampil lebih dominan dan menekan Persib. Berdasarkan statistik pertandingan, Persebaya unggul 55 persen dibandingkan dengan Persib (45 persen).

Pada menit ke-34, Persebaya membuka keunggulan 1-0. M. Taufik memanfaatkan sepak pojok yang dilakukan M. Halil, sebelumnya terjadi blunder di depan gawang Persib. Sebelum bola masuk ke dalam gawang, si kulit bundar sempat memantul ke badan Sintaweechai. Hingga jeda laga, kedudukan masih bertahan 1-0 untuk Persebaya.

Memasuki babak kedua, Persib tampil lebih agresif. Saat pertandingan baru berjalan setengah menit, Cristian Gonzales sukses menjebol jala Persebaya yang dijaga Syaifudin. Sayangnya, gol tersebut dianulir hakim garis karena dianggap offside.

Tuan rumah kembali menambah keunggulan pada menit ke-67. Sebuah tendangan keras dari M. Halil tak sanggup dihalau pemain belakang Persib, Maman Abdurahman. Maman malah membuat bola masuk ke gawang Sintaweechai. Gol ini menjadi gol bunuh diri pertama bagi Persib. Persebaya unggul 2-0.

Selang dua menit kemudian, wasit Armando Pribadi menghadiahi "Pangeran Biru" sebuah penalti karena Djayusman Triasdi melakukan handsball di daerah kotak terlarang. Hilton Moreira sukses menjalankan misinya.

Pada menit ke-76, Gonzales nyaris kembali merobek jala Syaifudin melalui umpan lambung Atep, tetapi tendangan keras Gonzales masih menyimpang tipis ke sisi kiri gawang.

Begitu juga dengan Persebaya, peluang emas terakhir untuk mereka hadir pada menit ke-79. Tendangan bebas M. Taufik yang sangat keras yang dilakukan masih bisa direngkuh Sintaweechai ke dalam pelukannya.

Sampai peluit wasit tanda berakhirnya laga, kedudukan tak berubah 2-1 untuk kemenangan Persebaya. (A-187)***

Sumber: PR
By: BP
Read more >>

Bajul Ijo Jinakkan Maung Bandung

14 February 2010
Persebaya Surabaya sukses mengalahkan Persib Bandung 2-1 dalam laga lanjutan Liga Super di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Minggu (14/2). Hasil ini membalas kekalahan 2-4 saat bertandang ke Bandung di putaran pertama lalu.

Kembali tampil didepan puluhan ribu Bonekmania, Persebaya tampil beda saat menjamu Persib. Bekas kekalahan 0-2 dari Sriwijaya FC di laga sebelumnya seperti tak terlihat. Tim Bajul Ijo yang tampil menekan sejak kick off babak pertama, mampu mengancam gawang Sinthaweechai di awal laga. Namun sepakan Andi Oddang masih belum menemui sasaran.

Ambisi tuan rumah untuk memaksimalkan hasil dalam laga ini juga terlihat dari aksi John Takpor. Mengandalkan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti, usaha mantan pemain Persitara ini masih menemui jalan buntu.

Lapangan yang becek akibat guyuran hujan deras, membuat Persib tak dapat mengembangkan permainan terbaiknya. Akibatnya lini pertahanan Maung Bandung yang terus menerus mendapat tekanan, bobol di menit-34. Berawal dari sepak pojok Mat Halil, bola liar di depan gawang Persib berhasil dituntaskan oleh sontekan Taufiq. Ini merupakan gol kedua Taufiq ke gawang Maung Bandung setelah sebelumnya juga mencetak gol saat kalah 2-4 di Bandung pada putaran pertama lalu.

Tersengat gol tuan rumah, Persib berusaha membalas di sisa waktu pertandingan babak pertama, namun usaha anak asuh Jaya Hartono tak membuahkan hasil. Hingga turun minum skor 1-0 tidak berubah.

Dua Gol di Babak kedua

Di awal babak kedua, Persib mampu mencuri gol. Sayang, Cristian Gonzales sudah lebih dulu berada dalam posisi offside, sebelum menyundul umpan Hilton Moreira.

10 menit babak kedua berjalan, Danurwindo mengganti Korinus Finkreuw dengan Ngon A Djam untuk mempertajam serangan. Sentuhan pertama dari Ngon A Djam hanya melayang di atas mistar Sinthaweechai.

Bonekmania kembali bersorak saat pertandingan memasuki menit-67. Akselerasi Mat Halil di sisi kanan pertahanan memaksa kapten Persib Maman Abdurahman mencetak gol bunuh diri.

Hanya berselang tiga menit, Persib menjawab gol kedua Persebaya. Bermula dari handsball yang dilakukan Anderson Da Silva, eksekusi dingin Hilton Moreira dari titik putih mengubah skor 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.

Tim Bajul Ijo balik menekan, namun dua peluang melalui John Takpor dan Taufiq masih bisa dihentikan kiper nasional Thailand yang memperkuat kubu Maung Bandung. Hingga wasit Armando Pribadi meniup peluit panjang skor tetap tidak berubah.

Suksesnya pembalasan yang dilakukan Persebaya ini, mengangkat posisi mereka ke posisi 11 klasemen sementara dengan nilai 25 dari 19 laga unggul selisih gol dari PSPS Pekan Baru. Sementara Persib tetap tertahan di peringkat lima dengan koleksi nilai 30 dengan jumlah pertandingan yang sama.

Sumber: BolaNews
By: BP
Read more >>

Viking Undur Keberangkatan

12 February 2010
AHMAD YANI,(GM)-
Setelah berkoordinasi dengan PT Kereta Api (KA), Viking Persib Fans Club memutuskan untuk mengundurkan jadwal keberangkatan rombongan bobotoh yang akan bertolak ke Surabaya guna mendukung tim kesayangannya saat dijamu Persebaya Surabaya di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Minggu (14/2). Jika sebelumnya dijadwalkan rombongan akan berangkat pada Sabtu (13/2) pukul 02.00 WIB, kini diundur sehari menjadi Minggu (14/2) dengan waktu keberangkatan yang sama.

"Hari ini (kemarin, red), kita sudah berkoordinasi dengan PT KA. Mereka menyarankan rombongan bobotoh berangkat pada Minggu (14/2) dini hari dan sampai ke Surabaya Minggu (14/2) sore, beberapa jam sebelum pertandingan," kata Koordinator Pemberangkatan Viking Persib Fans Club, Rudi Boseng di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Kamis (11/2).

Bisa disaksikan

Ketika ditanyakan apakah Viking sudah berkoordinasi dengan kelompok suporter Persebaya, Boseng mengaku sudah melakukannya.

"Kita sudah kontak pengurus YSS (Yayasan Suporter Surabaya, red). Mereka bilang, pertandingan nanti bisa disaksikan penonton, tidak seperti ketika Persebaya menjamu Sriwijaya FC," kata Boseng.

Sumber: Galamedia
By: BP
Read more >>

"BONEK" DUKUNG PERSIB JUARA

LAGA PERSIB MULAI DILIRIK ESPN

PELATIH Persib Bandung Jaya Hartono memberikan arahan pola strategi kepada tiga pilar belakang Persib Bandung pada latihan di Lapangan Kodikal di Bumi Moro, Tanjung Perak Surabaya, Kamis (11/2). Setelah Budi Sudarsono dan Atep dinyatakan sembuh, giliran Cucu Hidayat positif mengidap demam berdarah.* M. GELORA SAPTA/"PR"

SURABAYA, (PR).-
Pendukung Persebaya Surabaya siap membalas budi perlakuan pendukung Persib dalam laga tandang Persib lawan Persebaya pada Djarum Liga Super Indonesia (DLSI), Minggu (14/2). Mereka akan menjamu bobotoh karena sudah diperlakukan dengan baik ketika "bondo nekad" (bonek) ke Bandung, Sabtu (23/1). Hasil akhir kalah atau menang menjadi tidak masalah, karena yang terpenting kebersamaan di antara bobotoh dan bonek terus terjaga.

"Bahkan kami dukung penuh kalau Persib memenangi pertandingan nanti, meskipun kami juga mengharapkan Persebaya juaranya. Tetapi, ya ada sedikit kepesimistisan, kalau melihat gaya pertandingan Persib sekarang. Dari pada Arema yang juara, lebih baik Persib saja," tutur Ketua Yayasan Suporter Surabaya, Wastomi Suhari, kepada Wartawan Pikiran Rakyat, Novianti Nurulliah dan M. Gelora Sapta di Hotel Sahid, Jln. Sumatera, Kota Surabaya, Kamis (11/2).

Menurut dia, informasi kedatangan bobotoh yang menggunakan lima gerbong ke Surabaya telah dia terima. Pihaknya akan menggiring bobotoh untuk ditempatkan di sekretariat yayasan Jln. Simpang Dukuh yang jaraknya sekitar satu setengah kilometer menuju Stadion Gelora 10 November Tambaksari.

"Selebihnya akan ditempatkan di bengkel milik kota yang jaraknya hanya berkisar 300 meter dari stadion. Pokoknya akan kami jamu habis-habisan. Kami tidak akan membatasi jumlah bobotoh yang akan menyaksikan pertandingan besok. Silakan, tidak ada kuota bagi suporter Persib," katanya.

Sementara itu, laga "Pangeran Biru" dilirik televisi berbayar ESPN Star sport, gabungan ESPN (entertaiment and sport programming network) yang berbasis di Amerika dan Star Asia untuk menyiarkan siaran langsung semua pertandingan Persib dalam DLSI. Hal itu dikarenakan laga Persib dinilai memiliki kualitas permainan yang bagus dengan rating tinggi di Indonesia.

Hal itu diakui Wakil Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat Muhammad Farhan kepada wartawan, Kamis (11/2). Menurut dia, perkembangan wacana tersebut belum menemukan kesepakatan apa pun. Pasalnya Persib tidak berkewenangan dalam hal hak siar. Televisi bersangkutan harus berkordinasi dengan stasiun televisi antv selaku pemegang utama hak siar DLSI.

"Kami mendapatkan kebanggaan tersendiri dari tayangan yang disebarluaskan ke seluruh Asia. Itu akan menjadi kebanggaan Kota Bandung. Selain itu juga akan menjadi modal kita untuk mencari sponsor. Saya enggak tahu bagaimana perkembangannya," kata dia.

Menurut Farhan, wacana tersebut bermula dari dua penyiar televisi bersangkutan dalam acara Football Asia. Mereka mempunyai program untuk memperluas jaringan dengan sistem Two Extend The Range Of The Day. Sebelumnya, acara serupa pernah tayang pada era tahun 2000 ketika Kurniawan Dwi Julianto berjaya.

Demam berdarah

Gelandang Cucu Hidayat dinyatakan positif mengidap demam berdarah. Ia bersama dokter tim dr. Raffi Ghani telah bertolak ke Bandung.

Menurut Raffi, trombosit Cucu mengalami penurunan. "Apabila Cucu dirawat di Bandung, akan mendapatkan perawatan dari keluarganya," kata Raffi.***

Sumber: PR

By: BP

Read more >>

Persib Diminta Untuk Tidak Cepat Puas

11 February 2010
Menang telak 3-1 atas tim Persik Kediri, Selasa (9//2/2010) sore tak lantas membuat skuad Persib Bandung terlarut. Meski tetap mempertahankan posisi atas pada klasemen Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, namun Maman Abdurahman dkk diharapkan tetap menyiapkan diri untuk laga klasik kontra Persebaya Surabaya, Minggu (14/2/2010) nanti.

Manajer Persib Umuh Muhtar berharap, jajaran pelatih tetap fokus pada latihan strategi guna menghadapi tim Bajul Ijo -julukan Persebaya-. Umuh menegaskan para skuad terbaiknya jangan dulu puas. Sebab, liga baru saja dimulai.

“Anak-anak saya minta jangan puas dulu. Laga berikutnya mereka harus benar-benar menunjukkan motivasi tinggi. Lawannya lebih berat dan punya kualitas sama seperti kita,” ungkap Umuh kepada wartawan, Kamis (11/2/2010).

Pria yang juga menjabat Dirut PT PBB ini, memang mengaku bangga dengan menanjaknya performa tim ketika bertandang ke Kediri. Umuh berharap, minimal kolektifitas serta kekompakan tim bisa kembali terjalin maksimal kala menantang tim asuhan Danurwindo tersebut. Permainan kolektif, imbuhnya, akan sangat menentukan kemenangan dan efektivitas dalam menciptakan peluang emas yang ada.

“Saat ini yang harus terus dipupuk adalah kerjasama. Semua pemain, harus satu misi agar Persib bisa terus meraih hasil positif. Saya yakin, meskipun melawan Persebaya di kandang mereka sendiri, dengan kebersamaan kita bisa mencapai target. Memang, pertandingan nanti akan lebih sulit karena lawan juga punya kualitas pemain yang sama dengan kita,” bebernya.

Umuh sendiri, tidak bisa mendampingi skuadnya ketika mengalahkan Persik, karena harus bertolak ke Singapura untuk menjalani perawatan medis. Namun, pengusaha rekanan PT Pindad ini mengaku lega karena motivasi pemain tetap terjaga dengan baik. Sebelum laga, dia menghubungi beberapa pemain dan pelatih untuk memberikan motivasi juang.

Dengan adanya motivasi juang, kata Umuh, dalam situasi apapun, seluruh individu yang ada di tim, khususnya pemain, akan mengutamakan tanggungjawab terhadap nama besar Persib.

“Maka yang terjadi adalah sekarang. Kita bisa berhasil meraih kemenangan pada laga pertama putaran kedua ini. Meski lelah, kalau motivasi tinggi kita pasti bisa,” jelasnya.

Sumber: BolaIndo
By: BP
Read more >>

Hilton Terancam Absen Lawan Persebaya

Striker Persib Hilton Moreira terancam absen dalam laga tandang melawan Persebaya Surabaya, Minggu (14/2/2010) mendatang. Ia menderita cedera engkel saat Maung Bandung berlatih di Stadion Bumi Moro Akademi Angkatan Laut Surabaya.

Dalam sesi latihan, Hilton hanya melakukan jalan santai mengelilingi lapangan. "Engkel kaki kanan saya memang sakit. Tapi mudah-mudahan tidak terlalu bermasalah," kata pemain asal Brasil ini.

Selain Hilton, kondisi gelandang Persib Bandung Cucu Hidayat atau akrab disapa Cuhi juga menurun. Bahkan, tim dokter Persib berencana akan melarikan Cuhi ke rumah sakit di Surabaya. Pasalnya, usai hasil pemeriksaan terakhir dokter tim Persib Raffi Ghani, Cuhi terkena penyakit demam berdarah.

"Tadinya Cucu memang akan dilarikan ke rumah sakit di Surabaya. Tetapi, karena pertimbangan tidak ada yang menemaninya jadi kita memutuskan untuk dirawat di Bandung saja,"ujar Raffi, Kamis (11/2/2010).

Raffi mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan terakhir, trombosit Cuhi menurun drastis, bahkan, melebihi batas normal. Ia kemudian bertolak ke Bandung menggunakan pesawat Merpati Airlines pukul 17.55 WIB, dari bandara, Juanda Surabaya.

Mantan pemain Persita Tangerang ini pun dipastikan tidak turun pada laga tandang kedua Maung Bandung putaran kedua liga Super Indonesia 2009/2010 melawan Persebaya Surabaya, di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari Surabaya.

Sementara itu, Pelatih Persib, Jaya Hartono mengingatkan para pemain untuk menjaga kondisi tubuh dengan baik. Ia meminta eka ramdhani cs memperhatikan waktu istirahat untuk tetap menjaga vitalitas dan pemain agar tidak terlalu banyak keluar dari hotel atau jalan-jalan.

Sumber: BolaIndo
By: BP
Read more >>

Penalti Gagalkan Kemenangan Persib

30 September 2009

ANDRI GURNITA/PR
PEMAIN belakang Persib, Edi Hafid berupaya merebut bola dari kaki penyerang Persebaya, Corinus Fingkrew, pada pertandingan Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Selasa (29/9).
BLK. FACTORY,(GM)-
Persib Bandung gagal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan usai dan harus puas bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah Persebaya Surabaya, pada pertandingan terakhir Grup D Liga Jatim di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Selasa (29/9) malam. Hukuman penalti pada menit 73 yang dieksekusi dengan baik oleh kapten tim Anderson Da Silva, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Persib sempat unggul 1-0 lewat gol Cristian Gonzales pada menit 25.

Kendati kembali meraih hasil imbang, Persib tetap lolos ke babak 8 Besar sebagai runner-up Grup D dengan mengumpulkan nilai 2, mendampingi Persebaya sebagai juara grup yang mengoleksi nilai 4.

Menurut laporan pelatih kiper Anwar Sanusi yang dihubungi "GM" usai pertandingan, hukuman penalti buat Persib diberikan setelah bek sayap kiri Persib, Aji Nurpijal dinilai melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti oleh wasit Agus Winardi, usai menjatuhkan pemain Persebaya, Nugroho Mardiyanto. Tapi, kata Away, sapaan akrabnya, keputusan wasit itu sangat meragukan.

"Malahan, kita menilai penalti itu sebagai sebuah 'pemberian' wasit. Sebenarnya, sepanjang pertandingan wasit memimpin sangat baik. Yang meragukan kita hanya hukuman penalti buat Persib, sebab kami menilai Aji tidak melakukan pelanggaran," kata mantan kiper Persib itu.

Dikatakan Away, berbeda dengan laga pertama melawan Deltras, kali ini pelatih Jaya Hartono menurunkan starter Cecep Supriyatna (kiper), Wildansyah, Edi Hafid Murtado, Cristian Rene Martinez (belakang), Aji Nurpijal, Gilang Angga Kusumah (bek sayap kiri-kanan), Munadi, Cucu Hidayat, Atep (gelandang) serta duet striker Cristian Gonzales dan Airlangga. Dengan demikian, Jaya kembali memainkan pakem 3-5-2, tidak seperti ketika bermain imbang 0-0 dengan Deltras.

Ketika pertandingan memasuki menit ke-25, Persib berhasil membungkam pendukung tuan rumah dengan membuka keunggulan lewat gol Gonzales. Away mengatakan, gol itu berasal dari umpan Cucu Hidayat. Gonzales menjebol gawang Persebaya yang dikawal Denny Marsel. Keunggulan 1-0 Persib mampu dipertahankan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persib sepertinya bakal sukses mempertahankan keunggulannya. Namun seperti dituturkan Away, pada menit 73 atau 17 menit sebelum laga usai, wasit "menghadiahkan" tendangan penalti untuk tuan rumah atas tuduhan pelanggaran yang dilakukan Aji. (B.82)**

Sumber Berita: Galamedia
By: Balad Persib
Read more >>

Persebaya vs Persib Imbang 1-1

29 September 2009

SURABAYA, KOMPAS.com - Pertarungan dua klub bersejarah antara Persebaya Surabaya menjamu Persib Bandung dalam laga penyisihan Grup D Liga Jawa Timur d i Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya, Selasa (29/9) malam berakhir imbang dengan skor 1-1 (0-1). Hasil damai ini sekaligus menunjukkan kerukunan suporter Persebaya, Bonek, dan suporter Persib, Viking, sepanjang laga ini.

Gol Persib dicetak Cristian Gonzales pada menit ke-26, sedangkan Persebaya membalas lewat Anderson da Silva pada menit ke-72 yang dilesakkan dari kotak penalti.

Ribuan Bonek yang menghijaukan stadion bernyanyi Bonek Viking satu hati di sela-sela pertandingan. Kedua suporter ini juga tampil kompak sepanjang pertandingan. Meskipun Liga Jatim hanya sebuah turnamen pra-kompetisi, kedua tim turun dengan skuad lengkapnya. Namun beberapa pemain dari kedua klub absen karena dipanggil latihan timnas U-23.

Persebaya langsung menekan penuh sejak menit pertama. Dengan tempo cepat dan keras, tusukan dari sayap kiri yang digalang Mat Halil dan Supriyono berkali-kali hampir mengoyak gawang Persib yang dikawal Cecep Supriatna. Namun lini depan yang diisi Josh Maguire dan Korinus Fingkrew masih terlalu gagap menyambut umpan sehingga eksekusi ke gawang lawan masih lemah.

Sebetulnya Persebaya menguasai pertandingan selama 45 menit pertama, namun penyelesaian di bibir gawang selalu buruk. Saking terlalu asik menyerang, tim besutan Danurwindo ini keteteran ketika menghadapi skema serangan balik Persib. Pada menit ke-26 justru gawang Persebaya yang koyak oleh tendangan keras Cristian Gonzales yang menyambut umpan Gilang Angga Kusuma.

"Anak-anak semua turun menyerang sebetulnya bagus, tapi mereka justru lengah ketika diserang balik. Persib sekalinya menyerang langsung gol," kata Danurwindo seusai laga.

Danurwindo juga abai pada lemahnya kawalan bek Nugroho Mardiyanto yang kerap melonggarkan pertahanan. Kelemahan ini dimanfaatkan oleh pasukan Maung Bandung untuk menyerang dari sisi kanan. Di babak kedua, pelatih Persib Jaya Hartono memasukkan Budi Sudarsono untuk menggantikan Cucu Hidayat pada menit ke-69.

Masuknya Budi membuat lini depan Persib dipersenjatai tiga striker yang makin sering mengancam gawang Persebaya. Meski demikian, Dewi Fortuna masih bersama Persebaya sehingga tendangan-tendangan keras trisula Persib masih mampu ditangkal kiper Deny Marcel.

Hasil imbang ini diapresiasi Jaya. Permainannya sangat menarik, wasit juga adil. Namun untuk tim saya, masih kurang ada playmaker yang memimpin lapangan tengah, kata Jaya.

Absennya Eka Ramdhani yang ditarik membela tim merah putih cukup berpengaruh pada koordinasi aliran bola dari lini belakang ke depan. Menurut Jaya, Eka selama ini diplot untuk menjadi pengatur serang di lini tengah.

Dengan hasil ini Persebaya keluar sebagai juara Grup D dengan catatan satu kali menang dan satu kali imbang. Sementara itu Persib menjadi runner-up grup D setelah dua kali bermain imbang.


Sumber Berita: Kompas Bola

By: Balad Persib

Read more >>

Budi Jadi Andalan Persib

SURABAYA, TRIBUN - Striker anyar Persib, Budi Sudarsono, akan menjadi andalan Jaya Hartono dalam merobek gawang Persebaya Surabaya pada lanjutan babak penyisihan Grup D Piala Gubernur Jatim 2009 di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, malam nanti.

Persib cukup menahan imbang atau cukup kalah 0-1 dari Persebaya untuk lolos ke babak perempatfinal karena pada partai keduanya, Deltras menyerah dari tangan Persebaya dengan skor 2-0, Senin (28/9) sore. Jika imbang, maka nilai akhir Persib dua poin unggul dari Deltras yang mengoleksi nilai 1 dari hasil sekali imbang dan sekali kalah.

Kedatangan Budi memang sangat dinantikan oleh pelatih Persib, Jaya Hartono, pada saat ia krisis pemain. Persib kini hanya menyisakan 12 pemain yang kondisinya benar- benar fit. Empat pemain absen dipanggil timnas dan dua pemain dalam keadaan cedera, yaitu Airlangga Sucipto dan Dedi Heryanto.

Budi mau tidak mau harus diturunkan Jaya meskipun pemain bernomor punggung 13 ini dalam kondisi kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Saudi Arab.
"Kita memang akan menurunkan pemain dalam keadaan pas-pasan. Beberapa pemain dalam kondisi tidak fit akibat permainan kasar kemarin. Hilton juga harus absen karena kartu merah. Tapi kedatangan Budi bisa membuat serangan Persib bervariasi," jelas Jaya.

Jaya akan menduetkan Budi di depan bersama dengan Cristian Gonzalez. Sebagai penyerang lubang, Jaya akan mendorong Atep sedikit ke depan memerankan posisi tersebut untuk menyuplai bola kepada duet Budi-Gonzalez.

Di tengah, Jaya akan memainkan empat gelandang, yaitu Munadi, Gilang Angga, Cucu Hidayat, dan Irwan Wijasmara. Di belakang, Jaya akan tetap menurunkan Edi Hafid, Wildansyah, dan Cristian Rene. Cecep akan tetap jadi andalan di bawah mistar.

"Kita akan bermain semaksimal mungkin dengan menghindari hal-hal yang bisa membuat pemain cedera. Mudah-mudahan kita bisa bermain lebih baik daripada kemarin," tegas Jaya.

Sebelumnya, Budi disebut-sebut menghilang setelah keberadaannya tidak diketahui. Manajemen dan pelatih yang mencoba menghubungi sejak Lebaran lalu seolah-olah menyerah karena telepon seluler Budi tidak aktif. Otomatis sejak 7 September sampai 27 September atau selama 20 hari Budi tidak diketahui keberadaannya.

Menurut Budi, ia tertahan di Yaman saat menjalani rangkaian ibadah umrah dan ziarah ke tempat-tempat suci lainnya menggunakan travel setempat. "Saya tidak bermaksud untuk membuat ofisial resah. Tapi memang saya tertahan di Yaman setelah berkunjung ke Makam Ratu Bilqis. Di Yaman ada peperangan, jadi terpaksa keberangkatan ke Yordania harus menunggu reda dulu," ujarnya, sembari menjelaskan bahwa dia pulang harus melalui bandar udara di Yordania.

Mengenai sulitnya manajemen mencari informasi tentang dirinya, termasuk kesulitan dalam menghubungi ponselnya, Budi mengatakan hal itu diakibatkan jaringan ponselnya terganggu.

Budi datang ke Hotel Sahid sekitar pukul 16.30 kemarin. Dia tiba di Indonesia pada Senin (28/9) dini hari sekitar pukul 01.00. Kemudian di menginap di Jakarta dan baru melanjutkan perjalanan ke Surabaya keesokan harinya.

Mengenai kesiapannya bermain memperkuat Persib melawan Persebaya, Budi menyerahkan semuanya kepada pelatih. "Secara kondisi fisik saya akui saya belum siap, tapi kalau secara skil saya siap. Masa iya skil pemain bisa hilang. Kalau diturunkan, saya siap bermain besok," tegasnya.

Arsitek Persebaya, Danurwindo, pun tak mau kehilangan pamor di depan publiknya sendiri. Ia mengusung target kemenangan meski skuad yang ada belum komplet. "Ya, harus menang dong, meskipun kita sudah pasti lolos ke babak selanjutnya. Saya rasa kekuatan kami dengan Persib skuadnya sama-sama belum lengkap. Mereka belum bermain ideal seperti yang diperlihatkan di LSI musim lalu," ujar Danur seraya berharap wasit mampu memimpin secara adil. (tor)

Sumber Berita: Tribun Jabar
By: Balad Persib
Read more >>

Budi Sudah Datang...!

Robby Darwis, ”Tak Jamin Bakal Dimainkan”
BLK. FACTORY,(GM)-
Striker anyar Persib Bandung, Budi Sudarsono akhirnya nongol di Surabaya dan bergabung dengan para pemain lain yang menginap di Hotel Sahid Surabaya, Senin (28/9). Berdasarkan informasi yang didapatkan "GM" dari Surabaya, pemain yang musim lalu berkostum Sriwijaya FC itu bergabung dengan tim pada Senin (28/9) siang.

Informasi sudah bergabungnya striker yang sempat dijuluki "Budigol" itu dibenarkan Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis. "Budi sudah datang. Barusan (Senin petang, red) dia sudah masuk ke hotel," katanya ketika dihubungi "GM", Senin (28/9) petang.

Ketika ditanyakan alasan keterlambatannya bergabung dengan tim, Robby mengatakan, kepada tim pelatih Budi mengaku baru pulang umrah dan langsung bergabung dengan tim di Surabaya.

Kendati sudah tiba, Robby belum bisa memberikan garansi soal kemungkinan Budi langsung diturunkan pada saat Persib menghadapi Persebaya Surabaya, pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup D di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Selasa (29/9). "Kita akan melihat kondisinya dulu," kata Robby.

Walaupun belum bisa dipastikan tampil atau tidak dalam pertandingan terakhir melawan Persebaya Surabaya, peluang Budi tetap terbuka. Pasalnya Persib saat ini dalam krisis pemain, menyusul tidak bisa tampilnya Hilton Moriera yang terkena kartu merah dalam partai perdana melawan Deltras Sidoarjo.

Seandainya tim pelatih Persib tetap memakai pola 3-4-3, nama Budi berpeluang masuk daftar untuk dimainkan. Di partai perdana saat ditahan imbang Deltras, posisi tiga pemain depan diisi, Airlangga, Cristian Gonzales dan Hilton.

Dengan absennya Hilton , Budi bisa menjadi alternatif utama. Hanya saja kondisi Budi kemungkinan masih dalam tahap pemulihan. (B.82)**

Sumber Berita: Galamedia
By: Balad Persib
Read more >>

Persib Berharap Dampingi Persebaya

BLK. FACTORY,(GM)-
Kendati tidak memancang target tinggi, Persib Bandung tetap punya keinginan untuk lolos ke babak 8 Besar Liga Jatim 2009. Untuk itu, Persib akan berjuang habis-habisan demi mengamankan satu tiket ke babak 8 Besar yang sudah di depan mata, pada saat menghadapi tuan rumah Persebaya Surabaya, pada laga terakhir Grup D di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Selasa (29/9) pukul 18.30 WIB.

"Kesempatan untuk lolos masih sangat terbuka. Kita harus memanfaatkan kesempatan itu dengan baik," kata Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis ketika dihubungi "GM" di Surabaya, Senin (28/9).

Harapan untuk lolos ke babak 8 Besar juga diungkapkan Manajer Persib, H. Umuh Muchtar. "Betul, kita tidak mencanangkan target muluk-muluk. Tapi kalau harapan untuk lolos, itu pasti ada," kata Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) ini.

Kendati hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan Deltras Sidoarjo pada laga pembuka, Minggu (27/9), peluang Persib untuk lolos ke babak 8 Besar masih sangat terbuka. Terlebih pada laga pertamanya yang dimainkan di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Senin (28/9), Persebaya mencatat kemenangan 2-0 atas Deltras.

"Kalau bisa menahan imbang Persebaya besok (hari ini, red), kita sudah bisa mendampingi Persebaya ke babak 8 Besar," timpal pelatih penjaga gawang, Anwar Sanusi ketika dihubungi "GM" secara terpisah.

Kendati demikian, bahkan kekalahan dengan selisih satu gol pun, masih tetap meloloskan Persib, Robby tetap mengincar hasil maksimal atas "Bajul Ijo". "Kecuali Hilton yang harus absen karena hukuman kartu merah, para pemain lain dalam keadaan siap," ujar Robby.

Jika formasi 3-4-3 tetap akan dimainkan Persib, posisi Hilton kemungkinan bakal diisi oleh Budi Sudarsono yang baru bergabung dengan tim pada Senin (28/9) petang. Namun untuk langsung menurunkan Budi, tim pelatih masih harus melihat kondisi teranyarnya usai menjalankan ibadah umrah. "Soal formasi, mungkin ada sedikit perubahan dibandingkan pertandingan pertama. Tapi, semuanya masih harus didiskusikan lagi," ujar Robby.

Ancam mundur

Sementara itu, Persebaya mengancam mundur dari Liga Jatim, meski baru menjalani laga perdananya dengan kemenangan 0-2 saat menjamu Deltras. Menurut laporan detiksurabaya.com, ancaman mundur dari kompetisi pemanasan ini disebabkan ketidakpuasan terhadap sikap wasit saat memimpin pertandingan. Wasit Junaedi asal Kediri dituding telah sengaja membiarkan pemain lawan melakukan pelanggaran tanpa ada peringatan apa pun.

Ancaman mundur itu dilontarkan Ketua Umum dan Manajer Persebaya, Saleh Ismail Mukadar, usai pertandingan. "Jika tidak ada perbaikan kinerja wasit dalam memimpin pertandingan, kita akan mundur dari turnamen," katanya.

Dalam pertandingan ini, dua gol kemenangan Persebaya disumbangkan Andik Virmansyah pada menit 41 dan Arif Ariyanto menit ke-83. (B.82)**

Sumber Berita: Galamedia
By: Balad Persib
Read more >>

PERSIB CUKUP BERMAIN IMBANG

PERSEBAYA TAKLUKKAN DELTRAS SIDOARJO 2-0

PEMAIN Persebaya Supriono (tengah) terlambat menyerobot bola yang terlebih dahulu dihalau pemain Deltras Sidoarjo pada pertandingan Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya, Senin (28/9). Persebaya menang atas Deltras dengan skor 2-0.* ANDRI GURNITA/"PR"

SURABAYA, (PR).-
Persib Bandung hanya butuh hasil seri saat melawan Persebaya, Selasa (29/9) malam ini. Raihan satu angka itu sudah cukup, untuk mengantarkan Persib lolos dari penyisihan Grup D.

Pasalnya, pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Senin (28/9), tuan rumah Persebaya berhasil mengempaskan Deltras Sidoarjo dengan skor telak 2-0 (1-0). Anak asuhan pelatih Mustaqim mengantongi satu poin, hasil sekali kalah dan sekali seri. Sementara Persebaya kokoh bercokol sebagai pemuncak klasemen sementara dengan raupan tiga poin. Deltras masih menunggu hasil Persebaya-Persib.

Dua gol yang diciptakan Persebaya dalam pertandingan ini, dicetak Andi Firmansyah menit ke-42 dan Arif Arianto di saat pertandingan tinggal menyisakan waktu tujuh menit. Proses kedua gol tersebut hampir sama. Berawal long pass dari tengah lapangan yang langsung disambut dan menggiring bola hingga berhadapan dengan kiper tanpa terkawal pemain belakang lawan, sehingga bola bersarang mulus di gawang.

Hanya saja, pertandingan kedua di Grup D ini kembali tercoreng dengan kinerja wasit yang buruk. Seperti halnya di laga Persib kontra Deltras Minggu (27/9) malam lalu, wasit Junaedi yang memimpin pertandingan kali ini pun berulang mengeluarkan keputusan kontroversial.

Senada dengan pelatih Persib Jaya Hartono yang mengecam kepemimpinan wasit di pertandingan sebelumnya, Manajer Persebaya Saleh Ismail pun tak sanggup menyembunyikan kekesalannya dengan kinerja wasit Junaedi. "Walaupun kita menang 10-0 sekalipun, saya sama sekali tidak puas. Wasit kerjanya mengecewakan begitu," ujarnya seusai pertandingan.

Wasit-wasit yang memimpin pertandingan di Piala Gubernur Jatim ini, dinilainya benar-benar tidak bisa melindungi pemain. Keputusan yang mereka keluarkan sangat berisiko membuat pemain cedera. Padahal, pemain disiapkan bukan untuk turnamen ini, melainkan Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010.

Saleh mengancam, jika pada pertandingan melawan Persib kinerja wasit tidak kunjung membaik, Persebaya akan mundur dari turnamen ini.

Hal yang sama pun sebelumnya dikatakan Jaya. "Lebih baik kita mundur daripada pemain hancur semua dan malah tidak bisa berlaga di ISL nanti," ujarnya.

Jaya memberikan satu kesempatan lagi untuk melihat kinerja wasit. Bagaimanapun juga, bermain dalam situasi demikian bisa mengasah mental pemain. Bagaimana mereka menghadapi tekanan dan berusaha untuk tetap bisa tampil baik. Bukan apa-apa, Jaya menduga situasi yang sama pun kemungkinan bisa kembali terulang di kompetisi LSI.

Ia mencontohkan, Persisam Samarinda dan Persiwa Wamena, yang berpotensi melakukan hal demikian. "Secara teknik saya tidak takut dengan tim mana pun, karena Persib punya kemampuan yang di atas rata-rata. Akan tetapi, kemampuan nonteknis ini yang saya khawatirkan. Sebab, sebagus apa pun pemain tampil, dengan mudah pemilik kemampuan nonteknis ini bisa langsung mengalahkan segalanya," kata Jaya, seraya merujuk pada pengalaman Persib musim lalu.

Jaya dengan lantang mengatakan hal tersebut, karena berdasarkan pengamatannya kualitas wasit yang memimpin jalannya pertandingan-pertandingan di LSI pun, tidak jauh berbeda dengan yang bertugas di Piala Gubernur Jatim sekarang ini.

"Makanya, dikasari wasit seperti itu pun saya anggap tetap merupakan pelajaran berharga, yang bisa dipetik pemain. Hal ini, supaya saat menghadapi kondisi yang sama di LSI mereka sudah tidak heran dan sanggup mengatasinya," katanya. (A-184)***


Sumber Berita: Pikiran Rakyat

By: Balad Persib

Read more >>

Persebaya Targetkan Kemenangan

SURABAYA, (PRLM).- Kubu Persebaya merasa optimistis menghadapi partai melawan Persib Bandung pada Piala Gubernur Jatim. Terlebih mereka memiliki modal dengan sanggup mengempaskan Deltras dengan skor telak 2-0. Sementara Persib hanya mampu bermain imbang saat melawan Deltras.

Pelatih Persebaya Danurwindo mengaku kekuatan timnya dan Persib seimbang. Kedua tim sama-sama belum diperkuat seluruh materi pemain yang dimilikinya. "Bisa dibilang, kita masih dalam tahap persiapan sambil menunggu pemain komplet. Persib pun saya lihat dari pertandingan kemarin belum bisa menampilkan performa terbaiknya seperti saat mengarungi Liga Super Indonesia musim lalu," tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, kedua tim dinilainya sama-sama berpeluang untuk memetik kemenangan. Namun sebagai tuan rumah, Persebaya lebih berambisi memetik kemenangan tersebut. "Saya akan maksimalkan pemain yang ada untuk merebut kemenangan tersebut. Mereka harus mewaspadai pergerakan Gonzales dan Airlangga yang selalu membahayakan lawan-lawannya," tutur Danurwindo. (A-184/A-147)***

Sumber Berita: Pikiran Rakyat
By: Balad Persib
Read more >>

Cecep Janji Bermain Bagus Lagi

28 September 2009

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Cecep Supriatna
BANDUNG, TRIBUN - Cecep Supriatna berjanji akan bermain sebaik saat memperkuat Persib lawan Deltras pada Piala Gubernur Jatim, Minggu (27/9). Dalam pertandingan itu Si Gegep, panggilan Cecep di Persib, bermain gemilang. Dia berhasil menahan gempuran-gempuran pemain depan Deltras.


Melawan Persebaya, besok, Cecep sudah menyatakan tekadnya untuk menjaga gawangnya dari kebobolan. "Melawan Persebaya mudah-mudahan kita bisa lebih baik dari kemarin yang terus-menerus digempur oleh lawan," jelasnya.

Jaya sendiri mengakui bahwa kunci pertahanan Persib terletak pada Cecep dan Cristian Rene (Bek Persib). "Lihat, mereka tampil baik sekali. Apa jadinya jika mereka tidak main. Melawan Persebaya, mereka akan tetap menjadi kunci pertahanan kita," kata pelatih berkumis tebal ini.

Jaya memang tak ada pilihan harus menurunkan Cecep kerena, ke Surabaya Persib hanya membawa dua kiper. Satu kiper lagi Dedi Heryanto tengah mengalami cedera pergelangan kaki kanan. Dedi direkrut Jaya dari tim Persib U-21.(tor)


Sumber Berita: Tribun Jabar

By: Balad Persib

Read more >>
 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger