SIAPA yang tak kenal dengan pencetak gol perdana Persib pada Djarum Inter Island Cup (DIIC) 2010, ketika Persib melawan Persiba Balikpapan di Stadion Sriwijaya, Palembang akhir Agustus lalu? Ya, dia adalah debutan pemain Persib, Jejen Zaenal Abidin.
Semula sebagian orang meragukan kemampuannya. Namun saat itu, mantan pelatih Daniel Darko Janackovic berhasil menempatkan lelaki asal Bandung itu di posisi sayap kanan, posisi yang bisa membuatnya leluasa.
"Saya merasa posisi sayap kanan itu merupakan spesialisasi saya. Kenapa ya? Karena saya merasa lebih leluasa saja," tutur lelaki kelahiran 17 Desember 1987 itu.
Setelah itu, ia kerap menjadi pemain kunci untuk menghidupkan permainan Persib meski belum pernah dipasang sebagai starter dalam line-up pemain. Saat kompetisi dimulai, Jejen pun dipercaya untuk menggantikan Siswanto pada posisi sayap kanan ketika Persib melawan Persela Lamongan, Selasa (28/9). Walhasil saat itu, Persib dapat mengembangkan perlawanan dan membuahkan hasil meski berakhir dengan imbang.
Akan tetapi, lelaki berpostur 168 cm itu tak menutup kemungkinan untuk bermain di posisi lainnya seperti di sayap kiri, gelandang bertahan, maupun striker. Hal itu, apabila pelatih menginstrusikannya. "Apa salahnya, saya akan coba," ucap lelaki berbobot 60 kg itu.
Mantan pilar Persikabo 2009-2010 itu mengaku bangga ketika serangan yang dilancarkannya waktu itu membuahkan gol pertama untuk Persib meski dalam sebuah ajang turnamen pemanasan menjelang Liga Super Indonesia (LSI).
Seperti pada pertandingan lawan Persela Lamongan, Selasa (28/9) lalu. Jejen dinilai berhasil memberikan kontribusi terhadap tim yang nyaris kalah saat itu. Hal itu pun sempat diakui oleh pengamat sepak bola Lukas Tumbuan. Ia menilai pemain muda Persib mulai menggeliat, termasuk Jejen.
"Sekarang saya sudah jadi bagian dari tim. Saya wajib memberikan sumbangsih kepada tim. Bergabung dengan Persib sebuah hal yang membanggakan bagi saya," ucap pemain yang pernah magang di Persib pada musim 2008-2009 lalu.
Setelah dirinya resmi dikontrak Persib, Jejen ingin selalu mendapat kepercayaan untuk merumput. Kepercayaan tersebut untuk membuktikan kemampuannya di lapangan hijau. Ia bercita-cita mengantarkan Persib jadi kampuim musim ini. "Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk selalu memberikan penampilan yang maksimal dan terbaik," ujar pemain yang mengidolakan pemain asal Argentina, Carlos Tevez itu.
Setelah dua bulan membaur bersama 24 pemain Persib lainnya, mantan pemain Persib U-23 itu mengaku kerasan. Suasana akrab dan kompak begitu kental dalam tubuh pasukan "Pangeran Biru" itu. Ia merasa lega dan leluasa, apalagi setelah menandatangani kontrak.
"Alhamdulillah, cita-cita saya tercapai. Hal itu membuat saya lega. Jujur saya deg-degan. Soalnya di Persib itu beda dengan tim saya sebelumnya," kata pemain didikan sekolah sepak bola UNI dan Saint Prima itu.
Jejen berharap, Persib dapat memberikan andil dalam menggapai cita-cita utamanya yaitu jadi pemain timnas. "Saya juga ingin jadi pemain top. Doakan saja," kata bujangan itu menutup percakapan. (Novianti Nurulliah/"PR")***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment