Langkah Persib Bandung di Liga Super Indonesia (LSI) 2010 2011 semakin memprihatinkan. Setelah dibekap Persija Jakarta tiga gol tanpa balas, kini giliran PSPS Pekanbaru yang membenamkan Persib di papan bawah klasemen sementara, lewat kemenangan 1-0 (0-0) di Stadion Kaharuddin Nasution Pekanbaru, Selasa (2/11) petang. Gol tunggal kemenangan PSPS dicetak Herman Dzumafo Epandi melalui tendangan penalti pada menit 56.
Bagi Persib ini adalah kekalahan keempat yang dialami dari 6 laga yang sudah dimainkannya. Setelah kekalahan dari PSPS, Persib tertahan di peringkat 14 dengan mengumpulkan nilai 4. Nilai yang dikumpulkan Maman Abdurahman dan kawan-kawan sama dengan tiga tim lain yang berada di zona degradasi, yaitu Pelita Jaya Karawang, Persijap Jepara, dan Bontang FC.
Tanpa diperkuat Eka Ramdani dan Nova Arianto, dalam pertandingan yang disiarkan langsung ANTV ini, pelatih Jovo Cuckovic terpaksa melakukan rotasi posisi pemain. Di lini belakang, Baihakki bin Khaizan dipasang sebagai center back bersama Maman Abdurahman. Sedangkan posisi yang biasa ditempati Baihakki di bek kanan diisi Wildansyah yang dalam dua laga sebelumnya ditempatkan di bek kiri. Bek kiri sendiri kali ini diisi Isnan Ali.
Di lini vital, pelatih asal Serbia itu memilih Atep sebagai pemeran pengganti tugas Eka. Shahril Ishak yang pada saat melawan Persija dipercaya mengisi posisi Eka, dikembalikan ke posisinya di sayap kanan. Di sayap kiri, Jovo memilih Airlangga ketimbang Siswanto.
Di awal laga, lini pertahanan Persib langsung mendapatkan tekanan hebat. Dalam lima belas pertama, PSPS tercatat empat kali mengancam gawang Persib yang tetap dikawal Markus Horison Rihihina. Beruntung, peluang yang didapatkan Putut Waringin Jati, M. Isnani dan Herman Dzumafo Epandi bisa dimentahkan.
Kecuali tandukan Pablo Alejandro Frances, memanfaatkan umpan Shahril Ishak pada menit 20, Persib tak memiliki peluang sepanjang babak pertama ini. Hingga turun minum, PSPS pun gagal memanfaatkan sejumlah peluang matang yang didapatkannya.
Hukuman penalti
Memasuki babak kedua, Persib mencoba bangkit. Pada menit 50, peluang pertama didapatkan Cristian Gonzales. Namun tandukannya untuk menyambut umpan Isnan Ali masih melambung.
Petaka buat Persib datang pada menit 55 ketika Baihakki yang mencoba menghadang pergerakan pemain PSPS justru menyentuh bola tendangan lawan dengan tangannya di dalam kotak penalti. Tanpa ragu wasit Maslah Ikhsan dari Asahan, Sumatra Utara menunjuk titik putih. Meski sejumlah pemain Persib sempat memprotesnya, wasit bergeming. Herman Dzumafo Epandi yang dipercaya menjadi eksekutor bisa mengecoh Markus.
Tertinggal 0-1, Jovo mencoba meningkatkan penyerangan dengan memasukkan Siswanto, Rachmat Afandi, dan Gilang Angga Kusumah menggantikan Airlangga, Pablo Frances, dan Wildansyah. Kesempatan menyamakan kedudukan sempat didapatkan Hariono pada menit 75, Siswanto menit 79, dan Shahril pada menit 82. Namun ketiga peluang Persib itu tak berbuah gol sehingga Persib harus mengakui kemenangan PSPS.
Umuh emosional
Kekalahan ketiga secara beruntun ini membuat Manajer Persib, H. Umuh Muchtar kembali harus menelan kekecewaan. Kali ini Umuh menimpakan kekecewaannya pada keputusan wasit yang menghukum Persib dengan tendangan penalti pada menit 55. Melalui corong RRI Bandung yang menyiarkan laporan pandangan mata secara langsung dari Pekanbaru, Umuh menuding adanya unsur kesengajaan wasit dalam memberikan hukuman penalti.
"Mau dibawa ke mana sepak bola Indonesia. PSSI benar-benar harus berbenah. Kepemimpinan wasit kita sangat buruk. Setelah babak pertama memang ada rumor jika tuan rumah akan diberi hadiah penalti dan benar saja terjadi. Anda bisa menilai sendiri, mungkin jutaan pasang mata lainnya bisa menyaksikan melalui layar kaca, yang terjadi hanyalah perebutan bola dan wasit seharusnya tidak menunjuk titik putih," sambungnya. (B.82)**
Sumber: Galamedia
By: BP
0 comments:
Post a Comment