JOVO TERUS TERAPKAN MAIN CEPAT SATU-DUA SENTUHAN
PEMAIN depan Persib Bandung Pablo Frances mengontrol bola dan berlatih umpan pendek bersama para pemain lainnya sambil diawasi Pelatih Jovo Cuckovic di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (6/10). Pelatih Jovo Cuckovic masih fokus pada perbaikan umpan bola cepat dari kaki ke kaki.* ANDRI GURNITA/"PR"
BANDUNG, (PR).-
Semua pemain Persib melakukan pemeriksaan lemak seusai melakukan latihan pagi, Rabu (6/10), di ruang ganti pemain Stadion Siliwangi, Bandung. Pemeriksaan tersebut dilakukan langsung dokter ahli nutrisi tim Persib, dr. Phaidon L. Toruan dengan dibantu asistennya Ivan Rivan Firdaus dan dokter tim Persib dr. Rafi Ghani.
Menggunakan alat ukur bodyfat monitor, satu per satu pemain diukur massa lemak dalam tubuhnya. Selain itu, dilakukan penimbangan berat badan.
Menurut dr. Fai panggilan akrab dr. Phaidon, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat hasil dari program diet yang selama ini diterapkannya kepada pemain. "Dari angka yang kita dapatkan nanti, akan kelihatan apakah pemain melakukan program dietnya dengan baik atau tidak," katanya.
Ia menuturkan, bagi pemain olah raga profesional, massa lemak dalam tubuh harus sekecil mungkin. Sebaliknya, massa otot dalam tubuh harus lebih besar. Misalnya, dia menjelaskan, jika berat badan pemain adalah 70 kilogram, persentase lemak pada tubuhnya adalah sekitar 20 persen, atau 14 kilogram. "Kalau lemaknya dikurangi 5 kilogram, dan ototnya ditambah 5 kilogram maka berat badannya tidak akan berubah. Namun, performa dia di lapangan akan sangat berubah. Hal itulah yang saya lakukan melalui program diet ini," tutur Direktur Sport dan Science Badan Tim Nasional PSSI itu.
Meskipun begitu, dr. Fai mengatakan bahwa alat ukur tersebut memang tidak sepenuhnya akurat. "Terdapat deviasi sekitar tiga persen. Jadi nanti dari data yang kita dapat dari alat ukur itu, tinggal kita kalkulasikan saja," katanya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, pemain yang memiliki masa lemak paling tinggi adalah Isnan Ali yaitu 21,7 kilogram dari berat badannya 67 kilogram, dan Rachmat affandi 21,8 kilogram dari berat badannya 72 kilogram. Sementara yang paling kecil massa lemaknya adalah Baihakki Khaizan yaitu 13,8 kilogram dari berat badannya 75 kilogram.
Ia mengatakan, hasil tersebut akan dijadikan data awal dan diolah untuk melakukan program selanjutnya. Adapun program fitness bagi pemain dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan. "Pemain Persib sudah memiliki fisik yang bagus. Kekalahan kemarin di Sidoarjo bukan karena faktor fisik, tetapi faktor yang lain," ujarnya.
Latihan
Sementara itu Rachmat Afandi terlihat sudah mulai kembali merumput, setelah kemarin sempat izin dikarenakan anaknya sakit. Latihan diikuti delapan belas pemain, tanpa empat pemain timnas. Selain itu, Eka Ramdani juga hadir, tetapi tidak mengikuti latihan. Eka hanya duduk di ruang ganti pemain ditemani tim dokter Persib.
Eka mengatakan belum tahu kapan bisa memulai latihan ringan. Pada latihan pagi itu, Pelatih Persib Jovo Cuckovic masih fokus pada perbaikan passing bola cepat dari kaki ke kaki. Pada satu jam pertama, Jovo membagi pemain secara berkelompok masing-masing tiga orang sesuai posisinya.
Menggunakan rompi merah adalah Shahril Ishak, Siswanto, dan Hariono. Menggunakan Rompi hijau, Gonzales, Pablo Frances, dan Airlangga. Menggunakan rompi kuning, Isnan Ali, Baihakki Khaizan, Wildansyah.
Sisanya dua kelompok tanpa rompi, yakni Jejen Zainal Abidin, Dias Angga, dan Rachmat Afandi. Sementara M. Agung Pribadi dengan Yudi Khoerudin, Munadi, dan Rendi Saputra. Setiap kelompok melakukan passing cepat. Pada latihan tersebut, Jovo ingin melihat kekompakan yang terjalin antaralini. (A-197)***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment