ANALISIS ADJAT SUDRADJAT
LEMAHNYA komunikasi antarlini masih terlihat menonjol pada permainan Persib. Saya melihat alur serangan Persib belum seimbang. Aliran serangan dari belakang ke tengah dan terus ke depan tidak tampak seimbang dan tidak berjalan dengan baik.
Sebagai buktinya, gol tunggal kemenangan Persib kembali lahir dari bola-bola keberuntungan dan bukan dari pola serangan yang terpola dengan baik. Padahal, bila melihat komposisi tim yang dihuni banyak pemain berkualitas, rasanya Persib mampu memorak-porandakan pertahanan Arema dan mencetak gol dengan pola serangan yang tersusun rapi.
Saya melihat belum berjalannya komunikasi antarpemain merupakan penyebab gagalnya beberapa penyelesaian peluang. Posisi beberapa pemain ada yang kurang tepat, seperti Hariono yang berperan sebagai gelandang belum membuat timing yang tepat dalam mengatur alur bola. Kapan harus melebar atau terpusat di tengah sehingga serangan Persib masih mudah dibaca dan diantisipasi lawan.
Kelemahan lain adalah konsentrasi yang masih kerap diperagakan para pemain di lini belakang. Bola-bola Arema dari samping masih banyak yang lolos dan berbuah peluang emas bagi mereka. Beruntung Persib memiliki penjaga gawang sekelas Markus Horison yang bermain luar biasa.
Bagaimanapun kita bersyukur Persib masih bisa mencetak gol. Namun, jangan senang dulu karena perjalanan Persib menuju juara liga masih berat dengan melihat perjalanan yang masih panjang ke depan dengan lawan-lawan yang tidak bisa dianggap enteng.
Pemain jangan cepat berpuas diri karena pertandingan berat masih menunggu di depan. Persib harus secepatnya kembali melakukan evaluasi untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang kerap terjadi karena kurangnya komunikasi di tiap lini.***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment