PERSIB PERTAHANKAN TRADISI

17 January 2011

BONTANG, (PR).-
Persib Bandung berhasil mempertahankan tradisi menang di kandang Bontang FC. Eka Ramdani dkk. menang tipis 1-0 pada pertandingan melawan Bontang FC di Stadion Mulawarman, Kompleks Pupuk Kaltim, Bontang, Minggu (16/1). Gol semata wayang tersebut diciptakan Cristian Gonzales pada menit ke-80.

Kemenangan tandang pertama pada musim ini, belum berhasil mendongkrak posisi Persib pada klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI). Persib saat ini masih bertengger di posisi ke-14 dengan raihan 7 poin.

Menanggapi hal tersebut, Pelatih Persib Bandung Daniel Roekito menyatakan tetap merasa bersyukur dengan kemenangan tersebut. "Saya salut mereka sudah berjuang keras. Setidaknya, dengan kemenangan ini kami berhasil menambah poin," katanya kepada wartawan, termasuk wartawan Pikiran Rakyat Novianti Nurulliah dan Andri Gurnita, Minggu (16/1).

Meskipun demikian, Daniel mengakui ada kekurangan pada tim besutannya tersebut. Menurut dia, anak asuhnya bermain terlalu tergesa-gesa dan kurang disiplin sehingga banyak passing yang meleset.

"Mereka terburu-buru ingin mencetak gol, sedangkan lawan bermain menekan sehingga kami cukup kesulitan," ujar mantan pelatih Persiba Balikpapan itu.

Daniel juga mengatakan, dilihat dari kekuatan, tim lawan berada di bawah Persib, tetapi para pemain Bontang FC memiliki motivasi yang cukup tinggi.

Daniel menjelaskan, pada babak pertama timnya miskin peluang karena tiga striker yaitu Cristian Gonzales, Hilton Moreira, dan Atep kurang mau bergerak. "Padahal zona bebas banyak untuk mereka melakukan pergerakan. Pada babak kedua, mereka mulai mau bermain terbuka," ujarnya.

Manajer Persib Umuh Muchtar juga mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan yang dicapai timnya. Dia memuji pelatih yang memercayai para pemain muda untuk menjadi starter.

"Mudah-mudahan kemenangan ini menambah kepercayaan diri anak-anak dan meningkatkan mental mereka untuk pertandingan melawan Persisam, Kamis (20/1) nanti," ujarnya.

Sementara itu, pelatih Bontang FC Fachri Husaini mengatakan, kekalahan tersebut diakibatkan strategi yang diterapkannya tidak berjalan dengan baik di lapangan. "Pada babak pertama, kami kurang melakukan tekanan. Kemudian pada babak kedua, kami mulai bermain lebih berani, tetapi anak-anak kehilangan konsentrasi sehingga Persib bisa mencetak gol," katanya.

Selain itu, Fachri menjelaskan alasannya menempatkan Nyeck Nyobe menjadi striker. Padahal, Nyeck biasanya bermain sebagai gelandang bertahan. "Dia produktif, bisa berbuat banyak. Secara postur, juga tinggi," katanya.

Kurang menggigit

Memulai pertandingan, permainan Eka Ramdani dkk. kurang menggigit. Begitu juga serangan tuan rumah Bontang FC tidak cukup membahayakan gawang Cecep Supriyatna. Cristian Gonzales mendapat peluang pada menit ke-18. Mendapat umpan dari Atep, Gonzales yang diapit dua pemain belakang Bontang FC, langsung menyundul bola. Sayangnya, sundulannya kurang akurat dan melebar tipis dari tiang gawang.

Pada menit ke-41, duet Siswanto dan Hilton Moreira juga belum bisa membuahkan hasil bagi Persib. Siswanto yang berada di sayap kanan memberikan umpan matang. Namun, Hilton yang berada tepat di depan gawang tidak bisa memanfaatkan peluang tersebut. Hingga turun minum, kedudukan berakhir imbang tanpa gol.

Jalannya pertandingan tidak berubah pada babak kedua. Persib masih menguasai pertandingan. Pada babak kedua ini, Daniel Roekito melakukan beberapa kali penggantian pemain. Pablo Frances masuk pada menit ke-47 menggantikan Dias Angga. Wildansyah dan Shahril Ishak diturunkan pada menit ke-74 menggantikan Siswanto dan Hariono.

Persib akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-80. Umpan silang yang dilepaskan Eka Ramdani dari sayap kiri, disambut dengan baik oleh sundulan Gonzales. Bola sempat mengenai tangan kiper Bontang FC yang juga mantan kiper Persib, Edi Kurnia. Namun, bola yang ditepis Edi tetap masuk ke gawang. Maung Bandung unggul 1-0.

Pablo Frances hampir menggandakan keunggulan pada menit-menit akhir pertandingan. Namun, bola tendangannya ditepis Edi Kurnia. Hingga peluit akhir pertandingan berbunyi, kedudukan tidak berubah.

Hampir diundur

Pertandingan Persib Bandung melawan Bontang FC di Stadion Mulawarman sebelumnya hampir diundurkan atau dibatalkan. Pasalnya, terjadi mati listrik di stadion. Stadion pun gelap gulita selama dua puluh menit. Padahal saat itu, waktu menuju pertandingan tinggal 45 menit.

Sontak, sekitar 10.000 penonton berteriak. Di antara mereka, ada yang menyalakan kembang api dan layar telefon seluler. Sempat lampu menyala, tetapi saat itu padam kembali dan menambah suasana semakin ramai dengan teriakan, "Woy lampu, lampu. Jadi main tidak?"

Hingga pukul 19.27 WITA lampu stadion belum kunjung menyala. Padahal, saat itu waktunya kedua tim uji coba lapangan. Namun, tepat pukul 19.33 WITA lampu stadion menyala berurutan. Pertama lampu tribun penonton, kemudian diikuti empat pilar lampu utama dari empat sudut stadion.***

Sumber: PR

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger