Showing posts with label PSSI. Show all posts
Showing posts with label PSSI. Show all posts

Persib Jadi Voters di Kongres Tahunan PSSI

30 December 2014
PSSI akan menggelar Kongres di Hotel Borobudur, Jakarta, 4 Januari 2015. Kongres Tahunan 2015 ini akan diikuti oleh 106 voters. Dari 106 voters tersebut, 9 di antaranya utusan dari Jawa Barat.

Kesembilan voters asal Jawa Barat adalah Persib Bandung, Pelita Bandung Raya (LSI), Persikabo Kabupaten Bogor, PSGC Ciamis (Divisi Utama), UNI Bandung (Divisi I), Bandung Barat United, Persigar Garut, Persitas Tasikmalaya (Liga Nusantara) dan Asprov PSSI Jabar.

Berikut  106 voters yang dirilis laman resmi PSSI

Asosiasi Provinsi :
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat

Indonesia Super League :
Arema Indonesia, Semen Padang, Persib Bandung, Persija Jakarta, Pelita Bandung Raya, Sriwijaya FC, Barito Putra, Gresik United, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura, Mitra Kukar, Persela Lamongan, PSM Makassar, Persiram Raja Ampat, Persiba Balikpapan, Pusam Samarinda, Perseru Serui

Divisi Utama :
Pro Duta FC, PSPS Pekanbaru, PS Bangka, Persikabo Kab. Bogor, PSCS Cilacap, PSGC Ciamis, PSIS Semarang, Persis Solo, PSS Sleman, Persinga Ngawi, Pusamania Borneo FC, Martapura FC, Persewangi Banyuwangi, Persebo Bondowoso, Persiwa Wamena, Persigubin Gunung Bintang

Divisi Satu :
PS. Pidie Jaya, PSGL Gayo Lues, PSP Padang, Cilegon United FC, Perserang Serang, Persibas Banyumas, Persibat Batang, Persatu Tuban, Perseden Denpasar, PS. Badung Bali, Persipan Paniai, Persikos Kota Sorong, Uni Bandung, Persiyali Yalimo

Amatir (Piala Nusantara) :
Persip Pase, PS. Patriot Medan, Persitas Takengon, PS. Batam, Nabil FC Pekanbaru, PS. Benteng, Persipas Pangkal Pinang, Persija Muda, Bandung Barat United, Persimuba, Persigar Garut, Persitas Tasikmalaya,

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Persib akan Manfaatkan Rencana Tunamen Pramusim Segitiga

20 December 2014
BANDUNG,TRIBUN - Induk olahraga sepa kbola Indonesia, PSSI mengagendakan turnamen pramusim yang akan diikuti klub-klub juara dari Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, atau bahkan Thailand.
Hal itu diakui Komisaris perusahaan yang menaungi tim Persib Bandung, PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Zaenuri Hasyim. "Wacana itu ada, kami juga sudang menunggu PT Liga Indonesia yang siap membantu untuk mencarikan lawan untuk Persib," kata Zaenuri, Sabtu (20/12).
Zaenuri mengatakan, turnamen pra musim itu dikenal dengan turnamen segitiga karena mengundang klub dari tiga negara tersebut.
"Turnamen pramusim di antaranya lewat turnamen segitiga itu. Sayang juga kan tim juara tidak melakukan uji tanding sebelum kompetisi digelar," ujarnya.
Turnamen pra musim dengan melibatkan klub-klub Asia Tenggara, kata Zaenuri, sangat bagus jika diikuti tim Maung Bandung.
"Tentu akan bermanfaat bagi Persib. Sebagai tim dengan predikat juara ISL 2014, Persib butuh lawan yang sepadan dan berkualitas," ujarnya.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Persib akan Manfaatkan Rencana Tunamen Pramusim Segitiga

BANDUNG,TRIBUN - Induk olahraga sepa kbola Indonesia, PSSI mengagendakan turnamen pramusim yang akan diikuti klub-klub juara dari Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, atau bahkan Thailand.
Hal itu diakui Komisaris perusahaan yang menaungi tim Persib Bandung, PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Zaenuri Hasyim. "Wacana itu ada, kami juga sudang menunggu PT Liga Indonesia yang siap membantu untuk mencarikan lawan untuk Persib," kata Zaenuri, Sabtu (20/12).
Zaenuri mengatakan, turnamen pra musim itu dikenal dengan turnamen segitiga karena mengundang klub dari tiga negara tersebut.
"Turnamen pramusim di antaranya lewat turnamen segitiga itu. Sayang juga kan tim juara tidak melakukan uji tanding sebelum kompetisi digelar," ujarnya.
Turnamen pra musim dengan melibatkan klub-klub Asia Tenggara, kata Zaenuri, sangat bagus jika diikuti tim Maung Bandung.
"Tentu akan bermanfaat bagi Persib. Sebagai tim dengan predikat juara ISL 2014, Persib butuh lawan yang sepadan dan berkualitas," ujarnya.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Menpora Sayangkan PSSI Beri Sanksi Persib

21 September 2013
BANDUNG - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menyayangkan sanksi yang diberikan PSSI bagi Persib Bandung dan bobotoh akibat kerusuhan di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Persib dihukum untuk denda sebanyak Rp50 juta. Selain itu, bobotoh juga disanksi tidak boleh menyaksikan laga tandang Persib selama setahun.

Yang disesalkan Roy adalah pemberian sanksi yang terkesan terburu-buru. Sebab pihak-pihak yang dinilai kompeten memberikan keterangan seputar kerusuhan tidak dilibatkan.

"Saya sendiri sebenarnya sangat menyesalkan kalau PSSI tuh buru-buru atau cepat-cepat memberikan sanksi," kata Roy di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Ia mengaku tahu bagaimana kejadian sebenarnya sehingga terjadi kerusuhan. "Saya ada di tempat waktu itu ketika kejadian di stadion," ungkapnya.

Roy mengaku ikut bertanggungjawab atas kerusuhan itu. Sebab ia yang berkeinginan agar Persija vs Persib tetap digelar. Tak hanya itu, ia berkeinginan agar laga tersebut dihadiri suporter kedua tim.

"Memang saya yang menyatakan bahwa pertandingan itu harus ada, harus ada penontonnya," tutur politisi Partai Demokrat.

Ia berharap PSSI mempertimbangkan sanksi tersebut. Sebagai langkahnya, Roy mengaku terus berkomunikasi dengan Ketua PSSI Djohar Arifin dan Ketua Komdis Hinca Pandjaitan.

Roy bahkan menyatakan kesiapannya jika dipanggil PSSI untuk memberikan keterangan. "Saya selalu siap menegakkan kebenaran," tandasnya.

Sumber: Okezone
By: Fikri
Read more >>

Pekan Depan, PSSI Tuntaskan Kasus Pelemparan Bus Persib

4 July 2013
VIVAbola - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akan kembali menggelar persidangan terkait pelemparan bus Persib Bandung, Rabu, 10 Juli 2013. Menurut Ketua Komdis, Hinca Panjaitan, sebelum mengeluarkan keputusan, pihaknya masih menunggu bukti-bukti baru dari Persib.

"Pihak Persib mengatakan bukti-bukti itu akan sampai di kantor PSSI hari ini. Kami masih menunggu. Kalau sudah sampai akan kami pelajari dulu. Kemungkinan Rabu depan sudah ada keputusan terkait kasus ini," kata Hinca sata ditemui di kantor PSSI, Jakarta, Kamis, 7 Juli 2013.

Seperti diketahui, bus Persib menjadi korban penyerangan sekelompok orang yang diduga sebagai suporter Persija saat dalam perjalanan menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Sabtu lalu. Akibat kejadian ini, sejumlah pemain dan ofisial Persib terluka. Selain itu, duel klasik Persija vs Persib juga batal terlaksana.

Persija Jakarta selaku tuan rumah dinilai tidak bisa mengendalikan situasi jelang pertandingan. Karena itu, Komdis PSSI merasa perlu untuk melakukan penyelidikan guna mengusut tuntas kasus tersebut.

Awalnya, Komdis PSSI ingin menunggu hasil penyelidikan polisi. Namun karena tak kunjung mendapatkan titik terang, Komdis memutuskan untuk segera menentukan nasib Persija dengan melihat bukti-bukti yang ada, termasuk foto-foto dan rekaman video yang rencananya akan dikirimkan Persib melalui kurir ke kantor PSSI, pada hari ini.

"Maka dari itu kami targetkan pekan depan. Kalau sampai pekan depan belum ada juga hasil dari polisi, maka kami akan ambil keputusan lewat bukti-bukti yang ada," kata Hinca.

Sumber: VivaBola
By: Fikri
Read more >>

Jangan Buru-buru Beri Sanksi

26 June 2013
SETIABUDHI (GM) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo meminta agar PSSI tidak terburu-buru memutuskan pemberian sanksi terhadap pihak terkait dalam peristiwa penyerangan terhadap bus Persib pada Sabtu (22/6) lalu, sebelum ada hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.

Roy juga berharap semua pihak tidak langsung menghakimi pelaku merupakan suporter Persija Jakarta, sebelum ada kepastian mengenai kebenarannya.

"Kita tidak bisa meminta karena PSSI merupakan lembaga independen. Namun kita memiliki kewajiban untuk memberikan saran, perlindungan, dan ketegasan jika sesuatu terjadi. Untuk itulah saya coba memastikan supaya dalam hal ini tidak terburu-buru memberikan sanksi. Alangkah baiknya kalau kita tunggu hasil penyelidikan kepolisian terhadap kasus ini," kata Roy kepada wartawan ditemui usai membuka Forum Ilmiah dan LPTK Cup VI di Sport Hall Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa (25/6) pagi.

Lebih jauh, Roy menyebutkan, dirinya sengaja langsung datang ke Polres Jakarta Selatan untuk menanyakan perkembangan dari penyelidikan. Hal itu juga dilakukannya untuk memastikan, apakah kasus penyerangan itu merupakan murni tindakan kriminal.

Disebutkan Roy, hal itu juga penting sebagai pertimbangan untuk memutuskan pertandingan ulang. "Saya harapkan tidak ada sanksi dulu sebelum ada hasil penyelidikan. Jika kita lihat, secara teknis Persib bisa saja dinyatakan kalah, karena tidak ada di lapangan padahal sudah kick-off. Tapi kita lihat dulu ketidakhadiran itu karena ada force major atau kejadian yang tidak bisa dihindarkan. Saya juga tidak setuju kalau belum apa-apa, sudah di-judge jika pelaku merupakan The Jakmania sehingga Persija yang kena sanksi, sebelum ada oknum atau pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka," ungkapnya.

Menurut Roy, saat ini pihak kepolisian telah memeriksa 6 orang saksi yang saat kejadian ada di sekitar TKP. Disebutkannya, saksi terdiri atas satpam dan petugas parkir Hotel Kartika Chandra. Meski begitu, dikatakan Roy, belum ada tersangka yang ditetapkan sebagai pelaku penyerangan.

"Sebagai Menpora saya tidak intervensi tapi mari kita kawal kasus ini supaya tuntas. Dalam hal ini saya ingatkan kembali, tolong bedakan antara kriminalisasi yang terjadi dalam peristiwa ini dengan sportivitas olahraganya," tegas Roy.

Pertemukan suporter

Untuk menyelesaikan masalah ini, Roy mengatakan, pihaknya akan mempertemukan suporter kedua tim beserta pengurus klub dalam hal ini manajer tim. Awalnya, kata Roy, pertemuan akan dilakukan, kemarin. Namun karena Persib ada di Pekanbaru untuk menjalani pertandingan, maka pertemuan diundur.

"Rencananya besok (hari ini, red) kita akan melakukan pertemuan dengan pihak Persib dan Persija Jakarta di kantor Menpora Jakarta," ungkapnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Rencana ulang Persija-Persib haram kecolongan

25 June 2013
PT Liga Indonesia (Liga) akhirnya berkeputusan untuk menjadwal ulang laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung menjadi 28 Agustus mendatang. Selain penjadwalan ulang, kasus yang terjadi diantara kedua klub, juga dibawa ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Seperti yang diketahui bersama laga kandang Persija kontra Maung Bandung, julukan Persib, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (22/6), batal digelar. Persib memutuskan meninggalkan Jakarta, setelah bus yang ditumpangi Sergio van Dijk dkk diserang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.
Melihat adanya pelanggaran hukum yang ada didalamnya. CEO Liga, Joko Driyono, menjelaskan, jika kasus ini pun akan dibawa ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Dalam waktu yang belum bisa ditentukan, Komdis pun akan mengeluarkan keputusana kepada kedua klub. Dan keputusan Komdis juga, akan memberikan pengaruh bagi status laga dan bagi Persija dan Persib sendiri.
“Liga telah mengambil keputusan jika laga Persija versus Persib akan dijadwal ulang ke tanggal 28 Agustus mendatang. Selain itu, keputusan kedua yang diambil adalah, kasus insiden kemarin berindikasi ada pelanggaran disiplin dan akan diteruskan ke Komisi Disiplin PSSI untuk disidangkan,” ungkap Joko di Kantor PSSI, Jakarta, kemarin.
“Jika Komisi Disiplin memutuskan lain, maka penjadwalan ulang bisa dianggap tidak sah dan bisa juga dianggap akan ada pengungkapan keputusan baru soal laga tersebut. Itulah keputusan yang sudah diambil oleh PT Liga Indonesia saat ini,” sambung Jokdri, sapaan akran Joko Driyono.
Joko sendiri tidak mau bicara lebih jauh soal apa yang akan diputuskan oleh Komdis. Akan tetapi jika ada pelanggaran disiplin yang terasosiasi dengan salah satu klub karena apa yang dilakukan oleh fanas, makan klub itulah yang akan menanggung hukuman dari Komdis itu sendiri.
“Biarkan Komdis melakukan telaah tentang ini. Oleh karenanya biarkan proses ini berlangsung. Mudah-mudahan saja Komdis bisa memutuskan paling lambat tujuh hari dari 28 Agustus. Tapi mudah-mudahan juga,  minggu depan sudah ada keputusan soal keputusan Persija dan Persib,” jelas Joko.
Untuk lokasi penjadwalan ulang tersebut akan dilakukan, Joko menyatakan akan berkordinasi dengan Persija. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga Liga yang akan ambil kendali soal penentuan tempat digelarnya pertandingan tersebut. Dan opsi laga ulangan Persija kontra Persib  akan digelar di luar Jakarta pun, masih mungkin terjadi.
“Tempatnya akan dibicarakan antara Liga dan Persija. Bisa saja opsinya akan diambil alih oleh Liga. Dan akan ada potensi yang kemungkinan tidak bisa dihindarkan lagi, sehingga ada opsi misalkan pertandingan dilakukan di luar jakarta dengan status tanpa penonton.itu akan dibicarakan dalam waktu yang secepat-cepatnya,” tutup Joko.

Sumber: BolaIndo
By: Fikri
Read more >>

Akibat Kembang Api, Persib Didenda Rp 20 Juta

29 May 2013
BANDUNG, TRIBUN - Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persib Bandung dihukum denda oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Ini karena ada penonton yang menyalakan kembang api dan petasan serta mengarahkannya ke lapangan saat Maung Bandung menjamu Persela Lamongan. Laga ini digelar di Stadion Si Jalak Harupat pada 12 Mei. Dalam pertandingan pertama di putaran kedua tersebut, Maung Bandung menang dengan skor 3-1.

Komdis PSSI menggelar rapat pada Rabu (22/5) di Sekretariat PSSI Senayan, Jakarta. Berikut keputusan Komdis PSSI yang dimuat di laman pssi.or.id:
"Panpel Persib Bandung, Penonton Persib Bandung terbukti bertingkahlaku buruk membakar kembang api dan petasan yang mengarah ke lapangan pertandingan dihukum denda sebesar Rp 20.000.000 (ISL : Persib Bandung vs Persela Lamongan, tanggal 12 Mei 2013)"

Sekretaris Panpel Persib Budhi Bram Rachman menuturkan pihaknya belum menerima surat keputusan dari Komdis PSSI. "Saya belum melihat surat itu," kata Budhi Bram melalui pesan singkat, Rabu (29/5). Karenanya, Panpel Persib menunggu surat resmi mengenai hal ini untuk mengambil langkah selanjutnya.

Ia berharap, hal ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Sehingga ke depannya, tak ada lagi hal-hal yang merugikan Maung Bandung.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Persib Disanksi, Ayi Beutik Tantang PSSI

Jika alasan Komdis PSSI menjatuhkan sanksi untuk Persib karena bobotoh menyalakan petasan dan kembang api, hal itu juga dilakukan pendukung klub lainnya.
Pentolan Viking Persib Club, Ayi Beutik, menyatakan sebenarnya tidak hanya supporter Persib saja yang melakukan pembakaran petasan dan kembang api ketika sedang mendukung tim kesayangannya bertanding. Pendukung klub lain pun kerap melakukan hal tersebut, saat memberikan dukungan pada klub usungannya.
“Di luar negeri juga tidak apa-apa, semua supporter klub di Indonesia melakukan seperti itu, kenapa cuma Persib yang diberi sanksi. Apakah karena Persib klub yang kaya,” tegasnya.
Lebih lanjut Ayi pun berharap, ada langkah nyata dari pihak PSSI untuk memberikan pengetahuan mengenai sikap supporter ketika berada di dalam stadion, dengan cara turun langsung ke lapangan menjumpai setiap suporter klub peserta liga Indonesia.
“Silahkan saya tantang PSSI untuk memberikan pendidikan kepada setiap supporter,” tandasnya.

Sumber: BolaIndo
By: Fikri
Read more >>

Atep Menilai Sanksi PSSI Tidak Tepat

22 January 2013
KAPTEN tim Persib Bandung, Atep terancam sanksi dari PSSI lantaran tidak memenuhi panggilan timnas Indonesia hingga batas akhir yang ditentukan, yakni 17 Januari silam.

Sebelumnya tiga pilar andalan Persib Bandung, Atep, Muhammad Ridwan, dan I Made Wirawan mendapat panggilan untuk memperkuat timnas. Sanksi berupa enam bulan larangan merumput di kompetisi atau denda Rp 100 juta, menanti ketiga pemain tersebut. Mereka tidak memenuhi panggilan dan bergabung dengan pemain lainnya di Medan, Sumatra Utara untuk mengikuti training camp (TC) di bawah kendali pelatih Nil Maizar.

Menyikapi hal itu, Atep menilai, sanksi tersebut tidak tepat. Sebab semua keputusan ada di pihak klub, apakah memperbolehkan pemainnya bergabung bersama timnas atau tidak.

"Soal timnas, saya serahkan sepenuhnya pada manajemen. Secara personal, kita tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena semua tergantung dari klub. Untuk hukuman dari PSSI, yang memberikan sanksi kepada pemain saya rasa tidak tepat. Soalnya kita sebagai pemain sudah menyerahkan semuanya pada klub. Jadi kalau klub mengizinkan kita berangkat, kalau tidak ya kita tinggal," ujar Atep kepada wartawan di Mes Persib, Senin (21/1) siang.

Seperti diketahui, dalam waktu dekat timnas Indonesia akan menghadapi partai perdana babak prakualifikasi Piala Asia 2015 kontra Irak pada 2 Februari mendatang. Untuk menghadapi partai berat tersebut, tim "Merah Putih" terus mematangkan diri. Bahkan sudah melakoni laga uji coba menghadapi tim promosi Indonesian Primier League (IPL) 2013, Pro Duta.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Umuh Persilakan Pemain Persib Perkuat Timnas

6 January 2013
BANDUNG, (PRLM).- Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar akan mempersilakan para punggawa "Maung Bandung" untuk memperkuat tim nasional (timnas) Indonesia. Hal itu sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah Indonesia yang sedang berusaha mewujudkan pembentukan timnas yang akan diperkuat para pemain dari LSI dan LPI.
Umuh mengatakan, penyatuan timnas adalah langkah yang bagus untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Indonesia. Jika hal tersebut didukung oleh semua klub terbaik tanah air, Indonesia akan bisa bangkit pada pra kualifikasi Piala Asia dan SEA Games mendatang.
"Ya saya pasti mendukung penyatuan timnas itu, rakyat Indonesia pastinya ingin melihat timnas sepak bola dihuni para pemain terbaik. Jika penyatuan tersebut direalisasikan, tidak ada alasan bagi pemain Persib yang dipanggil untuk tidak memperkuat timnas," ujar Umuh saat ditemui di Lapangan Pusdik Pom, Cimahi, beberapa waktu lalu.
Manajer berusia 65 tahun itu menegaskan, manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) akan meminta kepastian soal penyatuan timnas terlebih dahulu sebelum memberikan pemainnya. Umuh juga menyarankan, sebaiknya KPSI dan PSSI sama-sama memenuhi tiga persyaratan yang dipinta pemerintah jika ingin mendapatkan izin keramaian penyelenggaraan LSI dan LPI.
Langkah penyatuan timnas ini diinisiasi pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora). Pejabat sementara Menpora Agung Laksono memngajukan tiga syarat, yakni penyelenggaraan LSI dan LPI harus berada dalam program penyatuan liga, KPSI dan PSSI harus memberikan izin para pemainnya untuk memperkuat timnas, dan setiap klub harus terlebih dahulu menyelesaikan kewajiban tunggakan gaji pemain sebelum liga digelar.
"Pemain juga akan bangga untuk memperkuat timnas, itu adalah karir tertinggi bagi mereka. Selain prestasi penghargaan dari masyarakat juga akan datang kepada pemain. Kami tidak ingin menghalangi karir pemain," tutur Umuh.
Seperti diketahui, tiga punggawa "Maung Bandung" yakni gelandang serang Atep dan M. Ridwan serta kiper I Made Wirawan dipanggil timnas bentukan PSSI yang dibesut Nil Maizar. Umuh menegaskan, formulasi pelatih timnas juga harus dipertimbangkan dengan lebih matang lagi. "Kalau perlu membentuk timnas yang baru, dengan pelatih baru. Itu supaya netral, kedua kubu tidak lagi saling merasa paling berhak," pungkasnya.

Sumber: PR
By: Fikri
Read more >>

Hilman: Syarat Persib Wajar

3 January 2013
BANDUNG, TRIBUN - Syarat yang diajukan Persib Bandung untuk kembali ke pangkuan PSSI dan berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI) dianggap wajar. Pasalnya, Persib  memiliki daya tawar besar untuk itu. 

"Menurut saya, itu sangat logis dan wajar. Tidak hanya untuk Persib, malah setiap klub harus bisa menjadikan itu daya tawar kepada penyelenggara kompetisi maupun induk organisasi, bahwa kompetisi itu harus benar-benar kompetitif," kata pengamat sepak bola yang juga mantan Sekretaris Persib, Hilman Purakusuma, kepada Tribun melalui ponselnya, Kamis (3/1).

Sebelumnya, pihak PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) melalui Direktur Marketing M Farhan memberikan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi PSSI.

Menurut Hilman, kondisi sepak bola Tanah Air memang merugikan setiap tim dengan adanya dualisme kompetisi. "Jadi, setiap klub yang memutuskan bermain di salah satu kompetisi, harus memiliki pendirian yang kuat. Jika memilih kembali ke PSSI, pastikan bahwa kompetisinya memang baik dan jika memilih tetap di KPSI, pastikan juga kompetisinya memang benar-benar baik," kata Hilman.

Disinggung mengenai kompetisi yang baik, menurutnya, kompetisi yang baik itu meliputi beberapa hal yang saling berkaitan. "Di antaranya, terlepas dari LSI atau LPI, yang jelas kompetisi itu harus legal, diakui oleh induk organisasi tertinggi dan harus memiliki persaingan yang baik dan kompetitif," katanya.

Dengan sejumlah indikator tersebut, Hilman menjelaskan, jika semua hal yang ia sebutkan tadi tercapai, maka secara otomatis akan menghasilkan output yang bermanfaat bagi klub. "Output dari indikator itu, adanya juara yang bisa berkesinambungan dengan ajang kompetisi yang lebih tinggi dan yang pasti, di era industri sepak bola saat ini, menghasilkan output bisnis yang menguntungkan bagi klub," ujarnya.

Sementara itu, disinggung mengenai kompetisi yang layak, yang pantas diikuti oleh Persib, terlepas dari keyakinan pendapat salah dan benar dari kedua kubu penyelenggara kompetisi, Hilman menilai Persib lebih pantas mengikuti kompetisi yang persaingannya bagus.

"Ini terlepas dari benar dan salah, melihat klub peserta yang ikut, saya pikir Persib layak di LSI karena untuk saat ini, di sana lebih kompetitif," katanya.

Namun demikian, Hilman kembali menegaskan pilihan Persib untuk kembali ke PSSI harus mempertimbangkan faktor dari indikator kompetisi yang baik sehingga menghasilkan output profit oriented bagi klub.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Persib Beri Tantangan Sekaligus Ultimatum Untuk Liga dan PSSI

2 January 2013

JAKARTA, (PRLM).- Persib Bandung memberikan tantangan sekaligus ultimatum bagi PT Liga Indonesia dan PSSI. Siapapun yang bisa memberikan kepastian tercepat akan penyelenggaraan kompetisi profesional musim 2012/2013, maka Maung Bandung akan mengikuti kompetisi tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Direktur PT Persib Bandung Bermartabat Muhammad Farhan saat dihubungi "PRLM", Rabu (2/1/13). Menanggapi adanya kabar Persib akan kembali ke kompetisi Indonesian Premier League (LPI) dan pendaftaran ulang ke PSSI sebagai syarat keikutsertaan klub di LSI atau LPI.
Menurut dia, tidak ada klub yang tidak menginginkan turun di kompetisi yang resmi di bawah PSSI yang berafiliasi ke FIFA, namun, jika hanya ikut dalam kompetisi resmi, namun tidak berujung pada prestasi dan tidak menghasilkan dalam segi bisnis, maka hal itu dinilainya percuma.
"Secara status PSSI memang yang paling benar, namun secara kesiapan kompetisi PT Liga yang paling siap," ujarnya.
Menurut dia, posisi Persib saat ini normatif. Pihaknya mengaku belum bisa menjawab apakah akan pasti kembali ke PSSI atau tidak. Pasalnya jika kembali dengan mendaftarkan ulang ke PSSI, pihaknya menginginkan federasi sepak bola Indonesia tersebut untuk bisa menjawab sejumlah hal yang menjadi persyaratan Persib.
"Jika mendaftar ulang, maka kami diakui. Tapi jika diakui, mengapa Persib tidak diundang dalam kongres Palangkaraya lalu, karena meskipun kita dinyatakan tersanksi beberapa waktu lalu, tapi kami tetap masih anggota PSSI. Lalu, jika tidak mendaftar, ancamannya akan disanksi. Namun, jika kita mendaftar ulang apakah status hukuman yang dijatuhkan Komdis pada 2011 diputihkan? Itu yang tidak ada secara tertulis," imbuh Farhan kemudian.
Kalaupun Persib, kata Farhan, memilih untuk mendaftar ulang pun, pihaknya meminta agar PSSI membebaskan mereka untuk memilih akan bermain di Liga mana pun, karena kini keduanya, ujar dia, telah dinyatakan AFC sebagai liga yang legal di bawah payung PSSI.
Jika pun nantinya mendaftar ulang dan memilih kompetisi di bawah PSSI, Persib masih akan menanyakan lagi kejelasannya, mana jadwal pertandingannya? Sistemnya apa? Lalu ditayangkan di TV apa? Kemudian, bagaimana hitungan bisnisnya?
Ketiga hal itu penting, karena menurut dia, merupakan tanggung jawab Persib terhadap sponsor.
"Persib entitasnya kedua hal yakni bisnis dan prestasi. Jika pun kami akan memilih kompetisi, maka harus bisa menguntungkan secara kedua hal tersebut bagi kami. Karena sejauh ini pun, kami sudah bisa memenuhi semua kewajiban sebagai klub profesional," katanya menjelaskan.
Sumber: PR
By: Fikri
Read more >>

Persib Ajukan 3 Syarat Gabung ke PSSI

BANDUNG, TRIBUN - Direktur Marketing dan Keuangan PT Persib Bandung Bermartabat Muhammad Farhan isyaratkan Persib bisa kembali ke bawah naungan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, dengan beberapa syarat. Hal itu dikemukakan Farhan setelah pihaknya menerima surat konfirmasi pendaftaran ulang peserta PSSI.

"Pertama, ada kepastian jadwal liga, kedua kepastian siapa saja yang mengikuti liga dan ketiga, kepastian media TV mana yang akan menayangkan liga tersebut. Jika ketiga hal tersebut bisa terjawab, tidak menutup kemungkinan Persib akan kembali lagi ke PSSI," kata Farhan kepada Tribun melalui ponselnya, Rabu (2/1/2013).

Menurutnya, ketiga hal tersebut, memiliki peranan dan pengaruh besar terhadap Persib sebagai klub besar.

"Ketiga hal tadi, akan bersinergi terhadap entitas prestasi karena Persib sebagai sebuah klub bermain di sebuah kompetisi yang terbaik. Selain itu, entitas bisnis karena Persib bisa bermain di kompetisi yang bisa hasilkan profit besar bagi Persib,seperti halnya, seperti yang saya sebutkan, stasiun TV mana yang akan menayangkan liga tersebut,," katanya.

Di samping itu, Farhan juga mengatakan bahwa status sanksi kepada Persib yang diberikan komite disiplin PSSI, harus kembali diperjelas. Pasalnya, jika Persib kembali ke PSSI tanpa ada kejelasan status dan keterangan mengenai sanksi tersebut, dicabut atau tidak, itu sama saja seperti jebakan bagi Persib. Terlebih lagi, bergabungnya kembali Persib ke PSSI tanpa adanya pencabutan status tersebut, bisa membuat Persib kembali ke Divisi Utama karena sanksi tersebut.

"Jika Persib kembali ke PSSI, perjelas dulu secara tertulis mengenai sanksi tersebut. Jangan sampai ketika kami sudah bergabung dan sanksi tersebut masih berlaku, lalu tiba-tiba kami harus kembali lagi ke Divisi Utama. Tentunya itu merugikan Persib bukan. Pak Sekjen PSSI bisa saja berkomentar silahkan saja daftar dulu, tapi bagi kami, kami berpatokan pada keterangan tertulis dan resmi, bukan sebatas komentar atau pernyata," ujarnya.

Menurutnya, Persib ini tidak pernah meninggalkan PSSI, meskipun saat ini, Persib bernaung di bawah KPSI. Hanya saja, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut.

"Sebetulnya ini sebuah ajakan komunikasi. Gini looh, sebelum kami ikut serta ke PSSI, ini ada proses administrasi keanggotaan belum terurus dan belum selesai. Seperti misalnya ya soal sanksi tersebut salah satunya. Kami ini tidak pernah tinggalkan PSSI kok, Persib, dan klub lainnya, juga ingin bermain di kompetisi yang diakui FIFA," kata Farhan.

Ia juga kembali menegaskan bahwa selama ini, sama sekali tidak pernah meninggalkan PSSI. "Kami, dan mungkin juga semua klub, hanya ingin bermain di kompetisi yang baik dan terjaga kualitasnya," ujarnya.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Persib Bersedia Fasilitasi Perdamaian PSSI-KPSI

6 November 2012
BANDUNG, TRIBUN - Meskipun Ketua PSSI Johar Arifin hendak melaporkan klub-klub yang tidak mengizinkan pemainnya bergabung di timnas ke AFC, namun manajemen Persib belum menunjukkan sinyalemen akan mengizinkan dua pemainnya, Firman Utina dan I Made Wirawan untuk bergabung di timnas PSSI untuk berlaga di piala AFF.
 
Lantas, hal mendasar apa yang membuat manajemen Persib belum mengizinkan para pemainnya untuk bergabung dengan PSSI. Padahal, surat panggilan sudah dilayangkan oleh PSSI kepada pemain tersebut.
 
Terkait hal itu, Manajer Persib Bandung H Umuh Muhtar mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberi izin pemainnya untuk bergabung.
 
"Ya keputusan untuk mengizinkan tidak hanya ada pada saya, saya harus bicarakan dulu dengan pak Glen Sagita karena bagaimanapun juga, keputusan mengizinkan atau tidak, harus menjadi keputusan kami bersama," kata Umuh, Selasa ( 6/11).
 
Menurutnya, sikap lambannya tersebut bukan bermaksud untuk memelihara konflik ini terus berkelanjutan. Karena, pada dasarnya secara pribadi ia ingin melihat anak asuhnya membela negara.
 
"Bagaimanapun juga, Persib kan bermain di kompetisi KPSI," katanya.
 
Di samping itu, Umuh menjelaskan, pihaknya benar-benar ingin segera konflik dualisme ini segera berakhir. Jika memang sudah berakhir, dirinya pun tidak akan banyak pertimbangan untuk mengizinkan pemainnya bergabung dengan timnas.
 
"Kalau sudah damai mah, kalau perlu saya rekomendasikan dan izinkan semua pemain Persib bermain di timnas," kata Umuh.
 
Karenanya, sebagai klub besar dan bersejarah, pihaknya pun bersedia memediasi konflik tersebut agar segera berakhir. "Sok sini kami mediasi dan fasilitasi untuk segera berdamai di sini di Kota Bandung. Kalau perlu, saya biayai fasilitasnya," kata Umuh.
 
Selain itu, untuk segera mendamaikan konflik dualisme ini, ia juga berharap agar Menteri Pemuda dan Olahraga untuk turun tangan menyelesaikan konflik ini. "Pemerintah melalui Menpora harus turun tangan karena dualisme ini harus segera berakhir," ujarnya.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Firman Utina Fokus Bermain untuk Persib

28 October 2012
BANDUNG, (PRLM).- Jika PSSI dan KPSI belum berdamai, pemain anyar Persib Bandung, Firman Utina menyatakan tidak akan memperkuat Tim Nasional Indonesia. Menurutnya, konflik dualisme tersebut justru akan membebani dirinya dan tidak mungkin bisa bermain dengan maksimal.
"Jangan tanya soal nasionalisme, semua pemain pasti mau untuk memperkuat timnas. Tapi, jika keadaanya seperti ini, saya memutuskan untuk bermain di klub saja," ujar Firman saat ditemui di Stadion Persib, Jln. Ahmad Yani, Bandung, Minggu (28/10).
Ia menuturkan, jika memang timnas masih merasa membutuhkan seorang pemain, seharusnya mereka melakukannya dengan cara yang baik. Semisal, meminta izin kepada manajemen klub yang sedang diperkuat pemain itu.
"Bukan seperti sekarang, ada pihak-pihak tertentu (dari timnas) yang mendekati saya secara personal. Ada yang menjanjikan sesuatu, bahkan ada juga yang sampai mengancam. Itu kan tidak baik, karena akan semakin memperuncing keadaan (dualisme)," kata pemain terbaik Piala Indonesia 2005 itu.
Firman menambahkan, yang terpenting bagi seorang pemain adalah mendapat kenyamanan saat bermain. Sekarang, ucapnya, dia tidak mungkin bisa bermain fokus karena pasti ada tekanan dari kedua belah pihak (klub dan timnas) jika dia harus menerima panggilan tim nasional yang akan berlaga di AFC 2012 mendatang.
"Pikiran saya pasti akan terkotak-kotak. Daripada saya tidak bisa bermain dengan fokus, lebih baik tidak saja. Sekarang saya fokus saja bermain untuk Persib dan mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik" ucapnya.
Seperti diketahui, manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) melalui manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar menegaskan tidak akan memberikan izin kepada Firman Utina untuk memperkuat tim nasional yang dibesut Nil Maizar. Alasannya, Umuh sangat berharap PSSI dan KPSI berdamai terlebih dahulu. Jika itu sudah terjadi, Umuh mengaku dengan senang hati pasti memberikan izin kepada semua pemain "Maung Bandung" yang dipanggil tim nasional Indonesia.
Lebih lanjut, Firman menyatakan dualisme yang tidak kunjung selesai, akan sangat merugikan tim nasional Indonesia. Pasalnya, banyak sejumlah pemain berkualitas yang akhirnya tidak bisa memperkuat timnas karena terbentur perizinan klub yang dibelanya.
"Dengan keadaan seperti ini, sebetulnya pemainlah yang menjadi korban. Kami mendapat tekanan dari semua pihak yang memiliki kepentingan. Profesionalisme kami pun sering dipertanyakan. Padahal semua itu tidak seharusnya terjadi kepada kami," ujar pemain yang terakhir kali membela timnas pada Piala AFF 2010 itu.

Sumber: PR
By: Fikri
Read more >>

PSSI: Timnas Indonesia Tak Butuh Firman Utina!

23 October 2012

Menanggapi penolakan Persib Bandung yang melarang Firman Utina untuk memperkuat Timnas Indonesia asuhan Nil Maizar, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin pun bersikap keras. Deputi Sekjen PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Mukadar, menegaskan, Timnas Indonesia PSSI tak butuh Firman Utina!
“Memangnya pemain hanya Firman Utina?! Bagi kami, dengan atau tanpa dia, (Timnas Indonesia PSSI) masih bisa jalan!” tukas Saleh Mukadar di Jakarta belum lama ini.
Lebih lanjut Saleh Mukadar mengatakan, jika Persib atau klub manapun melarang pemainnya bergabung dengan Timnas Indonesia PSSI, maka klub yang bersangkutan harus siap menerima hukuman. Ancaman sanksi juga akan diberlakukan bagi pemain yang dipanggil namun tak mau bergabung.
”Hanya saja, perlu jadi perhatian mengenai konsekuensi hukum jika klub tersebut tidak mengizinkan pemainnya. Konsekuensi juga berlaku bagi pemain yang menolak bergabung,” ancam Saleh Mukadar.
Saleh Mukadar mengingatkan kepada semua pihak bahwa hanya PSSI yang berhak mengelola timnas, termasuk dalam urusan memilih pemain dan menentukan pelatih. Apalagi, lanjutnya, Timnas Indonesia yang diakui adalah timnas bentukan PSSI yang dibesut oleh Nil Maizar.
“Keputusan di Kuala Lumpur kemarin sudah jelas. Timnas yang diakui itu Timnas PSSI versi Nil Maizar dan untuk perekrutan pemain, kedua kubu sudah sepakat, akan dilakukan harmonisasi. Jadi sudah jelas tidak ada alasan lagi bagi setiap klub untuk tidak mengizinkan pemainnya bergabung dengan timnas,” tandasnya.
Apa yang disampaikan oleh Saleh Mukadar mendapat dukungan dari rekannya di PSSI, yakni Bob Hippy. Koordinator Timnas Indonesia PSSI itu meminta kepada klub untuk mengizinkan pemainnya ke timnas. Jika tidak, sanksi sudah menanti.
“Aturannya sudah jelas, bagaimana hasil JC di Kuala Lumpur kemarin. Jika tidak mengizinkan, klub dan pemain terkena sanksi. Jadi saya harap setiap klub secepatnya memberikan keputusan. Soalnya waktunya sudah mepet,” kata Bob Hippy.
Sumber: BolaIndo
By: Fikri
Read more >>

Firman Dipanggil PSSI, Persib Tunggu Sikap JC

21 October 2012
Bola.net - Persib Bandung tidak akan menelan mentah-mentah surat salinan dari PSSI terkait pemanggilan pemainnya, Firman Utina.

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengatakan, dirinya tidak akan melepas pemainnya Firman Utina ke Timnas Indonesia asuhan Nil Maizar pada Piala AFF November mendatang jika Joint Committee (JC) belum menemukan kesepakatan yang jelas untuk menyelesaikan perseteruan dua pihak yakni PSSI dan KPSI.

“Untuk sementara ini, tidak akan memberikan izin dulu. Setelah JC dari kedua belah pihak menandatangani kesepakatan, saya akan serahkan pemain Persib yang di panggil Timnas,” tegas Umuh saat ditemui wartawan di Stadion Galuh, Ciamis, Sabtu (20/10).

Menurutnya, untuk urusan Timnas kali ini sangat rumit. Persib bersedia memberikan para pemainnya membela Timnas jika urusan perseteruan menemukan kata damai. “Bahkan, kalau semua pemain Persib mau di ambil saya serahkan semuanya,” ucap Umuh.

Ia berharap dualisme sepak bola nasional bisa diselesaikan dengan baik dan bukan menjadi penghalang bagi pemain demi membela negara.

“Saya berharap masalah ini bisa cepat selesai. Mau IPL atau ISL harus bersama-sama untuk memajukan sepak bola Indonesia,” tandasnya.
Read more >>

Persib Akan Tanggapi Surat PSSI

20 October 2012
Upaya Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengirimkan surat salinan hasil rapat Konfederasi Sepak bola Asia Tenggara (AFF) di Yangon, Myanmar, Minggu (14/10/2012), mendapat tanggapan dari Persib Bandung.
Melalui Manajer Officer Persib, Irfan Suriatmaja, kubu “Maung Bandung” akan merespon surat tersebut apabila benar bahwa AFF menginginkan tim Indonesia yang akan bermain di Piala AFF 2012 adalah tim yang mendapat rekomendasi PSSI.
“Sampai saat ini, kami belum mendapatkan surat salinan tersebut dari PSSI. Tetapi, jika memang benar ada surat tersebut, tentu kami akan melihat terlebih dahulu suratnya dan membahasnya dalam internal klub Persib Bandung,” jelas Irfan kepada wartawan.
Irfan melanjutkan, Persib belum bisa memberi kepastian apakah mengizinkan Firman Utina dan I Made Wirawan untuk membela timnas atau tidak. Segala keputusan terkait hal itu, tetap berada di tangan manajemen klub.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz, menjelaskan PSSI akan mengirimkan surat salinan rapat AFF kepada klub-klub yang pemainnya dipanggil ke timnas Indonesia.
Namun saat ini, hanya pemain-pemain yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) yang sudah memperkuat timnas Indonesia. Beberapa pemain dari Indonesia Super League (ISL) dan yang berlaga di CS Vise, Belgia, belum satupun yang memenuhi panggilan timnas Indonesia.

Sumber: BolaIndo
By: Fikri
Read more >>

Persib Bandung Ajukan Syarat ke PSSI

17 October 2012
Bola.net - Persib Bandung memberikan persyaratan kepada PSSI jika tetap berniat memanggil para pemainnya mengikuti training centre (TC) Timnas Indonesia senior.

Klub berjuluk Maung Bandung tersebut, secara tegas meminta supaya PSSI mengirimkan surat pemanggilan resmi. Pasalnya, pelatih Timnas, Nil Maizar, memiliki keinginan kuat supaya PSSI memanggil beberapa pemain Persib seperti Firman UtinaMuhammad Ridwan, dan I Made Wirawan.

"Kami siap melepas pemain ke Timnas dengan catatan PSSI harus memanggilnya secara resmi melalui surat," tutur Manajer Persib, Umuh Muchtar.

Dikatakan Umuh, sejauh ini pemanggilan pemain Timnas yang dilakukan PSSI hanya sebatas melalui telepon. Itu sebabnya, Umuh menyarankan supaya dilakukan secara formal dan legal.

Persyaratan lain yang diajukan Umuh yakni, sebelum mengeluarkan surat panggilan, PSSI juga harus melibatkan Joint Committee. Sebab, hal tersebut telah diputuskan dalam rapat bersama AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, 20 September lalu. Selain itu, Umuh berpandangan jika JC memiliki tugas untuk melakukan harmonisasi terhadap Timnas.

"Namun, pemanggilan pemain harus didahului dengan kesepakatan soal pelatih Timnas. Jika memang tawaran ini tidak menarik, ekstrimnya kedua Timnas diadu, lalu, pemenangnya berhak tampil di Piala AFF," tegasnya.


Read more >>
 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger