Ajat, "Pertahanan Persib Tak Ada Perbaikan"

21 March 2011 STD. SILIWANGI,(GM)-
Lini belakang yang kerap menjadi "penyakit" menunjukkan bahwa Persib Bandung tidak pernah mau belajar dari pengalaman. Persib tidak pernah melakukan evaluasi dengan baik dan memperbaikinya dengan "obat" yang tepat.

Demikian pendapat yang dilontarkan sejumlah mantan pemain Persib atas kekalahan "Maung Bandung" dari Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung, Jumat (18/3) lalu.

"Kesalahan di lini belakang bukan saat melawan Persija saja. Itu sudah sering terjadi dan bukan untuk musim ini saja. Tetapi ternyata masih saja terjadi. Itu menunjukkan evaluasi tidak dijalankan dengan benar. Padahal kalau evaluasi dilakukan secara cermat, tentu tidak akan sering terulang," ujar mantan pemain Persib Bandung, Bambang Sukowiyono di sela-sela pertandingan persahabatan tim Jabar melawan De Jong Indonesia di Stadion Siliwangi, Minggu (20/3).

Menurut Sukowiyono, kehadiran Abanda Herman di lini belakang juga ternyata belum memberikan dampak besar, tetapi baru memberikan dampak sesaat. Abanda masih belum bisa mengoordinasikan lini belakang dengan cukup baik.

"Saat melawan Pelita Jaya, Abanda memang tambil bagus. Tetapi setelah itu, Persib kembali lagi pada masalah sebelumnya," katanya.

Legenda Persib Bandung lainnya, Ajat Sudrajat mengungkapkan, buruknya lini pertahanan merupakan bukti tidak adanya perbaikan yang dilakukan Persib selama ini. Persib selalu tidak mampu mengantisipasi bola-bola crossing dari lawan dan itu selalu menjadi hal yang diincar lawan.

"Gol ke gawang Persib, hampir selalu bola crossing. Dan itu tidak pernah diperbaiki. Bahkan pemain sekelas timnas Indonesia pun selalu melakukan kesalahan yang sama," katanya.

Menurut Ajat, ini juga merupakan bukti Robby Darwis sebagai asisten pelatih belum bisa menularkan ilmunya dengan baik. "Robby itu legenda pemain belakang Persib. Saat itu sulit pemain lawan melewatinya. Tetapi itu ternyata tidak ditularkan ke pemain asuhannya," tegas Ajat.

Sementara menurut mantan pemain Persib lainnya Mustika Hadi, kesalahan yang berulang-ulang menunjukkan tidak adanya koordinasi antarunit di tubuh Persib. Karena jika koordinasi antarunit bejalan dengan baik, Persib tidak mungkin terus mengulangi kesalahan yang sama.

"Kesalahannya selalu itu-itu saja. Ini sudah menjadi penyakit," tukasnya. (B.98)**

Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger