Rentetan kekalahan yang dialami Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2010/2011 telah melahirkan kekecewaan mendalam. Bukan hanya unsur tim, tapi juga bobotoh dan mantan pemain. Terutama para mantan pemain yang pernah membesarkan nama Persib di kancah sepak bola nasional. Mantan pemain, Adjat Sudrajat misalnya dengan tegas meminta agar manajemen dan orang penting dalam kepengurusan mengambil langkah nyata untuk segera melakukan perbaikan. Evaluasi menyeluruh harus secepatnya dilakukan. "Bahkan sebenarnya tak perlu lagi ada evaluasi, karena dari hasil ini evaluasi sudah harus berjalan. Dan rentetan kekalahan menjadi bukti sebuah kegagalan. Jika tidak ingin lebih buruk lagi perjalanan Persib ke depan, langkah tegas harus diambil manajemen dan orang penting yang berwenang," ujar Adjat yang dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (2/11). Ketika didesak langkah nyata apa yang seharus diambil, Adjat menyoroti pergantian tim pelatih. "Sudah pasti pelatih dan jajarannya harus segera dilengserkan. Waktu sudah sangat mendesak. Kekalahan demi kekalahan memperlihatkan tim pelatih tidak bisa bekerja. Jangankan pelatih baru, tim pelatih yang sudah bekerja dalam beberapa musim pun tidak terlihat kontribusinya. Musim lalu lini belakang dinilai rapuh, harusnya saat ini lebih baik. Tapi nyatanya malah lebih buruk," sambungnya. Sebagai perbandingan kurang baiknya lini belakang, mantan pencetak gol terbanyak di era perserikatan ini menyoroti produktivitas gol yang di-cetak Persib. "Sekarang defisit empat gol cukup mengkhawatirkan bagi sekelas tim yang dihuni banyak pemain timnas. Bahkan diperkuat pemain asing," tegasnya. Bukan hanya pelatih, Adjat menilai pemain juga harus mendapat sorotan. "Kalau melihat kualitas seharusnya pemain Persib tidak tampil seburuk itu. Tapi mental pemain sudah payah sekali. Untuk itu pemain harus diperhatikan secara ekstra. Walaupun pemain itu dianggap bintang, tapi mentalnya sudah jelek, dicadangankan saja hingga mentalnya kembali membaik. Bahkan jika perlu coret, ini demi kebaikan tim. Terutama pemain belakang yang cepat panik, membuang buang bola seenaknya. Wajar jika saat tertekan, ketika tak ada lawan pun membuang bola seenaknya," katanya. Cari akar permasalahan Sementara itu manajer Persib H. Umuh Muchtar mengatakan akan secepatnya melakukan evaluasi. "Evaluasi akan langsung kita laksanakan besok sore sekembalinya dari Pekanbaru. Dalam evaluasi itu, kita akan terlebih dulu mencari penyebab dari semua ini (keterpurukan Persib, red). Seluruh jajaran direksi dan komisaris (PT Persib Bandung Bermartabat) akan kita ajak bicara," katanya ketika dihubungi "GM", Selasa (2/11) malam. Karena evaluasi belum dilaksanakan, Umuh menolak berspekulasi mengenai kemungkinan pergantian pelatih. Sebab, katanya, yang menjadi agenda evaluasi bukan semata kinerja pelatih, tapi kinerja tim secara keseluruhan. "Kita cari dulu kesalahan yang menjadi penyebabnya. Setelah itu, baru kita mencari solusi terbaiknya," kata Umuh. Mulai santernya isu pergantian pelatih ini mencuat usai kekalahan 0-3 Persib dari Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (30/10) lalu. Ketika itu, Umuh yang kecewa berat atas kekalahan tersebut sempat murka dan langsung menunjuk kesalahan strategi pelatih menjadi biang kegagalan Persib. "Hingga sekarang (semalam, red), kita belum memiliki keputusan apa pun tentang masa depan pelatih. Sebaiknya, tunggu saja sampai evaluasi kita laksanakan," kata Umuh. (B.51/B.82)** Sumber: Galamedia By: BP |
Umuh, "Sebaiknya Tunggu Hasil Evaluasi"
3 November 2010
Labels: Adjat Sudrajat, Umuh Muchtar
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment