Dengan jiwa satrianya, lelaki berumur 29 tahun itu mengakui di dua laga lawan Bontang FC dan Arema Indonesia, dia kurang begitu tenang. Dalam benaknya, hanya ingin segera timnya menoreh gol yang banyak. Apalagi, di depan sekitar 40 ribu pasang mata bobotoh fanatik, yang tak sabar ingin segera bersorak-sorai merayakan keperkasaan Persib dalam menaklukkan lawannya.
"Semua pemain pasti bersemangat dengan banyaknya bobotoh yang hadir di stadion. Kami seharusnya tenang, tetapi terkadang lupa. Hal itu, karena kondisi para pemain yang ingin mencetak gol, jadinya permainan pun terburu-buru," ujar lelaki kelahiran 13 September 1980 itu.
Bagi pemilik nomor punggung 12 itu, ketenangan hati itu bisa didapatnya setelah berwudu. Air wudu setidaknya mampu membasuh dan meredam emosi Gilang. Berwudu mempunyai khasiat tersendiri untuk Gilang dan bukan hanya dilakukan ketika dia akan melaksanakan kewajiban salat di lima waktu.
Ketenangan hatinya nanti, akan dibawa dalam rangka menjamu Persema Malang. Tim dari Kota Malang yang telah mempermalukan Persib 3-0 di Stadion Gajayana putaran pertama LSI 2009-2010, akhir Desember 2009 lalu.
"Saya dan teman-teman siap bertanding. Pengalaman dua kali menang di dua laga kemarin itu, menjadi motivasi besar bagi kami. Saat lawan Persema nanti, ya seharusnya lebih maksimal lagi. Akan tetapi, jangan sampai pertandingan ini jadi antiklimaks. Oleh karena itu, lawan tidak boleh dianggap enteng," kata mantan anggota skuad Persikab itu.
Gilang yang resmi menjadi personel Persib Bandung pada akhir musim Liga Indonesia IX 2003 itu menilai, Persema merupakan tim yang kompak dengan materi pemain yang cukup mumpuni. Akan tetapi, ada kalanya tim asuhan arsitek Subangkit itu angin-anginan alias tidak stabil dalam pertarungan. Dengan demikian, Gilang sedikitnya telah mengantongi celah-celah kelemahan "Laskar Ken Arok" yang bisa dimanfaatkan Persib.
Pemain yang telah mencatat waktu 1.484 menit dalam 19 laga Persib di musim ini menjelaskan, kehadiran Siswanto sebagai eks pasukan "Pangeran Biru" bisa jadi menjadi motor dalam pergerakan tim lawan. Namun, hal itu sudah dipikirkan Gilang sebelumnya, dengan membuka memori kebersamaan mereka dahulu, Gilang sedikit memahami kelebihan dan kekurangan rekannya di musim 2008-2009 silam.
"Pokoknya, saya siap untuk dimainkan. Mengenai pergantian pemain termasuk saya, itu hal biasa. Saya menyikapinya dengan profesional, kan pelatih juga perlu mengubah strategi. Ada saatnya untuk bertahan dan menyerang," ujar pemilik pastur tubuh tinggi 168 dan berat 70 kg itu. (Novianti Nurulliah/"PR")***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment