21 March 2011
BLK. FACTORY,(GM)-
Meski sempat diwarnai sejumlah insiden saat bertanding melawan Persija, Persib Bandung berharap tidak ada sanksi dari Polres Bandung dan bisa kembali menggunakan Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung untuk laga-laga berikutnya. Pasalnya Stadion Si Jalak Harupat merupakan satu-satunya tempat yang representatif untuk Persib.
"Kami berharap Persib tetap bisa diizinkan untuk main di Stadion Si Jalak Harupat. Karena Stadion Siliwangi memang tidak lagi representatif bagi Persib," kata Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muhtar kepada "GM", Minggu (20/3) seraya menambahkan, Persib kembali akan merumput melawan Persiwa Wamena, Kamis (24/3) mendatang. Diharapkan partai ini bisa digelar di Stadion Si Jalak Harupat Soreang.
Menurut Umuh, dengan jumlah penonton yang selalu membeludak, Stadion Siliwangi sulit untuk menampung seluruh animo bobotoh. Selain itu, kondisi lapangan Stadion Si Jalak Harupat memang lebih baik dibandingkan Stadion Siliwangi. "Jadi kita sangat berharap Persib bisa main di Stadion Si Jalak Harupat," harap Umuh.
Sementara itu, Kepala Polres Bandung, AKBP Hendro Pandowo mengaku kecewa dengan masih terjadinya insiden perusakan yang dilakukan sejumlah oknum bobotoh. Terutama saat bus rombongan Persija Jakarta ditimpuki hingga pecah seluruh kacanya.
"Seharusnya hal itu tidak dilakukan oleh bobotoh. Jika mengaku cinta Persib, bobotoh jangan sampai bertindak merugikan tim," tegasnya.
Kendati demikian, Hendro cukup memberikan apresiasi kepada para bobotoh yang bisa bersikap fair dan bisa menerima hasil yang diperoleh Persib. "Untuk posisi kalah, perilaku bobotoh lumayan. Namun harus kembali ditingkatkan dan harus bisa lebih menahan diri lagi," kata Hendro.
Untuk itu, menurut Hendro, Polres Bandung masih membuka peluang bagi Persib jika memang akan kembali berlaga di Stadion Si Jalak Harupat. "Kalau bobotoh bisa bertindak lebih tertib lagi, kita pasti akan memberikan izin pertandingan," tuturnya. (B.98)**
Sumber: Galamedia
By: BP
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment