GELANDANG Persib Hariono gagal menembus kawalan dua pemain PSPS pada pertandingan Liga Super Indonesia di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Selasa (2/11). Persib dikalahkan tuan rumah PSPS dengan skor 0-1.* ANDRI GURNITA/"PR"
PEKANBARU, (PR).-
Kubu Persib melakukan protes terhadap wasit Maslan Ikhsan yang memimpin pertandingan PSPS melawan Persib pada Kompetisi Liga Super Indonesia 2010-2011, di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Riau, Selasa (2/11). Pertandingan berakhir 1-0 untuk PSPS melalui gol penalti Dzumafo Epandi Herman pada menit ke-56. Protes dilakukan seusai pertandingan.
Para pemain Persib terlihat menghampiri wasit, hingga pihak keamanan pun turun tangan. Kedua belah pihak yang berseteru akhirnya dikawal hingga memasuki ruangan ganti.
Wartawan Pikiran Rakyat Novianti Nurulliah dan Andri Gurnita melaporkan, Manajer Persib Umuh Muchtar saat itu terlihat emosi ketika aparat keamanan dan ofisial PSPS mengarahkannya hingga ke ruang ganti. Setelah suasana mereda, Umuh mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit yang terkesan memberikan peluang penalti terhadap tuan rumah.
"Kalah seperti kemarin (Persija) saya masih menerima karena tidak ada faktor wasit. Kalau pada kekalahan ini jelas kami dizalimi. Di televisi jelas terekam tidak terjadi pelanggaran tetapi wasit memberikan penalti," tutur Umuh.
Seusai pertandingan, Umuh mengakui banyak yang menginformasikan kepadanya bahwa pemain Persib Baihakki bin Khaizan tidak melakukan handsball. Tayangan tersebut bahkan diulang-ulang antv, tetapi wasit memutuskan untuk menghadiahi PSPS tendangan penalti yang tidak bisa dihalau Markus. "Saya benar-benar marah, padahal anak-anak sudah berjuang keras dan bermain baik, tetapi kami benar-benar dirugikan," ucapnya.
Namun, Umuh tidak akan mengadukan kinerja wasit ini kepada PSSI karena dinilainya percuma. Menurut dia, PSSI harus introspeksi. "Kalah menang, kami akan tetap melakukan evaluasi menyeluruh," katanya.
Ditemui secara terpisah, Baihakki Khaizan yang dinilai melakukan pelanggaran mengakui bola saat itu melintasi bahu kanannya. Sementara itu, posisi wasit tidak begitu memperhatikan bola. "Waktu itu wasit membelakangi saya, tetapi entah kenapa dia menyatakan handsball dan memberikan tendangan penalti," katanya yang ditemui di ruang ganti pemain.
Dari segi permainan, Pelatih Persib Jovo Cuckovic menilai anak asuhnya bertanding tidak begitu jelek, tetapi banyak melakukan kesalahan ditambah dengan kepemimpinan wasit yang tidak adil. "Saya tidak tahu kenapa wasit memberikan penalti. Seperti biasa, konsentrasi pemain menjadi turun," ucapnya.
Menurut dia, anak asuhnya belum fasih menjalankan formasi sepak bola modern 4-4-2. Selain itu, kata dia, lapangan Kaharuddin Nasution saat itu tidak mendukung laju pergerakan si kulit bundar.
Sementara itu, Pelatih PSPS Abdurrahman Gurning mengaku bersyukur atas kemenangan anak asuhnya meskipun diraih melalui gol tunggal tendangan penalti. "Memang penyelesaian akhir kami buruk karena terkait dengan kelelahan. Otak dan kaki beda jadi enggak nyambung," katanya.
Ia menuturkan, lini depan masih lemah. Hadirnya M. Isnaini pada line-up sebelas pemain merupakan hal yang dipaksakan. Pasalnya, kondisi penyerang senior itu tidak begitu fit. "Saya langsung menggantinya dengan Victori dan hasilnya tidak mengecewakan. Secara keseluruhan, dalam pertandingan tadi kedua tim sama-sama memiliki mental di bawah dan permainan terlihat lamban," katanya.
Pada babak pertama, tuan rumah mulai menekan Persib, serangan I Putut Waringin Jati dari sektor kiri Persib masih tidak akurat. Tim "Asykar Bertuah" meningkatkan tensi, tendangan gelandang asal Kamerun Patrice Nzekou masih melambung di atas mistar gawang Markus Haris Maulana.
Pada menit ke-6, Markus melakukan dua penyelamatan. Tendangan ke arah gawang yang berasal dari tendangan sudut kiri gelandang PSPS asal Korea Sin Hyun-joon yang diteruskan pemain lain masih bisa ditepis Markus.
Persib mendapatkan kesempatan pada menit ke-8, tetapi tendangan Pablo Frances yang lemah masih bisa dipeluk Dede Sulaeman. Umpan silang dari sektor kanan Persib yang diberikan Shahril Ishak pada Cristian Gonzales pun batal diteruskan ke arah gawang karena terjadi handsball.
PSPS kembali membalas serangan Persib, striker senior M. Isnaini berhasil menerobos pertahanan Persib pada menit ke-14, tetapi bola dapat ditepis Markus.
Awal paruh kedua, mental pemain diuji, setelah Baihakki bin Khaizan melakukan pelanggaran handsball di luar kotak penalti. Wasit Maslan Ikhsan menghadiahi tuan rumah tendangan bebas yang dieksekusi Banaken, tetapi bola melambung di atas gawang Markus.
Selang sepuluh menit kemudian akhirnya PSPS mampu mengungguli Persib melalui tendangan penalti yang dilesakkan Dzumafo. Saat itu, bola mengenai sikut kanan Baihakki yang bergerak seakan menutup bagian perut.
Pada menit ke-72 Rachmat Afandi yang menggantikan Pablo tidak bisa menyamakan kedudukan, bola dari Shahril masih bisa dipeluk Dede. Hariono yang mencoba mengejar ketertinggalan, tendangan kerasnya meleset ke ujung kanan atas gawang Dede pada menit ke-75 setelah menerima umpan dari Sharil. ***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment