BELUM TERBIASA

3 November 2010

PERSIB harus kembali menelan kekalahan ketika dijamu PSPS Pekanbaru di depan ribuan "Asykar Teking" yang memadati Stadion Kaharuddin Nasution pada Liga Super Indonesia 2010-2011, Selasa (2/11). Persib menderita kekalahan beruntun setelah sebelumnya kalah di kandang Persija Jakarta dan di markas Persib sendiri ketika menjamu PSM Makassar. Kini posisi Persib semakin terpuruk ke papan bawah.

Pada laga keenam Persib di Lancang Kuning itu, penampilan Maman Abdurahman dkk. setidaknya lebih baik daripada ketika melawan Persija pekan lalu. Gol yang bersarang di gawang Markus saat itu hanya satu, tidak seperti beberapa pertandingan sebelumnya. Paling banyak, Persib harus kebobolan empat gol.

Selain itu, serangan dari kedua sayap berjalan menurut skenario pelatih. Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak ke kubu "Pangeran Biru". Salah seorang pemain sayap yang terlihat berkontribusi banyak terhadap Persib saat itu, pemain asing Asia Shahril Ishak yang dipercaya kembali menduduki posisi sayap kanan.

Ia begitu aktif memberikan umpan silangnya ke lini depan. Namun, ia belum mampu menghasilkan gol untuk menyamakan kedudukan, bahkan menyusul tuan rumah yang lebih dulu memetik gol lewat tendangan penalti Dzumafo Efandi Herman.

Tendangan penalti tersebut dinilai lelaki 26 tahun itu seharusnya tidak terjadi. Ia sepaham dengan teman-temannya di lapangan, bahwa tidak terjadi pelanggaran yang dilakukan Baihakki bin Khaizan di kotak penalti.

"Sebenarnya kalau tidak ada kejadian tendangan penalti kita bisa seri atau menang. Akan tetapi, saya up-set kepada wasit di sini. Bola datang, Baihakki bukan akan sengaja kena bola," tutur mantan pemain Home United Singapura itu.

Rona kekecewaan saat itu tersirat di wajah Shahril. Ia mengaku tidak habis pikir akan terjadi peristiwa tersebut sehingga timnya harus kalah lagi. " Ya itulah sepak bola, kita enggak tahu apa-apa, tetapi di sini wasitlah yang menentukan," ucap Shahril pasrah.

Meski kalah, kapten Timnas Singapura itu merasa ada sisi positif yang dapat dia ambil dalam pertandingan tersebut. Ia tidak memungkiri dirinya cukup puas dengan performanya dibandingkan dengan ketika melawan Persija.

Sebelumnya, Shahril dinilai memukau pada debut perdananya membela Persib ketika menjamu Persiba Balikpapan, Sabtu (17/10). Kerja samanya dengan Eka Ramdani cukup efektif. Namun ketika Eka absen memperkuat Persib ketika dijamu Persija, performa Shahril terlihat menurun karena ia tidak berada pada zona nyamannya.

"Ada Eka enak bisa tenang. Ya mungkin saya belum terbiasa dengan posisi saya. Padahal di timnas saya suka ditempatkan di kiri, di kanan, maupun di tengah. Sebenarnya dalam tiga pertandingan yang telah saya jalani masih enak cuma belum serasi," tutur mantan pemain yang melesakkan 17 gol untuk Home United musim lalu itu.

Akan tetapi, bagi Shahril, penampilannya saat itu menjadi percuma. Persib tetap kalah. "End of the day kita harus menghadapinya" ucap Sahril menutup percakapan.

Sementara itu, pelatih Persib Jovo Cuckovic mengakui penampilan pemain yang bernomor punggung 17 itu mengalami peningkatan setelah menempati posisinya semula. Menurut Jovo, Shahril memang tidak cocok dipasang untuk bertahan. "Ya dia merupakan pemain yang memiliki teknik yang bagus. Akan tetapi, lapangannya jelek tidak mendukung pergerakan bola sehingga bola sulit dikontrol," kata pelatih asal Serbia itu. (Novianti Nurulliah/"PR") ***

Sumber: PR

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger