TAK INGIN BERMAIN SEMUSIM

7 October 2010

KETIKA musim kompetisi berganti, bagi Rachmat Afandi merupakan suatu sinyal bahwa dirinya ikut pula berhijrah ke tim lain. Terbukti ketika ia memulai debutnya sebagai pemain sepak bola profesional dari tahun 2003 lalu hingga 2010 ini, sudah ada tujuh seragam tim yang kini menggantung di lemari pakaiannya. Ketujuh kostum sepak bola tersebut, yaitu Persija Jakarta (2003), Persebaya (2004), Pelita Jaya (2005), Persibom Bolaang Mongondow (2006), Persikabo Bogor (2007-2008), PSMS Medan (2008-2009), dan Arema Indonesia yang menjulang sebagai juara Liga Super Indonesia 2009-2010 serta runner-up Piala Indonesia 2010.

"Kini di Persib mudah-mudahan bertahan lama karena saya merasa kerasan di sini. Kalau bisa tidak hanya satu musim saja. Akan tetapi tiga hingga empat musim di Persib," ujar striker yang telah menyumbangkan lima gol untuk Arema musim lalu.

Menurut bapak satu putri itu, Persib tidak seperti klub baru baginya. Persib bagaikan tim yang sudah ia huni dalam kurun waktu yang cukup lama. Pasalnya banyak teman-teman lamanya memperkuat Persib. Sebut saja Eka Ramdani, rekanannya ketika membela timnas U-16, Nova Arianto ketika di Persebaya Surabaya, dan Markus Haris Maulana, pemain yang pernah membela PSMS dan Arema bersamanya.

"Jujur, saya betah di Persib, bisa dibilang dengan teman-teman yang ada sekarang ini seperti reunian. Dari awal juga saya sering diceritakan tentang Persib dari Eka ketika timnas U-16, setelah itu ketemu dengan Erik (kini di Persiba-red.) ketika sama-sama membela timnas U-19. Hal itu semakin menguatkan minat saya untuk membela tim ini," kata lelaki kelahiran Jakarta 5 April 1984 itu.

Kini garis takdirnya musim ini mengharuskan dia berlabuh pada tim yang pernah ia permalukan ketika membela Arema Indonesia merebut tiket ke babak final ajang Piala Indonesia 2010 lalu. Saat itu salah satu gol kemenangan Arema atas Persib disumbangkan oleh Rachmat.

"Saya ingin bawa Persib jadi yang terbaik, karena kalau saya jelek di Persib hal itu sama saja dengan membawa-bawa keluarga saya jadi ikut jelek juga," ucapnya.

Dengan nomor punggung 11 yang dia kenakan saat ini, ia berharap dengan tim anyarnya itu lebih banyak mendapatkan peluang untuk menjadi pemain starter bukan hanya menjadi pemain yang kerap duduk di bangku cadangan. Menurut dia, hal itu dikembalikan lagi kepada kepercayaan pelatih kepadanya.

"Sebenarnya jadi pemain starter dan pengganti, keduanya ada rasa yang berbeda. Ketika saya ditugaskan menjadi starter saya fokus pada pertandingan, sedangkan ketika saya jadi pengganti mungkin itu lebih santai. Akan tetapi, saya tetap memilih yang terbaik yaitu menjadi starter," ujar Rachmat yang delapan kali menjadi starter ketika membela Arema musim lalu itu. (Novianti Nurulliah/"PR")***

Sumber: PR

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger